Kenapa Teaser Perdana Film Dilan: ITB 1997 Tuai Kritik?

Teaser Dilan ITB 1997 yang resmi dirilis pada Senin (16/3/2026) menampilkan Ariel NOAH sebagai karakter ikonik buatan Pidi Baiq. Baru diperlihatkan dalam cuplikan pendek, film ini langsung ramai dibicarakan di media sosial.
Alih-alih hanya memancing nostalgia penggemar kisah Dilan, teaser singkat ini justru menuai berbagai kritik dari warganet. Berikut beberapa alasan teaser film Dilan ITB 1997 mendapat kritikan.
1. Pemilihan pemeran yang terlalu matang

Wajah yang tak sesuai umur jadi salah satu kritik paling ramai muncul setelah teaser film memperlihatkan Ariel NOAH sebagai Dilan versi mahasiswa. Secara cerita, latar waktunya hanya berselang sekitar 6 tahun dari kisah Dilan di film pertama yang dahulu diperankan Iqbaal Ramadhan.
Banyak warganet merasa usia Ariel terlihat terlalu matang untuk memerankan mahasiswa ITB pada era 1990-an. Bukan cuma Ariel, kehadiran Raline Shah sebagai Milea juga ikut memicu diskusi di media sosial.
Beberapa komentar bahkan muncul dengan nada bercanda. Ada yang menyebut para pemerannya terlihat lebih cocok sebagai mahasiswa S2 atau S3 dibanding mahasiswa S1. Di sisi lain, ada juga yang menyoroti kemunculan Ira Wibowo yang kembali didapuk sebagai Bunda Dilan dinilai terlalu dekat usianya dengan Ariel dan Niken Anjani dalam teaser tersebut.
2. Cerita Dilan dianggap sudah terlalu banyak

Kritik lain datang dari penonton yang merasa universe Dilan sudah terlalu sering muncul di layar lebar. Sejak film pertama Dilan 1990 (2018) dirilis, kisah ini terus berlanjut lewat Dilan 1991 (2019) yang hadir hanya setahun kemudian, lalu Milea: Suara dari Dilan (2020) sebagai penutup dari sudut pandang Dilan versi Iqbaal Ramadhan.
Setelah itu, semesta ceritanya masih diperluas lewat Dilan 1983: Wo Ai Ni (2024) yang mengangkat masa kecil Dilan, hingga Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 (2024) yang menceritakan hubungan Dilan setelah berpisah dari Milea. Dengan kata lain, selalu ada film baru dari hidup Dilan dalam rentang sekitar 6 tahun saja.
Selain itu, jika karya-karya awal diangkat dari novel karya Pidi Baiq, belakangan, beberapa proyek justru berjalan beriringan antara film dan bukunya. Sebagian netizen pun merasa kisah Dilan sebenarnya sudah punya penutup yang cukup kuat di film-film sebelumnya. Karya-karya yang menampilkan Dilan ini juga memunculkan perdebatan apakah cerita tersebut masih menawarkan sesuatu yang benar-benar baru bagi penonton.
3. Tentang Dilan ITB 1997

Dilan ITB 1997 sudah menuai sorotan sejak pertama kali mengungkap nama pemeran utamanya, Ariel NOAH. Pidi Baiq, penulis novel tokoh ini, mengatakan, sejak awal sudah merasa Ariel punya banyak kesamaan dengan Dilan. Misalnya, suka motoran, puitis, bernyanyi, hingga melukis. Dalam teaser ini, kita sudah diperlihatkan secuplik momen Ariel sebagai Dilan saat sedang berdialog dengan latar lukisan.
Pemilihan Ariel sebagai Dilan pun sebenarnya sempat membuat produser Falcon Pictures, Frederica, ragu. Ariel sendiri juga gak langsung menerima tawaran peran ikonik ini. Namun, setelah melakukan beberapa kali pendekatan, sang vokalis akhirnya mengiyakan dan bergabung.
Apakah kamu setuju dengan kritikan netizen di atas atau malah berbanding terbalik menyambut antusias Dilan: ITB 1997?


















