Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Lagu Klasik Legendaris yang Melahirkan Genre Musik Baru

Black Sabbath
Black Sabbath (facebook.com/Black Sabbath)
Intinya sih...
  • “Rapper’s Delight” – Sugarhill Gang (Hip-Hop) - Lagu hip-hop pertama yang meledak secara komersial. - Memperkenalkan konsep MC dan rap ke pasar global. - Membuka pintu bagi budaya freestyle dan battle rap.
  • “Funky Drummer” – James Brown (Funk) - Break drum ikonik yang sering di-sample dalam musik modern. - Fondasi utama musik funk dan budaya sampling di era hip-hop. - Pengaruhnya terasa di berbagai genre musik.
  • “Black Sabbath” – Black Sabbath (Heavy Metal) - Menjadi blueprint heavy metal dengan tema lirik suram dan distorsi gitar berat. - Banyak band metal generasi berikutnya terinspirasi dari lagu ini.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam sejarah musik, ada beberapa lagu yang bukan cuma sukses atau populer, tapi benar-benar mengubah arah perkembangan musik. Lagu-lagu ini muncul di waktu yang tepat, membawa pendekatan baru dan cara bermusik yang belum pernah terdengar sebelumnya. Hasilnya adalah lahirnya genre baru yang kemudian diikuti banyak musisi lain.

Menariknya, banyak dari lagu ini awalnya terdengar aneh, berbeda, bahkan sempat dianggap tidak biasa oleh pendengar zamannya. Namun, justru karena keberanian itulah mereka membuka jalan bagi aliran musik baru, seperti hip-hop, heavy metal, sampai Britpop. Berikut lagu klasik legendaris yang bukan cuma hits, tapi juga jadi titik awal lahirnya genre musik baru.

1. “Rapper’s Delight” – Sugarhill Gang (Hip-Hop)

Di akhir era 1970-an, musik disko mulai terasa jenuh di telinga banyak orang. Saat itulah Sugarhill Gang merilis “Rapper’s Delight” yang mengambil groove dari “Good Times” milik Chic, lalu menambahkan rap panjang di atas beat dansa tersebut. Konsep orang berbicara ritmis di atas musik saat itu terdengar asing bagi publik luas, tapi justru di situlah revolusinya dimulai.

Lagu ini jadi salah satu rekaman hip-hop pertama yang meledak secara komersial. Secara teknis, gaya rap di lagu ini masih tergolong sederhana jika dibandingkan rapper modern. Namun kekuatannya ada pada energi, flow panjang, dan nuansa pesta yang terasa lepas.

Lagu ini memperkenalkan konsep MC dan rap ke pasar global, sekaligus membuka pintu bagi budaya freestyle dan battle rap. Dari satu track ini, hip-hop berkembang jadi salah satu genre paling dominan di dunia.

2. “Funky Drummer” – James Brown (Funk)

James Brown sering dijuluki sebagai Godfather of Soul, tapi pengaruhnya terhadap funk dan hip-hop juga luar biasa besar. “Funky Drummer” dikenal karena break drum ikonik yang dimainkan Clyde Stubblefield. Potongan drum ini kemudian menjadi salah satu sample paling sering dipakai dalam musik modern. Dari hip-hop, R&B, sampai musik elektronik, jejaknya ada di mana-mana.

Struktur lagunya memberi ruang besar pada groove dan ritme, bukan sekadar melodi. Lagu ini menjadi fondasi utama musik funk dan budaya sampling di era hip-hop. Banyak produser mengambil potongan beat-nya untuk membangun lagu baru. Bisa dibilang, tanpa lagu ini, musik berbasis beat mungkin akan sangat berbeda.

3. “Black Sabbath” – Black Sabbath (Heavy Metal)

Saat kebanyakan band rock masih bermain dengan tema cinta dan kebebasan, Black Sabbath datang dengan nuansa gelap dan mencekam. Lagu “Black Sabbath” dibuka dengan riff berat dan atmosfer menyeramkan yang sangat berbeda dari musik rock populer saat itu. Suaranya lambat dan terasa mengancam yang kemudian menjadi blueprint heavy metal.

Tema lirik yang suram, distorsi gitar yang berat, dan tempo yang menghantam membuat lagu ini terasa seperti genre baru. Banyak band metal generasi berikutnya mengakui pengaruh besar dari track ini. Dari doom metal sampai thrash metal, akarnya bisa ditarik ke eksperimen awal Black Sabbath. Lagu ini membuktikan bahwa sisi gelap dalam musik juga bisa jadi gerakan besar.

4. “There She Goes” – The La’s (Britpop)

“There She Goes” terdengar ringan, cerah, dan sangat melodis. Saat dirilis, dunia musik Inggris belum memasuki era Britpop, tapi lagu ini sudah membawa rasa yang nantinya jadi ciri khas genre tersebut. Penulisan lagunya kuat, hook-nya catchy, dan aransemen gitarnya sederhana, tapi efektif. Banyak musisi Inggris generasi 90-an terinspirasi dari pendekatan ini.

Walau The La’s tidak punya banyak rilisan besar, lagu ini menjadi template bagi band Britpop seperti Oasis, Blur, dan Cast. Fokus pada melodi kuat dan nuansa pop Inggris terasa jelas di sini. Lagu ini menunjukkan bahwa tidak semua revolusi genre harus terdengar keras, kadang cukup dengan penulisan lagu yang sangat solid dan jujur.

5. “Tomorrow Never Knows” – The Beatles (Psychedelic Rock)

Jika ingin mencari awal suara psychedelic rock yang benar-benar matang, banyak orang menunjuk ke lagu ini. The Beatles bereksperimen dengan tape loop, efek vokal, suara terbalik, dan tekstur audio yang tidak biasa. “Tomorrow Never Knows” terdengar seperti perjalanan mental, bukan sekadar lagu pop. Pendekatannya revolusioner untuk pertengahan 1960-an.

Terinspirasi dari pemikiran Timothy Leary, lagu ini mengubah cara studio dipakai sebagai instrumen. Produser dan musisi mulai berani memanipulasi suara secara ekstrem. Setelah lagu ini, musik psychedelic berkembang pesat dan memengaruhi rock, elektronik, hingga musik eksperimental. Lagu ini adalah bukti bahwa inovasi bisa melahirkan genre baru.

Lagu-lagu di atas bukan hanya enak didengar, tapi juga jadi titik balik penting dalam sejarah musik dunia. Dari semua lagu legendaris ini, mana yang menurutmu paling layak disebut sebagai pencipta genre paling berpengaruh?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

5 Film Romance Klasik Jepang yang Masuk Koleksi Criterion

15 Feb 2026, 12:39 WIBHype