Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kronologi War Netizen China Vs Thailand dan Indonesia, GMMTV Terseret
konten parodi perdebatan fanwar netizen Indonesia dan Thailand vs China (instagram.com/isawkwardguy)
  • Insiden di fan gathering JuniorMark pada 25 Juli 2026 bermula dari dugaan penggemar China menyerobot antrean hingga konflik fisik dengan petugas keamanan

  • GMMTV meminta maaf sementara Kedubes China meminta penyelidikan menyeluruh. Netizen Thailand berang

  • Fanwar di media sosial berlanjut antara netizen China dan Thailand, dengan netizen Indonesia ikut membela Thailand melalui meme serta unggahan humor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Insiden di acara fan gathering pasangan aktor Thailand, Junior Panachai dan Mark Jiruntanin, yang akrab disebut JuniorMark, mendadak melebar. Bahkan, masalah ini menjadi perdebatan lintas negara. Awalnya hanya berupa keributan di lokasi acara, persoalan tersebut berkembang menjadi fanwar di media sosial yang menyeret penggemar dari China, Thailand, hingga Indonesia.

GMMTV sebagai agensi JuniorMark pun ikut menjadi sasaran kritik setelah merilis beberapa pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Bagaimana awal mula kejadian tersebut? Berikut kronologi lengkapnya!

1. Bermula dari dugaan fans China menyerobot antrean di event JuniorMark, artis GMMTV

momen aksi petugas keamanan membekuk penggemar China di fan gathering JuniorMark (x.com/ThaiEnquirer)

Keributan terjadi saat sesi fan gathering JuniorMark dalam rangka International Novel Festival 2026 pada Sabtu (25/7/2026). Berdasarkan video yang beredar, seorang penggemar asal China terlibat perselisihan dengan petugas keamanan setelah muncul tuduhan bahwa ia menyerobot antrean. Situasi kemudian memanas hingga petugas keamanan mengeluarkan penggemar tersebut secara paksa.

Potongan video saat penggemar China yang menggunakan pakaian orange ini menjadi viral. Terlihat, ia menendang salah satu petugas lalu akhirnya dibekuk secara fisik oleh petugas lain. Aksi ini terjadi di tengah kerumunan penggemar yang ikut terkejut melihat kejadian tersebut.

Versi kejadian kemudian terbelah. Penggemar asal China mengklaim dirinya jadi korban salah tuduh memotong antrean dan mendapat perlakuan kasar saat dikeluarkan dari area acara. Di sisi lain, sejumlah penggemar Thailand membagikan rekaman dari sudut berbeda yang menurut mereka menunjukkan adanya penyerobotan antrean, hingga perlawanan fisik dari penggemar tersebut terhadap petugas keamanan.

2. Permintaan maaf GMMTV hingga imbauan Kedubes China di Thailand bikin netizen Thailand meradang

pernyataan GMMTV (instagram.com/gmmtv)

Pada 26 Juli 2026, GMMTV lalu mengeluarkan pernyataan. Pihaknya meminta maaf dan mengakui adanya penggunaan kekuatan berlebihan oleh petugas keamanan yang merupakan tenaga outsourcing. Mereka juga langsung menangguhkan oknum tersebut selama investigasi berlangsung.

Alih-alih meredakan situasi, pernyataan GMMTV justru memunculkan reaksi berbeda dari para penggemar. Sebagian penggemar China menilai permintaan maaf tersebut belum cukup dan terus menyerukan boikot terhadap GMMTV. Sementara itu, banyak penggemar Thailand menganggap perusahaan terlalu cepat menyalahkan petugas keamanan tanpa menjelaskan keseluruhan kronologi, sehingga tagar #แบนGMMTV atau Boikot GMMTV sempat menjadi perbincangan di media sosial Thailand.

Kasus ini bahkan mendapat perhatian dari Kedutaan Besar China di Thailand. Melalui pernyataannya, kedutaan menyebut telah menerima laporan dari warga negaranya yang terlibat dalam insiden tersebut. Kedutaan meminta pihak berwenang Thailand menyelidiki fakta secara menyeluruh, menangani kasus sesuai prosedur hukum, serta memastikan hak dan kepentingan warga negara China tetap terlindungi.

Berselang sehari pada 27 Juli 2026, GMMTV kembali mengeluarkan pernyataan lanjutan. Perusahaan menjelaskan bahwa penggemar dan petugas keamanan telah bertemu dan mencapai kesepakatan damai. Selain itu, penangguhan petugas keamanan tersebut telah dicabut dan ia sudah bisa kembali bekerja.

"Sehubungan dengan insiden yang terjadi antara salah satu peserta acara dan petugas dalam International Novel Festival 2026, kedua belah pihak telah bertemu untuk berdiskusi, memberikan penjelasan, dan saling memahami mengenai insiden yang terjadi. Hasilnya, keduanya berhasil mencapai kesepakatan damai dan mengakhiri perselisihan dengan baik. Kedua pihak telah mencabut laporan pengaduan masing-masing dan sepakat untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap satu sama lain," jelas GMMTV.

3. Fanwar melebar hingga melibatkan netizen Indonesia

konten parodi perdebatan fanwar netizen Indonesia dan Thailand vs China (instagram.com/isawkwardguy)

Meski persoalan hukum telah diselesaikan secara damai, perdebatan di media sosial belum mereda. Warganet dari Thailand dan China terus memperdebatkan video yang beredar. Masing-masing pihak menggunakan potongan rekaman berbeda untuk mendukung versinya. Situasi ini membuat nama GMMTV terus menjadi trending dan sasaran kritikan.

Termasuk netizen Indonesia yang ikut membela netizen Thailand. Menariknya, warganet Indonesia ikut meramaikan percakapan di platform X dengan berbagai unggahan bernada humor dan meme yang menanggapi situasi tersebut. Ketika sejumlah netizen China diduga melontarkan ejekan rasis, para warganet Thailand dan Indonesia bahu membahu membalasnya dengan berbagai candaan kocak. Tak sedikit pula yang jadi teringat momen saat netizen Malaysia berhadapan dengan Knetz dan dibantu oleh SEAblings lainnya.

Di luar perdebatan tersebut, sejumlah kreator konten juga ikut menyoroti fenomena fanwar lintas negara ini. Salah satunya adalah akun @Isawkwardguy, kreator konten asal Malaysia yang dikenal sering membuat video komedi mengenai budaya dan kehidupan di Asia Tenggara. Ia mengunggah konten parodi yang terinspirasi dari ramainya perdebatan tersebut, lalu ikut memperluas pembahasan di media sosial.

Gak sedikit netizen yang akhirnya baru memahami konteks tersebut, mengingat kejadian ini sudah terjadi beberapa hari lalu. Apakah kamu salah satu warganet yang ketinggalan soal berita ini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article