Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Pemenang Oscar yang Dianggap Mengecewakan, Kenapa?

5 Film Pemenang Oscar yang Dianggap Mengecewakan, Kenapa?
Emilia Pérez (dok. Pathe Films/Emilia Pérez)
Intinya Sih
  • Emilia Pérez menuai kritik atas penggambaran identitas gender dan kejahatan terorganisasi di Meksiko yang dinilai dangkal, meski meraih dua Oscar dari 13 nominasi.
  • Crash, Wilson, dan One Night of Love dianggap kurang bertahan secara kualitas: isu sosial disederhanakan, biografi terasa memuliakan tokoh, serta cerita musikal dinilai klise.
  • The Iron Lady dipuji lewat transformasi Meryl Streep dan tata riasnya, tetapi naskahnya dinilai gagal menggali kompleksitas Margaret Thatcher secara memuaskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ajang Academy Awards atau Oscar sering dianggap sebagai tolok ukur tertinggi bagi industri perfilman. Film yang berhasil membawa pulang satu atau bahkan beberapa piala Oscar biasanya langsung memperoleh reputasi prestisius dan masuk ke daftar tontonan wajib bagi banyak orang. Namun, penghargaan bergengsi ternyata tidak selalu menjamin sebuah film akan dikenang sebagai karya terbaik sepanjang masa.

Seiring berjalannya waktu, ada sejumlah film pemenang Oscar yang justru menuai kritik dari penonton maupun kritikus. Sebagian dianggap memiliki cerita yang dangkal dan sebagian lain dinilai terlalu dilebih-lebihkan saat musim penghargaan berlangsung. Berikut lima film pemenang Oscar yang hingga kini masih sering dianggap mengecewakan.

1. Emilia Pérez (2024)

Emilia Pérez
Emilia Pérez (dok. Pathe Films/Emilia Pérez)

Emilia Pérez menjadi salah satu film yang paling banyak dibicarakan sepanjang musim penghargaan 2024–2025. Film musikal garapan Jacques Audiard ini bahkan mendapatkan 13 nominasi Oscar, sebuah pencapaian yang luar biasa untuk film berbahasa non-Inggris. Meski akhirnya hanya membawa pulang 2 piala Oscar, pencapaiannya tetap memicu perdebatan panjang di kalangan pencinta film.

Kontroversi muncul karena banyak pihak menilai film ini memiliki penggambaran yang bermasalah terhadap isu identitas gender dan kejahatan terorganisasi di Meksiko. Kritik juga diarahkan pada riset yang dianggap kurang mendalam serta sudut pandang yang dinilai terlalu dangkal. Bagi banyak penonton, kemenangan Oscar yang diraih Emilia Pérez terasa tidak sebanding dengan kualitas keseluruhan filmnya.

2. Crash (2004)

Crash
Crash (dok. Lionsgate/Crash)

Ketika pertama kali dirilis, Crash mendapat banyak pujian karena berani mengangkat isu rasisme melalui kisah beberapa karakter yang saling terhubung. Film ini bahkan berhasil memenangkan Best Picture di Oscar, mengalahkan sejumlah pesaing kuat yang hingga kini masih dianggap lebih layak. Namun, seiring waktu berlalu, pandangan terhadap film ini berubah cukup drastis.

Banyak penonton modern menilai pesan yang disampaikan Crash terlalu gamblang dan kurang memiliki kedalaman. Konflik sosial yang kompleks terasa disederhanakan menjadi kesimpulan yang mudah ditebak, sehingga kehilangan nuansa yang seharusnya dimiliki tema tersebut.

Walaupun penampilan para pemainnya masih mendapat apresiasi, kemenangan tiga Oscar, termasuk Best Picture dan Best Original Screenplay, kini sering disebut sebagai salah satu keputusan paling kontroversial dalam sejarah Academy Awards.

3. Wilson (1944)

Wilson
Wilson (dok. 20th Century Studios/Wilson)

Film biografi tentang Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson ini diproduksi dengan anggaran yang sangat besar untuk ukuran zamannya. Secara visual, Wilson memang tampil megah dengan sinematografi yang rapi dan desain produksi yang ambisius. Sayangnya, kemegahan tersebut tidak berhasil menarik banyak penonton sehingga film ini mengalami kegagalan di box office.

Meski demikian, Academy Awards tetap memberikan 5 penghargaan Oscar kepada film ini. Banyak kritikus modern menilai bahwa durasinya yang panjang membuat alur cerita terasa lambat dan melelahkan untuk diikuti. Selain itu, film ini juga dianggap terlalu memuliakan sosok Wilson tanpa memberikan sudut pandang yang lebih kritis, sehingga hasil akhirnya terasa seperti propaganda ketimbang biografi.

4. One Night of Love (1934)

One Night of Love
One Night of Love (dok. Columbia Pictures/One Night of Love)

Pada era awal Oscar, standar penilaian film tentu berbeda dibandingkan dengan sekarang. Hal tersebut terlihat dalam One Night of Love, sebuah film musikal romantis yang sempat menjadi salah satu karya paling dipuji pada masanya. Film ini memenangkan penghargaan kategori tata suara dan menjadi penerima Oscar pertama untuk musik orisinal.

Jika ditonton saat ini, banyak bagian dari film tersebut terasa sudah sangat usang. Jalan ceritanya mengikuti pola yang mudah ditebak dengan konflik yang kurang menggugah emosi. Penampilan Grace Moore sebagai penyanyi opera memang menjadi daya tarik utama, tetapi kekuatan vokalnya belum cukup untuk menutupi cerita yang kini dianggap terlalu klise dan kurang relevan.

5. The Iron Lady (2011)

The Iron Lady
The Iron Lady (dok. 20th Century Studios/The Iron Lady)

Menceritakan kehidupan mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, The Iron Lady sejak awal sudah menjadi film yang mengundang pro dan kontra. Sosok Thatcher sendiri merupakan figur politik yang kontroversial, sehingga film tentang kehidupannya otomatis memancing banyak perdebatan. Sayangnya, kontroversi tersebut tidak diimbangi dengan kualitas cerita yang memuaskan.

Film ini memang layak mendapat pujian atas tata rias yang berhasil mengubah Meryl Streep menjadi sosok Thatcher dengan sangat meyakinkan. Namun, banyak penonton merasa naskahnya terlalu dangkal dan gagal mengeksplorasi kompleksitas tokoh utamanya. Akibatnya, film ini lebih sering dikenang karena kemenangan Oscar Meryl Streep dan kategori tata rias daripada kualitas keseluruhan kisah yang disajikan.

Oscar memang menjadi penghargaan paling bergengsi di dunia perfilman, tetapi sejarah membuktikan bahwa tidak semua pemenangnya mampu bertahan sebagai karya yang dicintai sepanjang masa. Dari kelima film di atas, menurutmu mana yang paling tidak layak memenangkan lebih dari satu penghargaan Oscar?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More