Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Lagu Kristen dari Kidung Jemaat untuk Mengenang Wafat Yesus Kristus

9 Lagu Kristen dari Kidung Jemaat untuk Mengenang Wafat Yesus Kristus
Potret patung Yesus Kristus tersalib untuk menebus dosa manusia (pexels.com/Yura Forrat)
Intinya Sih
  • Umat Kristen dapat mengenang peristiwa kematian Yesus Kristus di kayu salib melalui nyanyian di buku lagu seperti Kidung Jemaat.

  • Kidung Jemaat memiliki rumpun "Sengsara Yesus dan Jumat Agung" yang memuat lagu-lagu gerejawi untuk merenungkan kembali peristiwa penyaliban Yesus di bukit Golgota.

  • Lagu-lagu seperti Kidung Jemaat 167 - "Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu" sampai Kidung Jemaat 183 - "Menjulang Nyata Atas Bukit Kala" sarat akan makna.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Peristiwa wafat Yesus Kristus atau yang juga dikenal Jumat Agung merupakan salah satu hari yang amat sakral bagi umat beragama Kristen di seluruh dunia. Setiap tahunnya, hari itu diperingati untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang rela mati di kayu salib demi menghapuskan dosa umat manusia.

Mengingat begitu sakralnya hari tersebut, tentunya umat Kristen dapat menghayati peristiwa kematian Yesus Kristus dengan melantunkan nyanyian dari buku lagu seperti Kidung Jemaat. Nah, ini dia beberapa pilihan lagu Kristen dari Kidung Jemaat untuk mengenang wafat Yesus Kristus.

Table of Content

1. Kidung Jemaat 166 - Tersalib dan Sengsara

1. Kidung Jemaat 166 - Tersalib dan Sengsara

Potret patung Yesus Kristus tersalib untuk menebus dosa manusia
Potret patung Yesus Kristus tersalib untuk menebus dosa manusia (pexels.com/SHOX ART)

Kidung Jemaat 166 menjadi salah satu lagu yang masuk dalam rumpun "Sengsara Yesus dan Jumat Agung" dalam Kidung Jemaat. Melalui liriknya, lagu ini ingin mengajak umat manusia merenungkan pengampunan dosa dari Tuhan Yesus, meski Ia harus sengsara dan tersalib di kayu salib.

Berikut isi lirik lagu Kidung Jemaat 166 - "Tersalib dan Sengsara":

1. Tersalib dan sengsara Kau, Yesus, Tuhanku,
terkulai menderita akibat salahku; dengan hati yang pilu,
sedih tak terperi kulihat siksaan-Mu yang dashyat dan keji.

2. Alam berdukacita dan langit menggelap saksikan Putra Allah
membuat Firman g'nap; ditanggung s'gala siksa
yang sakit dan pedih demi tebusan dosa manusia di bumi.

3. Tertumpah darah Yesus di bukit Kalvari;
dipikul dengan tulus durhaka insani.
Bertobatlah, manusia, memohon ampun-Nya,
Supaya disucikan di dalam darah-Nya!

2. Kidung Jemaat 167 - Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu

Lagu berjudul "Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu" berisi tentang ungkapan refleksi seorang umat terhadap pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Ungkapan tersebut muncul karena sebagai manusia menyadari bahwa Tuhan melakukan pengorbanan atas dasar kasih yang besar.

Ini sejumlah lirik dalam Kidung Jemaat 167 - "Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu":

1. Yesus, Tuhanku, apakah dosa-Mu, hingga hukuman bagi-Mu berlaku?
Durhaka apa sudah dituduhkan pada-Mu Tuhan?

2. Kau didera, dihina kaum prajurit, Kau dicerca, dib'ri mahkota duri
dan minum-Mu pada kayu salib anggur yang pahit.

3. Apa sebabnya Kauterima siksa? Tak lain kar'na dosa manusia:
aku sendiri dan kesalahanku jadi beban-Mu!

4. Siapa menduga jalan hukum ini: bahwa Gembala mengurbankan diri,
jadi tebusan domba yang bersalah terhadap Allah.

5. Kau harus mati walau tak berdosa, orang bersalah hidup dan sentosa.
Bebaslah kami yang t'lah mengaminkan Kau disalibkan.

6. Kasih sempurna, rahmat tak terhingga, Kau menjalani siksa maut hina.
Aku terbawa dunia sukacita, kau menderita!

7.  Raja abadi, apa kulakukan, agar kasih-Mu dapat kumasyhurkan?
Apa yang layak aku persembahkan jadi imbalan?

8. Tiada yang sanggup untuk mengimbangi rahmat kasih-Mu suci dan ilahi.
Baik berusaha maupun beribadah, takkan setara!

9. Namun yang tinggal berkenan pada-Mu hanyalah bila kusalibkan nafsu;
hati yang hancur yang hendak bertobat tidak Kautolak.

10. Kar'na 'ku tahu aku tak berkuasa dan agar jangan aku putus asa,
b'ri Roh Kudus-Mu memerintah aku ikut jejak-Mu!

11. Jadikan daku taat dan setia demi nama-Mu yang mahamulia,
agar kupikul salib-Mu ke muka tanpa berduka.

12. Walau karyaku tak bersifat jasa, namun, ya Tuhan, Kau senantiasa
mau menerima persembahan hati dan Kauberkati.

13. Ya Tuhan Yesus yang di takhta Allah, Kau yang terpuji untuk selamanya;
aku pun ikut memberi selalu syukur pada-Mu!

3. Kidung Jemaat 169 - Memandang Salib Rajaku

Lagu "Memandang Salib Rajaku" dalam Kidung Jemaat 169 mengajak umat untuk merenungkan makna karya penebusan Yesus Kristus melalui peristiwa penyaliban serta menyadari tak ada yang lebih besar selain kasih Tuhan kepada manusia.

Adapun lirik lagu Kidung Jemaat 169 - "Memandang Salib Rajaku", antara lain:

1. Memandang salib Rajaku yang mati untuk dunia,
kurasa hancur congkakku dan harta hilang harganya.

2. Tak boleh aku bermegah selain di dalam salib-Mu;
kubuang nikmat dunia demi darah-Mu yang kudus.

3. Berpadu kasih dan sedih mengalir dari luka-Mu;
mahkota duri yang pedih menjadi keagungan-Mu.

4. Melihat darah luka-Nya membalut tubuh Tuhanku,
'ku mati bagi dunia dan dunia mati bagiku.

5. Andaikan jagad milikku dan kuserahkan pada-Nya,
tak cukup bagi Tuhanku diriku yang diminta-Nya.

4. Kidung Jemaat 170 - Kepala yang Berdarah

Potret patung Yesus Kristus tersalib untuk menebus dosa manusia
Potret patung Yesus Kristus tersalib untuk menebus dosa manusia (pexels.com/Erik Mclean)

Kidung Jemaat 170 berjudul "Kepala yang Berdarah" membawa umat berkontemplasi atas penderitaan yang Tuhan Yesus rasakan saat prosesi penyaliban terjadi. Lagu ini sering dilantunkan dalam ibadah khusus memeringati wafat Yesus Kristus.

Selengkapnya, berikut isi lirik lagu Kidung Jemaat 170 - "Kepala yang Berdarah":

1. Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih,
penuh dengan sengsara dan luka yang pedih,
meski mahkota duri menghina harkat-Mu,
Kau patut kukagumi: terima hormatku.

2. O wajah yang mulia, yang patut di sembah
dan layak menerima pujian dunia, sekarang diludahi,
dihina, dicerca, disiksa, dilukai yang salah siapakah?

3. Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;
dosaku t'lah Kaugantung di kayu salib-Mu.
O, kasihani daku yang harus dicela;
Ampunilah hamba-Mu, beri anugerah!

4. Gembala yang setia terima domba-Mu!
Kau Sumber bahagia Penuntun hidupku.
Sabda-Mu t'lah membuka karunia tak terp'ri
Dan nikmat dari sorga padaku Kauberi.

5. Syukur sebulat hati kub'rikan pada-Mu,
ya Yesus yang t'lah mati demi selamatku.
Hendaklah 'ku terhibur dengan tuntunan-Mu:
Pada-Mu 'kuberlindung di akhir hayatku.

6. Di saat aku mati, Kau tinggalah serta;
di pintu maut nanti, ya Tuhan, datanglah!
Di kala kecemasan menghimpit hatiku,
Berilah kekuatan berkat sengsara-Mu.

7. Engkaulah perlindungan di saat ajalku;
salib-Mulah, ya Tuhan, penghibur anak-Mu
dan wajah-Mu kupandang dengan iman teguh.
Berbahagia orang yang mati dalam-Mu.

5. Kidung Jemaat 173 - Siapa Tergantung di Salib di Sana

"Siapa Tergantung di Salib di Sana" berisi perenungan tentang penderitaan yang dialami Tuhan Yesus di kayu salib. Lagu ini menjelaskan, Tuhan Yesus memiliki kasih yang besar kepada umat-Nya, sehingga Ia rela menanggung sengsara dengan berkorban di kayu salib demi menebus dosa manusia.

Berikut sejumlah lirik dalam Kidung Jemaat 173 - "Siapa Tergantung di Salib di Sana":

1. Siapa tergantung di salib di sana,
tertimpa siksaan dan bencana,
penuh dengan luka, dirundung hukuman?
Apakah yang sudah dituduhkan?

2. Di salib di sana, menanggung sengsara,
tergantunglah Anak domba Allah.
Tiada salah-Nya selain mengasihi,
dan itu ditolak dunia ini.

3. Jikalau kasih-Nya sempurna sejati,
mengapakah Ia harus mati?
Mengapakah Ia menyangkal diri-Nya
sehingga dipandang hina dina?

4. Upah-Nya yaitu pahala sentosa
yang datang dengan tebusan dosa.
Curahan darah-Nya menutup semua;
o lihat nestapa dan bilur-Nya!

5. Ya Yesus, ya Tuhan yang maharahmani,
kasih-Mu tak dapat diimbangi!
Di sorga, di bumi, terima kiranya
pujian dan hormat selamanya!

6. Kidung Jemaat 175 - Penebusku Disalib

Melalui liriknya, Kidung Jemaat 175 berjudul "Penebusku Disalib" menuntun umat merefleksikan penebusan dosa dan pengampunan yang diberikan Tuhan Yesus melalui peristiwa penyaliban. Lagu ini pun menjadi ajakan bagi umat percaya untuk tetap setia dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Inilah lirik lagu Kidung Jemaat 175 - "Penebusku Disalib":

1. Penebusku disalib dalam nista dan sengsara.
Putra Allah, hilangkah kuasa-Mu dan kemuliaan-Mu?

2. Penebusku disalib menghapuskan hukumanku,
agar aku diberi anugerah, hidup oleh mati-Nya.

3. Penebusku disalib. Biar aku pun setia bagi Dia!
Oleh kematian-Nya aku dibangkitkan-Nya.

4. Penebusku disalib. Apa pantas 'ku mengaduh
disusahku? Dibandingkan salib-Nya, pikulanku ringanlah.

5. Penebusku disalib. Hidup-matiku, ya Tuhan, kuserahkan:
Dalam suka-dukaku 'ku tetap bersama-Mu!

7. Kidung Jemaat 177 - Golgota, Tempat Tuhanku Disalib

Potret patung Yesus Kristus tersalib untuk menebus dosa manusia
Potret patung Yesus Kristus tersalib untuk menebus dosa manusia (pexels.com/Lee Mills)

Lirik lagu "Golgota, Tempat Tuhanku Disalib" mengingatkan umat bahwa peristiwa penyaliban Yesus Kristus di bukit Golgota merupakan bentuk kasih Tuhan kepada dunia. Melalui pengorbanan-Nya itulah manusia mendapatkan kedamaian dan keselamatan, sehingga umat diajak untuk memuji Tuhan selamanya.

Lebih jelasnya, berikut sejumlah isi lirik lagu Kidung Jemaat 177 - "Golgota, Tempat Tuhanku Disalib":

1. Golgota, tempat Tuhanku disalib dan dicela,
agar dunia damai pula dengan Allah, Khaliknya.
Dari sanalah mengalir sungai kasih kurnia
Bagi orang yang berdosa, yang memandang Golgota.

2. O samud'ra kasih Allah: Bagi isi dunia
diberi-Nya Putra Tunggal, agar kita s'lamatlah!
Yesus, Jalan, Kebenaran, Sumber Hidup yang baka,
t'lah berkurban bagi kita pada salib Golgota.

3. Mari kita muliakan cinta kasih Penebus:
Dosa kita Dia hapus dengan darah yang kudus.
Ia taat sampai mati pada salib Golgota.
Kita hidup oleh Dia: Puji Tuhan s'lamanya!

8. Kidung Jemaat 179 - Yesus, Kau Kehidupanku

Lebih dari sekadar nyanyian biasa, Kidung Jemaat 179 berjudul "Yesus, Kau Kehidupanku" mengajak umat untuk bersyukur atas penghapusan dosa, keselamatan, serta hidup baru yang diberikan Yesus Kristus melalui penderitaan dan pengorbanan-Nya di kayu salib.

Adapun lirik lagu Kidung Jemaat 179 - "Yesus, Kau Kehidupanku", antara lain:

1. Yesus, Kau kehidupanku, Kau penumpas mautku;
pada salib Kau dipaku sampai mati gantiku;
agar aku mendapati hidup baru yang abadi.
Syukur hati tak henti kepada-Mu kuberi.

2. Yesus, Kau telah memikul fitnah, siksa terbesar;
Kau ditambat dan dipukul, walau hidup-Mu benar,
Agar aku tak binasa, s'lamat dari rantai dosa.
Syukur hati tak henti kepada-Mu kuberi.

3. Tinggi hatiku t'lah pupus oleh kelembutan-Mu;
oleh mati-Mu Kauhapus rasa pahit matiku.
Oleh nista yang Kautanggung 'ku yang hina jadi agung.
Syukur hati tak henti kepada-Mu kuberi.

4. T'rima kasih, Jurus'lamat, atas pengorbanan-Mu:
atas sakit-Mu yang sangat, atas pahit mati-Mu.
Atas luka, atas bilur, atas salib yang Kaupikul
Syukur hati tak henti kepada-Mu kuberi.

9. Kidung Jemaat 183 - Menjulang Nyata Atas Bukit Kala

Lagu Kidung Jemaat 183 dengan judul "Menjulang Nyata Atas Bukit Kala" menjadi salah satu lagu populer yang sering dinyanyikan pada ibadah peringatan wafat Yesus Kristus. Lirik lagu ini menggambarkan penyaliban Tuhan Yesus di bukit Kalvari telah menghapuskan dosa manusia, sehingga umat mendapatkan keselamatan dan harapan baru melalui pengorbanan-Nya.

Ini dia lirik lagu Kidung Jemaat 183 - "Menjulang Nyata Atas Bukit Kala":

1. Menjulang nyata atas bukit kala
t'rang benderang salib-Mu, Tuhanku.
Dari sinarnya yang menyala-nyala
memancar kasih agung dan restu.
Seluruh umat insan menengadah
ke arah cahya kasih yang mesra.
Bagai pelaut yang karam merindukan
di ufuk timur pagi merekah.

2. Salib-Mu, Kristus, tanda pengasihan
mengangkat hati yang remuk redam
membuat dosa yang tak terperikan
di lubuk cinta Tuhan terbenam.
Di dalam Tuhan kami balik lahir,
insan bernoda kini berseri,
Teruras darah suci yang mengalir
di salib pada bukit Kalvari.

Beberapa pilihan lagu Kristen dari Kidung Jemaat di atas memiliki makna tentang kasih dan pengorbanan besar Tuhan untuk memberikan keselamatan kepada manusia. Dari kumpulan lagu tersebut, adakah yang sangat kamu sukai?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More