Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

11 Lagu Hits Ciptaan Guruh Soekarnoputra, Ada Kala Cinta Menggoda

4 min read
11 Lagu Hits Ciptaan Guruh Soekarnoputra, Ada Kala Cinta Menggoda
potret Guruh Soekarno Putra dalam press conference lagu “Buang Buang Waktu” (Dok. IDN Times/ Rani Asnurida)
  • Guruh Soekarnoputra meninggal pada 26 September 2026 di usia 73 tahun. Putra bungsu Presiden Soekarno ini dikenal sebagai seniman dengan karya musik dan budaya lintas generasi.
  • Sejumlah ciptaannya dipopulerkan penyanyi ternama, terutama Chrisye, termasuk “Kala Cinta Menggoda”, “Kala Sang Surya Tenggelam”, “Kenang-Kenangan”, “Lagu Putih”, “Galih & Ratna”, dan “Anak Jalanan”.
  • Karya Guruh terus dinyanyikan ulang dengan aransemen baru oleh musisi berbeda, dari “Zamrud Khatulistiwa” hingga “Mahadaya Cinta”, menunjukkan jangkauan lagunya di berbagai era.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kabar duka datang dari dunia seni Indonesia. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) dalam usia 73 tahun. Putra bungsu Presiden Soekarno tersebut dikenal sebagai salah satu seniman yang menghasilkan berbagai karya musik dan budaya. Deretan karyanya terus dikenang hingga melintasi era dan generasi.

Sepanjang kariernya, Guruh menciptakan sejumlah lagu yang kemudian dipopulerkan oleh para penyanyi ternama, salah satunya "Kala Cinta Menggoda" yang dibawakan Chrisye. Selain lagu tersebut, masih ada sejumlah karya Guruh yang akrab di telinga masyarakat dan tetap dikenal lintas generasi. Berikut 11 lagu hits ciptaan Guruh Soekarnoputra.

  1. 1. Melati Suci

    potret Titi DJ (instagram.com/ti2dj)
    potret Titi DJ (instagram.com/ti2dj)

    Guruh membuat lagu Melati Suci untuk sang bunda, Fatmawati, dan dibawakan perdana oleh Tika Bisono pada 1980 silam. Lagu ini juga sudah beberapa kali dinyanyikan ulang oleh penyanyi Indonesia, termasuk Vina Panduwinata dan Kanya di Atas Rata-Rata (DARR).

    2. Zamrud Khatulistiwa

    Lagu pop nasionalis ini pertama kali dibawakan oleh Keenan Nasution pada 1987. Dengan arasemen baru, karya ini kembali dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Chrisye. Selain menceritakan keindahan Indonesia, lagu ini juga menggambarkan rasa syukur bisa hidup di Indonesia. Tak lekang oleh waktu, Dipa Barus turut mengaransemen ulang dan dinyanyikan oleh beberapa penyanyi seperti Rossa, Kunto Aji, Rayi Putra, dan Aurelie pada 2021 lalu.

    3. Candu Asmara

    "Candu Asmara" merupakan lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang pertama kali dipopulerkan oleh pedangdut Cici Paramida pada 1998. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sedang dimabuk cinta dan menggambarkan rasa rindu serta ketertarikan kepada orang yang dicintai. Setelah versi Cici yang bernuansa dangdut, "Candu Asmara" kemudian dibawakan kembali oleh Marcell pada 2008 dengan aransemen yang lebih modern dan sentuhan elektronik sebelum Maizura dan JFlow menghadirkan versi baru bernuansa EDM pada 2020.

    4. Kala Sang Surya Tenggelam

    Ini menjadi lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang dipopulerkan Chrisye. Lagu ini pertama kali dirilis pada 1978 dalam album Sabda Alam. “Kala Sang Surya Tenggelam” kemudian menjadi salah satu lagu Chrisye yang terus dikenang dan beberapa kali dibawakan kembali oleh musisi lain. Mulai dari D'Masiv pada 2020 hingga Nadin Amizah yang membawakan lagu ini sebagai soundtrack serial Gadis Kretek pada 2023.

  2. 5. Kala Cinta Menggoda

    potret Chrisye (dok. Musica Studios)
    potret Chrisye (dok. Musica Studios)

    “Kala Cinta Menggoda” merupakan lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang dipopulerkan Chrisye pada 1997 melalui album berjudul sama. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta kepada orang yang sudah memiliki pasangan. Dari sisi musik, lagu ini memadukan pop dengan sentuhan langgam Jawa dan suara sinden, termasuk penggalan lagu “Wuyung” pada bagian interlude.

    6. Kenang-Kenangan

    Guruh Soekarnoputra mempercayakan lagu ciptaannya, "Kenang-Kenangan" untuk pertama kali dibawakan oleh kelompok asuhannya, Swara Mahardika. Lagu ini masuk dalam album Pergelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra I yang dirilis pada 1979, sebelum kembali dinyanyikan oleh Chrisye pada 1980 sebagai musik tema film Puspa Indah Taman Hati.

    7. Lagu Putih

    Lagu ini jadi salah satu karya kolaborasi Guruh dengan Chrisye. Guruh Soekarnoputra mengambil bagian sebagai penulis liriknya, dan dirilis pertama kali dalam album Puspa Indah pada 1980, sebelum kembali dibawakan Chrisye pada 1992 dengan aransemen berbeda.

    8. Galih & Ratna

    Lagu ini pertama kali dinyanyikan oleh Iromy Nursaid dari The Kid Brothers dan muncul dalam film Gita Cinta dari SMA pada 1979. Setahun kemudian, “Galih & Ratna” kembali dibawakan Chrisye sebagai lagu tema film Puspa Indah Taman Hati, sekuel dari Gita Cinta dari SMA.

  3. 9. Lenggang Puspita

    Afgan
    Afgan (instagram.com/afgan__)

    “Lenggang Puspita” merupakan lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang pertama kali dirilis pada 1986 dan dipopulerkan oleh vokalis God Bless, Ahmad Albar. Lagu ini kemudian dibawakan kembali oleh Carlo Saba, vokalis Kahitna, pada 1998 dan Afgan pada 2019.

    10. Anak Jalanan

    “Anak Jalanan” jadi lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang juga dipopulerkan Chrisye melalui album Sabda Alam di tahun 1978. Lagu ini bercerita tentang kehidupan anak jalanan di tengah kota metropolitan dan juga menjadi bagian dari film Ali Topan Anak Jalanan. Pada 2010, “Anak Jalanan” kembali diaransemen oleh Sandy Sandoro.

    11. Mahadaya Cinta

    “Mahadaya Cinta” merupakan lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang pertama kali dipopulerkan oleh Krisdayanti melalui album Cahaya pada 2004. Lagu ini kemudian dibawakan kembali oleh Joan Idol pada 2018 dan dirilis ulang oleh Shanty pada 2024 dengan aransemen yang lebih modern. Masih jadi lagu hits hingga kini, "Mahadaya Cinta” juga dibawakan oleh 3 Diva dan The Super Girls dalam konser Superdiva pada 2025.

    Karya-karya Guruh Soekarnoputra akhirnya tak lekang oleh waktu. Gak sedikit lagu ciptaannya dipopulerkan oleh penyanyi populer pada masanya, tetapi juga kembali dibawakan oleh sejumlah musisi dari generasi yang lebih muda. Selamat jalan Guruh, karyamu akan selalu dikenang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More