pernyataan GMMTV (instagram.com/gmmtv)
Pada 26 Juli 2026, GMMTV lalu mengeluarkan pernyataan. Pihaknya meminta maaf dan mengakui adanya penggunaan kekuatan berlebihan oleh petugas keamanan yang merupakan tenaga outsourcing. Mereka juga langsung menangguhkan oknum tersebut selama investigasi berlangsung.
Alih-alih meredakan situasi, pernyataan GMMTV justru memunculkan reaksi berbeda dari para penggemar. Sebagian penggemar China menilai permintaan maaf tersebut belum cukup dan terus menyerukan boikot terhadap GMMTV. Sementara itu, banyak penggemar Thailand menganggap perusahaan terlalu cepat menyalahkan petugas keamanan tanpa menjelaskan keseluruhan kronologi, sehingga tagar #แบนGMMTV atau Boikot GMMTV sempat menjadi perbincangan di media sosial Thailand.
Kasus ini bahkan mendapat perhatian dari Kedutaan Besar China di Thailand. Melalui pernyataannya, kedutaan menyebut telah menerima laporan dari warga negaranya yang terlibat dalam insiden tersebut. Kedutaan meminta pihak berwenang Thailand menyelidiki fakta secara menyeluruh, menangani kasus sesuai prosedur hukum, serta memastikan hak dan kepentingan warga negara China tetap terlindungi.
Berselang sehari pada 27 Juli 2026, GMMTV kembali mengeluarkan pernyataan lanjutan. Perusahaan menjelaskan bahwa penggemar dan petugas keamanan telah bertemu dan mencapai kesepakatan damai. Selain itu, penangguhan petugas keamanan tersebut telah dicabut dan ia sudah bisa kembali bekerja.
"Sehubungan dengan insiden yang terjadi antara salah satu peserta acara dan petugas dalam International Novel Festival 2026, kedua belah pihak telah bertemu untuk berdiskusi, memberikan penjelasan, dan saling memahami mengenai insiden yang terjadi. Hasilnya, keduanya berhasil mencapai kesepakatan damai dan mengakhiri perselisihan dengan baik. Kedua pihak telah mencabut laporan pengaduan masing-masing dan sepakat untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap satu sama lain," jelas GMMTV.