5 Lagu Jadul yang Sering Diputar di Film, Kamu Pasti Tahu!

- Artikel membahas fenomena lagu lawas yang terlalu sering digunakan di film, membuatnya kehilangan kesan spesial dan terasa klise bagi penonton.
- Lima lagu disebutkan sebagai contoh: dari nuansa romantis hingga aksi komedi dan adegan emosional, semuanya mengalami kejenuhan karena pemakaian berulang.
- Penulis menyoroti bahwa meski lagu-lagu ini ikonik dan berkualitas, kurangnya inovasi dalam penggunaannya membuat daya magisnya memudar di layar lebar.
Musik dalam film punya peran besar dalam membangun suasana. Lagu yang tepat bisa bikin adegan terasa lebih hidup, emosional, bahkan ikonik. Namun, masalahnya, beberapa lagu justru terlalu sering dipakai sampai kehilangan magisnya. Alih-alih terasa spesial, penonton malah merasa, “Lagi-lagi lagu ini?”
Fenomena lagu overused ini cukup sering terjadi, terutama pada lagu-lagu lawas yang sebenarnya punya kualitas luar biasa. Karena terlalu sering muncul di berbagai film dan serial, lagu-lagu ini jadi terasa klise dan mudah ditebak. Berikut lima lagu lawas yang sering banget dipakai di film yang kamu pasti tahu!
1. “This Will Be (An Everlasting Love)” – Natalie Cole
Lagu ini hampir jadi template wajib untuk film romantis, terutama romcom era 90-an dan 2000-an. Dengan nuansa ceria dan penuh cinta, lagu ini memang cocok banget untuk menggambarkan kebahagiaan atau awal kisah romantis. Gak heran kalau lagu ini sering dipakai di banyak film yang ingin terasa ringan dan manis.
Masalahnya, karena terlalu sering muncul, efek spesialnya jadi berkurang. Lagu “This Will Be (An Everlasting Love)” ini bisa didengar di The Parent Trap (1998), While You Were Sleeping (1995), hingga Bride Wars (2009). Hampir selalu digunakan dalam konteks yang mirip, lama-lama lagu ini jadi terasa klise dan kehilangan kejutan.
2. “Kung Fu Fighting” – Carl Douglas
Kalau ada adegan bela diri yang dibalut komedi, besar kemungkinan lagu ini bakal muncul. “Kung Fu Fighting” sudah jadi semacam klise untuk menggambarkan suasana aksi yang santai atau parodi. Padahal, awalnya lagu ini hanya sekadar hits unik dari era 70-an.
Sayangnya, penggunaan berulang di berbagai film dan serial membuat lagu ini terasa terlalu murahan. Lagu ini muncul di Rush Hour 3 (2007), Daddy Day Care (2003), hingga Kung Fu Panda (2008). Karena sering dipakai tanpa variasi, kesannya jadi seperti jalan pintas yang kurang kreatif.
3. “Rebel Girl” – Bikini Kill
“Rebel Girl” sering digunakan sebagai simbol karakter perempuan yang pemberontak dan antimainstream. Lagu ini punya energi kuat yang langsung memberi kesan cewek badass dalam satu adegan singkat. Secara konsep, ini memang efektif dan langsung terasa kuat.
Namun, karena terlalu sering dipakai untuk karakter dengan tipe yang sama, lagu ini jadi terasa stereotipikal. Bisa didengar di Moxie (2021), Itty Bitty Titty Committee (2007), hingga serial Sex Education. Akibatnya, kesan uniknya mulai memudar karena terlalu sering digunakan dengan cara yang serupa.
4. “Sweet Home Alabama” – Lynyrd Skynyrd
Lagu klasik ini sudah jadi semacam anthem yang sering muncul di berbagai genre film. Dari drama hingga komedi, bahkan film keluarga, “Sweet Home Alabama” sering dipakai untuk membangun suasana santai atau menggambarkan latar tertentu di Amerika.
Masalahnya, frekuensi penggunaannya terlalu tinggi. Lagu ini muncul di Forrest Gump (1994), 8 Mile (2002), hingga The Girl Next Door (2004). Bahkan ada film berjudul sama, Sweet Home Alabama (2002). Karena terlalu sering digunakan, lagu ini jadi terasa seperti pilihan aman yang kurang segar.
5. “On the Nature of Daylight” – Max Richter
Berbeda dengan lagu lain di daftar ini, karya instrumental ini sering dipakai untuk adegan emosional yang berat. Musiknya yang melankolis dan penuh perasaan memang sangat efektif untuk membuat penonton tersentuh. Sekali digunakan, dampaknya bisa sangat kuat.
Namun, karena terlalu sering dijadikan “senjata utama” untuk adegan sedih, lagu ini mulai terasa repetitif. Bisa didengar di Shutter Island (2010), Arrival (2016), hingga serial The Last of Us. Akibatnya, lagu ini terasa seperti trik instan untuk memancing emosi, bukan lagi pilihan yang segar.
Lagu-lagu jadul ini memang punya kualitas luar biasa dan layak disebut ikonik. Namun, ketika digunakan terlalu sering tanpa inovasi, kesan spesialnya bisa memudar. Dari lima lagu ini, mana yang paling membuatmu merasa “Duh, ini lagi!” saat muncul di film?


















