5 Lagu Olivia Rodrigo tentang Perasaan Insecure

- "lacy" menggambarkan perasaan cemburu dan kekaguman yang menyakitkan terhadap sosok lain.
- "brutal" menangkap rasa insecure karena tekanan usia muda, ekspektasi sosial, dan kebutuhan untuk selalu disukai.
- "pretty isn’t pretty" menggambarkan insecurity fisik dan standar kecantikan di era media sosial.
Rasa insecure adalah tema yang hampir selalu hadir dalam musik Olivia Rodrigo. Lewat lirik-liriknya yang jujur dan emosional, Olivia berhasil menangkap perasaan minder, iri, dan ragu pada diri sendiri dengan cara yang relate dengan kehidupan banyak orang, terutama generasi muda.
Yang membuat karya Olivia begitu kuat adalah keberaniannya mengakui perasaan yang sering dianggap buruk, seperti cemburu, merasa kalah, atau membandingkan diri dengan orang lain. Ia tidak mencoba terlihat sempurna, justru menunjukkan bahwa insecurity adalah bagian dari proses tumbuh. Berikut lima lagu Olivia Rodrigo yang menggambarkan rasa insecure.
1. “lacy”
Di lagu “lacy”, Olivia menggambarkan perasaan insecure dengan cara yang halus, tapi menusuk. Lagu ini terdengar seperti puisi, namun isinya penuh kecemburuan dan kekaguman yang menyakitkan terhadap sosok lain yang terasa lebih segalanya. Olivia tidak membenci orang tersebut sepenuhnya, justru ia membenci dirinya sendiri karena terlalu terobsesi dan merasa kalah.
Menariknya, “lacy” menunjukkan bagaimana pujian bisa terasa seperti ancaman saat rasa percaya diri runtuh. Olivia menyoroti konflik batin antara ingin menjadi versi diri sendiri dan keinginan diam-diam untuk menjadi orang lain. Lagu ini terasa sangat personal, seolah berbicara tentang insecurity yang tidak pernah diucapkan keras-keras, tapi terus hidup di kepala.
2. “brutal”

Berbeda dari "lacy", "brutal" meledak dengan energi marah dan frustrasi. Lagu ini menangkap rasa insecure yang muncul karena tekanan usia muda, ekspektasi sosial, dan kebutuhan untuk selalu disukai. Olivia menyuarakan kelelahan mental saat merasa tidak pernah cukup, meskipun sudah berusaha sekeras mungkin.
Lagu "brutal" terasa seperti teriakan jujur dari seseorang yang muak dengan nasihat klise tentang “menikmati masa muda”. Insecurity di lagu ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga pencapaian dan rasa takut menjadi kegagalan. Lagu ini membuktikan bahwa insecure tidak selalu datang dalam bentuk tangisan, kadang ia hadir sebagai amarah yang meledak-ledak.
3. “pretty isn’t pretty”
Lagu ini mungkin salah satu potret paling jujur tentang insecurity fisik dan standar kecantikan. Olivia menggambarkan bagaimana usaha mengubah penampilan—mulai dari makeup, diet, hingga pakaian—tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah. Selalu ada sesuatu yang terasa kurang saat bercermin.
Lewat “pretty isn’t pretty”, Olivia menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada wajah atau tubuh, melainkan pada sistem yang terus menanamkan standar tidak realistis. Lagu ini terasa sangat relevan di era media sosial, ketika perbandingan terjadi setiap hari. Pesannya sederhana, tapi pahit yakni bahkan setelah menang, rasa insecure bisa tetap bertahan.
4. “jealousy, jealousy”

Jika insecurity punya lagu tema, “jealousy, jealousy” adalah salah satunya. Lagu ini membahas kebiasaan membandingkan hidup sendiri dengan kehidupan orang lain di media sosial. Olivia Rodrigo dengan jujur mengakui rasa iri yang muncul, meski ia tahu secara logis bahwa hidup orang lain tidak lebih baik.
Yang membuat lagu ini kuat adalah kesadarannya akan kontradiksi itu. Olivia tahu bahwa kesuksesan orang lain bukan kegagalannya, tapi perasaan tetap sulit dikendalikan. Lagi “jealousy, jealousy” menggambarkan bagaimana perbandingan bisa perlahan merusak rasa percaya diri dan membuat seseorang ingin menjadi siapa saja selain dirinya sendiri.
5. “drivers license”
Meski sering dianggap lagu patah hati, "drivers license" juga sarat dengan rasa insecure. Sosok perempuan lain yang disebut dalam lagu menjadi simbol dari semua ketakutan dan keraguan diri Olivia. Ia merasa kalah sebelum tahu kenyataannya, hanya karena membandingkan dirinya dengan orang lain.
Lagu ini memperlihatkan bagaimana kehilangan dan insecurity saling berkaitan. Saat cinta berakhir, rasa tidak percaya diri sering ikut muncul, mempertanyakan nilai diri sendiri. Dengan emosi yang tenang namun menyayat, “drivers license” menunjukkan bahwa insecurity bisa muncul di saat kita sedang paling rapuh.
Rasa insecure memang tidak pernah sederhana, dan Olivia Rodrigo berhasil menuangkannya dalam berbagai bentuk emosi. Lagu-lagu ini bukan hanya untuk didengarkan, tapi juga untuk dirasakan dan dipahami. Dari kelima lagu ini, mana yang paling menggambarkan perasaanmu saat membandingkan diri dengan orang lain?



















