KOTAK Pernah Latihan 'Ngolah' sama Choky Sitohang, Gini Ilmunya!

KOTAK pernah mengikuti coaching dengan Choky Sitohang untuk mengasah public speaking dan komunikasi dengan penonton, demi menjaga kepercayaan diri saat tampil.
Chua mengingat pesan Choky agar performer fokus pada setidaknya satu penonton yang menikmati musik, bukan terpaku pada respons mayoritas di venue.
Meski sudah 22 tahun berkarier, KOTAK masih berjuang mempromosikan karya dan membangun relasi industri; kini mereka independen usai keluar dari Warner Music Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Menjadi musisi gak cuma butuh fokus pada kemampuan bermusik. Bagi KOTAK, kemampuan berkomunikasi dan membangun koneksi juga bagian penting yang perlu terus diasah. Bahkan, band yang beranggotakan Tantri, Chua, dan Cella ini pernah mengikuti coaching khusus bersama presenter Choky Sitohang.
Chua membagikan pengalaman tersebut saat menjadi pembicara dalam workshop bisnis musik bertajuk Women in Music di kawasan Blok M pada Rabu (30/9/2026). Menurutnya, pelatihan tersebut membantu KOTAK memahami cara berkomunikasi sebagai performer ketika berhadapan dengan penonton. Bagaimana kisahnya?
1. KOTAK pernah ikut kelas 'ngolah' alias berkomunikasi ala Choky Sitohang

Chua KOTAK pada Rabu (30/9/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita) Gak disangka, Chua mengungkapkan bahwa KOTAK pernah mengambil kelas khusus bersama Choky Sitohang. Saat itu, mereka gak hanya belajar soal public speaking, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi dengan penonton ketika tampil di atas panggung. Menurut Chua, kondisi penonton saat pertunjukan sangat bisa memengaruhi kepercayaan diri seorang performer.
“Dan waktu itu KOTAK pernah sempet diambil les. Coaching sama Choky Sitohang. KOTAK pernah untuk sebagai entertain bagaimana cara berkomunikasi. Itu kita belajar juga, public speaking. Karena sebagai band suka performer gitu, suka tiba-tiba ciut kalo penonton duduk, atau penonton sepi,” ujar Chua.
2. Chua KOTAK ungkap pelajaran yang paling diingat di kelas Choky Sitohang

Chua KOTAK pada Rabu (30/9/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita) Dari kelas tersebut, ada satu pelajaran dari Choky yang masih diingat Chua hingga sekarang. Chua menceritakan bahwa dirinya terkadang masih merasa mentalnya turun ketika melihat penonton yang lebih banyak duduk. Namun, Choky mengajarkan seorang performer sebaiknya tidak terlalu fokus pada jumlah penonton atau respons mayoritas orang di dalam venue.
“Kalau kata Mas Choky ya, 'Lu fokus sama satu orang yang bahagia dengerin musik lu. Lu jangan fokus sama yang duduk. Lu fokus sama orang yang happy, udah lu perhatiin dia aja. Itu lu tetap totalitas. Karena kita gak ada yang tau yang duduk nanti dia bisa pulang, dia inget lagi sama penampilan, dan dia cari-cari lagi.' Kayak gitu,” ujar pemilik nama lengkap Swasti Sabdastantri ini.
3. KOTAK masih merasa kesulitan untuk berpromosi dan membangun koneksi

Chua KOTAK pada Rabu (30/9/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita) Bagi Chua, pelajaran soal komunikasi ternyata gak hanya berlaku ketika KOTAK berada di atas panggung. Di balik pertunjukan, musisi juga perlu membangun relasi dengan orang-orang di industri musik. Chua mengatakan KOTAK sendiri masih terus mencari cara untuk mempromosikan karya dan mendapatkan kesempatan tampil. Bahkan setelah 22 tahun berkarier, mereka masih berdiskusi mengenai alasan KOTAK gak tampil di festival atau acara tertentu.
“Jujur KOTAK aja masih struggling sampai sekarang gitu. Kita kayak abis ini, kita promonya gimana ya? Terus bahkan ya sampai nih kalau aku mau jujur-jujuran aja, di obrolan grup kita sekarang itu, kita masih bertanya-tanya, 'Kok kita gak main di festival ini ya? Ini lagi ini padahal ini lagi temanya lagu nostalgia semua nih. Kok kita kan lagu kita juga banyak yang nostalgia, kenapa gak begini?' Banyak pertanyaan kenapa kita gak main apa ya?" ujarnya.
Chua lalu melanjutkan, "Dan itu pun jadi pembahasan kita gitu. Apa kita kurang temenan sama circle-circle anak ini? Tapi ternyata memang yang menjadi motivasi kita, ternyata memang umur berapa pun circle itu memang penting. Kita harus gimana caranya kenal minimal pernah nongkrong sama orang-orang yang ternyata capable di dunia yang nantinya akan kita tuju gitu."
KOTAK sendiri kini sudah resmi keluar dari label Warner Music Indonesia setelah bersama selama 18 tahun dan kini menjadi band independen. Sebagai langkah baru di jalur mandiri, mereka merilis single terbaru berjudul "YOLO" pada Agustus 2026 lalu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















