Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Lagu Legendaris yang Gagal Menang Grammy, Ada Favoritmu?

Madonna dan The Beatles.
Madonna (facebook.com/Madonna) | The Beatles (facebook.com/The Beatles)
Intinya sih...
  • “I Want to Hold Your Hand” – The Beatles
  • Popularitas dan pengaruhnya jauh melampaui banyak lagu pemenang di era yang sama.
  • “Endless Love” – Diana Ross & Lionel Richie
  • Kegagalan itu sama sekali tidak menghalangi statusnya sebagai lagu cinta klasik.
  • “(I Can’t Get No) Satisfaction” – The Rolling Stones
  • Pengaruhnya terhadap musik rock hampir tak terbantahkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Grammy sering dianggap sebagai puncak pengakuan tertinggi di industri musik. Namun, sejarah membuktikan bahwa tidak semua lagu hit dan berpengaruh berhasil membawa pulang piala emas tersebut. Bahkan, beberapa lagu paling ikonik sepanjang masa justru pulang dengan tangan kosong meski dampaknya luar biasa.

Fakta ini membuktikan satu hal penting bahwa penghargaan bukan satu-satunya tolok ukur keabadian sebuah lagu. Popularitas lintas generasi, pengaruh budaya, dan relevansi emosional sering kali jauh lebih kuat daripada sekadar trofi. Berikut delapan lagu legendaris yang gagal menang Grammy, tapi justru abadi dalam sejarah musik.

1. “I Want to Hold Your Hand” – The Beatles

Lagu ini menjadi salah satu titik awal Beatlemania di Amerika Serikat dan mengubah arah musik pop dunia. “I Want to Hold Your Hand” berhasil memperkenalkan The Beatles ke audiens global dan membuka jalan bagi British Invasion. Melodinya sederhana, namun penuh energi dan mudah melekat di kepala.

Meski dinominasikan sebagai Record of the Year, lagu ini gagal membawa pulang Grammy. Keputusan tersebut kini sering dianggap sebagai salah satu kesalahan klasik Grammy. Popularitas dan pengaruhnya jauh melampaui banyak lagu pemenang di era yang sama.

2. “Endless Love” – Diana Ross & Lionel Richie

Kolaborasi romantis ini menjadi salah satu lagu cinta paling terkenal sepanjang masa. “Endless Love” mendominasi tangga lagu dan kerap diputar ulang dalam berbagai film, pernikahan, hingga acara nostalgia. Chemistry Diana Ross dan Lionel Richie terasa begitu kuat dan emosional.

Walau mendapat banyak nominasi Grammy, lagu ini tak pernah menang. Namun, kegagalan itu sama sekali tidak menghalangi statusnya sebagai lagu cinta klasik. Hingga kini, “Endless Love” tetap menjadi simbol balada romantis era 80-an.

3. “(I Can’t Get No) Satisfaction” – The Rolling Stones

Riff gitar pembuka lagu ini adalah salah satu yang paling dikenal dalam sejarah musik rock. “Satisfaction” merepresentasikan semangat pemberontakan dan keresahan generasi muda pada masanya. Lagu ini membantu membentuk identitas The Rolling Stones sebagai band rock yang berani dan edgy.

Ironisnya, lagu sebesar ini tak pernah memenangkan Grammy. Padahal, pengaruhnya terhadap musik rock hampir tak terbantahkan. Kasus ini kembali menegaskan bahwa dampak budaya sering kali lebih penting daripada penghargaan resmi.

4. “Thriller” – Michael Jackson

Album Thriller mencetak sejarah dengan memborong tujuh Grammy pada 1984. Namun, lagu utamanya yang paling ikonik justru tidak termasuk dalam daftar pemenang. Padahal, “Thriller” dikenal lewat video klip revolusioner berdurasi panjang yang mengubah cara musik dipresentasikan secara visual.

Meski tanpa Grammy, “Thriller” tetap menjadi lagu pop paling berpengaruh sepanjang masa. Lagu ini mendefinisikan era MTV dan mengangkat standar produksi musik ke level baru. Popularitasnya bahkan melampaui penghargaan apa pun.

5. “Jump” – Van Halen

“Jump” menandai perubahan besar dalam karier Van Halen, dari band hard rock menjadi fenomena pop arus utama. Synth riff ikonik Eddie Van Halen membuat lagu ini langsung dikenali sejak detik pertama. Lagu ini juga memperluas jangkauan audiens mereka secara global.

Meski sukses besar secara komersial, “Jump” gagal meraih Grammy. Namun, pengaruhnya terhadap musik rock era 80-an tetap terasa hingga kini. Lagu ini sering dianggap sebagai definisi sound hard rock yang ramah radio.

6. “Like a Prayer” – Madonna

“Like a Prayer” adalah salah satu karya paling berani dalam katalog Madonna. Lagu ini memadukan pop, gospel, dan tema religius dengan cara yang kontroversial namun artistik. Dampaknya sangat besar, baik secara musikal maupun budaya pop.

Anehnya, lagu ini tidak memenangkan Grammy. Padahal, banyak yang menganggapnya sebagai puncak kreativitas Madonna di era awal kariernya. Lagu ini membuktikan bahwa keberanian artistik tak selalu sejalan dengan pengakuan resmi.

7. “Nothing Compares 2 U” – Sinéad O’Connor

Balada emosional ini dikenal luas berkat video klipnya yang intim dan menyayat hati. Lagu ini membawa nama Sinéad O’Connor ke level internasional dan menjadi salah satu lagu patah hati paling ikonik sepanjang masa. Secara musikal, lagu ini sederhana tapi sangat kuat secara emosi.

Meski dinominasikan di beberapa kategori Grammy, O’Connor menarik namanya sebagai bentuk protes terhadap industri musik. Keputusan itu membuat lagu ini gagal menang, namun justru memperkuat citranya sebagai seniman yang teguh pada prinsip.

8. “Smells Like Teen Spirit” – Nirvana

Lagu ini menjadi anthem generasi dan menandai ledakan grunge ke arus utama. “Smells Like Teen Spirit” mengubah industri musik populer di awal 90-an dan membuka jalan bagi band-band alternatif lainnya. Energi mentah dan liriknya terasa jujur serta mewakili keresahan anak muda.

Sayangnya, timing dan selera konservatif pemilih Grammy membuat lagu ini gagal menang. Meski begitu, pengaruhnya jauh lebih besar daripada banyak lagu pemenang Grammy lainnya. Hingga kini, lagu ini masih dianggap sebagai simbol revolusi musik alternatif.

Kisah delapan lagu ini membuktikan bahwa Grammy bukan penentu mutlak kehebatan sebuah karya. Banyak lagu legendaris justru lebih berpengaruh tanpa perlu pengakuan formal. Menurutmu, lagu mana lagi yang seharusnya menang Grammy tapi justru terlewatkan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

Lineup Prambanan Jazz 2026 dan Harga Tiketnya, Ada NIKI!

28 Jan 2026, 10:05 WIBHype