5 Lagu Klise yang Terlalu Sering Dipakai di Film dan Serial

- 'Fortunate Son' — Creedence Clearwater RevivalLagu ini sering muncul di film perang dan kekuasaan, seperti Forrest Gump (1994), War Dogs (2016), dan American Dad! (2005).
- 'Bad to the Bone' — George Thorogood and the DestroyersDipakai saat karakter ingin terlihat keren, seperti di Terminator 2: Judgment Day (1991) dan The Muppets (2011).
- 'Born to Be Wild' — SteppenwolfMuncul di film tentang kebebasan di jalanan, seperti Easy Rider (1969) dan Knight Rider (1982).
Hollywood punya kecenderungan mengulang formula yang sudah terbukti berhasil, termasuk dalam urusan musik. Ketika satu lagu sukses menciptakan momen ikonik di sebuah film, lagu itu sering dijadikan jalan pintas untuk film dan serial berikutnya. Akibatnya, penonton bahkan bisa menebak jenis adegan hanya dari beberapa detik pertama lagu yang diputar.
Sayangnya, strategi ini sering berbalik arah. Lagu yang awalnya kuat dan bermakna justru terasa seperti template adegan yang terlalu mudah ditebak. Berikut ini adalah lagu-lagu yang saking seringnya dipakai di film dan serial, sampai akhirnya terasa klise.
1. 'Fortunate Son' — Creedence Clearwater Revival
'Fortunate Son' hampir selalu muncul saat film ingin menekankan ironi perang dan kekuasaan. Lagu ini paling melekat lewat Forrest Gump (1994), saat Forrest dan Bubba duduk di helikopter menuju Vietnam. Sejak adegan itu, lagu ini ikut muncul di film lain seperti War Dogs (2016), Suicide Squad (2016), dan Live Free or Die Hard (2007).
Tak cuma film, serial animasi dan komedi juga sering memakainya, seperti American Dad! (2005) dan What We Do in the Shadows (2019). Menariknya, meski identik dengan perang Vietnam, banyak film Vietnam klasik seperti Platoon(1986) atau Full Metal Jacket (1987) justru tidak menggunakan lagu ini sama sekali.
2. 'Bad to the Bone' — George Thorogood and the Destroyers
Jika sebuah karakter ingin terlihat keren dan sangar, tapi agak berlebihan, 'Bad to the Bone' hampir selalu jadi pilihan. Lagu ini melekat kuat lewat adegan ikonik di Terminator 2: Judgment Day (1991), saat Arnold Schwarzenegger tampil penuh gaya dengan jaket kulit dan motor. Adegan itu begitu berpengaruh sampai lagu ini terus dipakai ulang di film lain.
Kita bisa menemukannya di Joe Dirt (2001), Lethal Weapon (1987), Megamind (2010), hingga The Muppets (2011). Karena sering dipakai di film komedi dan animasi, aura berbahaya lagu ini berubah jadi humor. Sekarang, begitu lagu ini terdengar, penonton lebih siap tertawa daripada merasa terintimidasi.
3. 'Born to Be Wild' — Steppenwolf
'Born to Be Wild' nyaris tak bisa dilepaskan dari citra kebebasan di jalanan sejak dipakai dalam Easy Rider (1969). Adegan motor melaju di padang pasir dengan lagu ini terasa begitu ikonik, seolah lagu tersebut memang dibuat khusus untuk film itu. Padahal, lagu ini dirilis setahun sebelumnya pada 1968.
Setelah itu, 'Born to Be Wild' muncul berkali-kali di film dan serial seperti The Wonder Years (1988), Miami Vice (1984), Knight Rider (1982), hingga Doogie Howser, M.D. (1989). Lagu ini sering digunakan dalam komedi yang membuat kesan liarnya terasa makin jinak dan aman, bukan pemberontakan yang sesungguhnya.
4. 'Stayin’ Alive' — Bee Gees
Tak ada lagu yang lebih identik dengan opening film selain 'Stayin’ Alive' di Saturday Night Fever (1977). Adegan John Travolta berjalan menyusuri Brooklyn dengan irama disco ini langsung melekat dalam sejarah pop culture. Sejak itu, lagu ini terus dipakai ulang di berbagai film dan serial lintas genre.
Beberapa contohnya termasuk Grey’s Anatomy (2005), Glee (2009), Madagascar (2005), The Secret Life of Pets (2016), hingga Sherlock (2010). Bahkan lagu ini sempat muncul di film sci-fi yang nyaris terlupakan, Virtuosity (1995). Karena terlalu sering digunakan, 'Stayin’ Alive' kini terasa lebih seperti simbol instan ketimbang elemen cerita yang benar-benar penting.
5. 'Low Rider' — War
'Low Rider' mungkin tidak seikonik lagu lain dalam daftar ini, tapi justru itu yang membuatnya sering lolos dan dipakai berulang kali. Lagu ini muncul di film seperti Up in Smoke (1978), Friday (1995), Dazed and Confused (1993), Beverly Hills Ninja (1997), hingga A Knight’s Tale (2001), biasanya untuk adegan santai.
Dengan nuansa funk yang ringan dan sedikit kocak, 'Low Rider' sering dipakai untuk menciptakan suasana fun tanpa beban emosional besar. Namun karena sudah terlalu sering digunakan, lagu ini kini terasa seperti musik latar default untuk adegan cool tapi aman. Tetap enak didengar, tapi jarang lagi terasa segar.
Lagu-lagu ini membuktikan bahwa pilihan musik bisa membentuk cara kita mengingat sebuah film. Namun ketika dipakai terlalu sering dengan formula sama, bahkan lagu legendaris pun bisa kehilangan daya magisnya. Nah, mana yang menurutmu paling terasa klise saat tiba-tiba muncul di film atau serial favoritmu?


















