Kronologi AKB48 Putus Kontrak Mei Hanada, Apa yang Terjadi?

- Manajemen AKB48 memutus kontrak Mei Hanada setelah investigasi menemukan dugaan hubungan pribadi dengan fans dan komunikasi yang terhambat antara idol serta pihak agensi.
- Mei Hanada mengunggah video permintaan maaf, mengakui kesalahan, serta menjelaskan alasan menggunduli rambutnya yang disebut sebagai bentuk tanggung jawab dan tekanan dari manajemen.
- Pemutusan kontrak Mei Hanada menjadi kasus pertama dalam sejarah AKB48, menandai langkah tegas manajemen terhadap pelanggaran aturan idol di tengah sorotan publik.
Kabar mengejutkan diumumkan oleh AKB48 terkait aktivitas salah satu idolnya, Mei Hanada. Jika biasanya seorang idol meninggalkan grup dengan mengumumkan kelulusan, Mei Hanada justru akan keluar dari AKB8 karena kontrak eksklusifnya diputus oleh manajemen.
Keputusan ini diumumkan oleh DH Co., agensi yang menaungi Mei, pada Selasa (23/6/2026), yang dalam pernyataan resmi menyatakan kalau Mei Hanada tidak akan beraktivitas bersama AKB48 lagi sejak pengumuman tersebut dirilis. Apa yang sebenarnya terjadi?
1. Mei Hanada disebut beberapa kali jalan bareng fans

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh AKB48, Mei Hanada dilaporkan telah berulang kali terlambat mengikuti kegiatan grup sejak Desember 2025. Sang idol beralasan memiliki gangguan kesehatan, sehingga manajemen memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitasnya untuk fokus memulihkan kesehatan. Penangguhan ini juga sudah diumumkan ke publik pada Mei 2026.
Sementara itu dari hasil investigasi manajemen, mereka menemukan bahwa Mei Hanada diduga memiliki hubungan pribadi dengan fans. Hal ini tidak diperbolehkan oleh manajemen karena akan membahayakan member lain, menimbulkan rasa ketidakadilan, hingga menghilangkan kepercayaan fans kepada idolanya secara umum. Member Generasi 19 tersebut dilaporkan telah beberapa kali jalan dengan fans.
Masih menurut pernyataan agensi, pihak manajemen telah melakukan upaya pembicaraan dengan Mei Hanada. Tapi yang bersangkutan disebut memasang tembok penghalang, sehingga komunikasi hanya bisa dilakukan kepada kuasa hukumnya saja.
"Yang bersangkutan juga menolak melakukan komunikasi langsung dengan pihak manajemen. Dari kuasa hukumnya, kami menerima pernyataan bahwa, 'Klien kami meminta agar pembicaraan lebih lanjut tidak dilakukan'," bunyi dari pernyataan AKB48 lewat situs blog resmi mereka.
2. Mei Hanada unggah video permintaan maaf, ceritakan alasan menggunduli rambut

Setelah pernyataan resmi AKB48 rilis, tak lama Mei Hanada juga mengunggah video klarifikasi melalui akun X pribadinya. Dalam video berdurasi hampir 10 menit itu, Hanada secara mengejutkan tampil dengan rambut sangat pendek dan memakai masker.
Mei Hanada mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Sebut hal yang dilakukannya adalah tindakan ceroboh sebagai seorang idol. Menurut pengakuannya, awalnya ia memberikan sejumlah petunjuk lewat Weverse agar keberadaannya dicari oleh sejumlah fans.
Tak disangka, ia merasa senang dengan interaksi tersebut. Member asal Kanagawa ini juga mengakui kalau memang sempat jalan dengan fans, namun membantah pertanyaan manajemen soal hubungan yang sudah terlalu jauh meliputi aktivitas seksual hingga hubungan serius seperti berpacaran dengan fans.
Mei Hanada juga membicarakan keputusannya untuk menggunduli rambut karena tuntutan manajemen. Dalam pembicaraan awal, manajemen disebut beberapa kali membahas kasus member senior terdahulu yang menggunduli rambutnya demi menunjukkan rasa bersalah dan ketulusan.
Hanada sempat merasa aksi menggunduli rambut itu tidak dibenarkan dan menyatakan keberatannya melalui kuasa hukum. Namun karena tidak ada pilihan lain dan ia tetap ingin terus bersama AKB48, maka akhirnya Hanada menggunduli rambutnya.
"Mereka mengungkit tentang Minegishi Minami yang menggunduli kepalanya di masa lalu dan berkata, 'Jika kamu ingin terus berada di AKB, gunduli kepalamu dan tunjukkan ketulusanmu.' Karena tidak bisa segera mengambil keputusan, saya meminta penangguhan aktivitas selama tiga minggu tanpa memberikan jawaban tentang menggunduli kepala," ujarnya.
3. Pemutusan kontrak eksklusif idol pertama kali terjadi di AKB48

AKB48 juga sempat menyinggung soal tuduhan instruksi menggunduli kepala kepada Mei Hanada. Menurut mereka, pihak manajemen sama sekali tidak ada instruksi langsung kepada Hanada untuk mencukur rambutnya.
Mereka telah mengonfirmasi kepada staf yang bertugas, bahwa saat itu hanya menceritakan tentang kasus member terdahulu yang pernah menggunduli rambutnya. Sementara pengakuan Hanada menyebutkan bahwa cerita tentang memangkas rambut ini sangat sering disebut, sehingga ia merasa seperti sebuah dorongan untuk dilakukan.
"Setelah kami mengonfirmasi kepada staf yang bertanggung jawab, kami memperoleh jawaban bahwa kami sama sekali tidak pernah memberikan instruksi seperti itu." tulis agensi AKB48.
Sementara itu, kasus pemutusan kontrak eksklusif seorang idol di AKB48 belum pernah terjadi sebelumnya. Mei Hanada menjadi idol pertama yang kontraknya diputus oleh manajemen AKB48. Dalam lingkup AKB48 dan grup sisternya, member yang terseret skandal atau kasus biasanya akan disanksi berupa penangguhan aktivitas selama beberapa bulan. Beberapa member tercatat mengumumkan kelulusannya kemudian setelah sudah beraktivitas kembali dengan grup.
Diputusnya kontrak Mei Hanada oleh AKB48 hingga kini masih jadi bahan perbincangan hangat di kalangan fans. Mereka berharap jika tidak ada lagi kasus skandal idol yang terjadi di kemudian hari.


















