Netflix Mundur dari Rencana Akuisisi Warner Bros., Apa Alasannya?

Drama akuisisi raksasa Hollywood. Warner Bros., akhirnya memasuki babak baru. Netflix resmi menarik diri dari proposal pembelian Warner Bros. Discovery (WBD), membuka jalan bagi Paramount Skydance untuk memenangkan pertarungan bernilai sekitar 111 miliar dolar AS.
Keputusan ini menutup negosiasi panjang yang telah berlangsung berbulan-bulan dan memicu spekulasi besar soal masa depan industri film global. Kini, arah Hollywood bisa berubah drastis, tergantung bagaimana regulator menyikapi langkah berikutnya.
1. Pihak Netflix kurang sreg dengan bid terbaru Warner Bros.

Pada Desember lalu, WBD sempat menyetujui tawaran Netflix untuk sebagian asetnya dalam kesepakatan bernilai sekitar 82 miliar dolar AS termasuk utang. Kala itu, harga masih dianggap rasional dan strategis bagi ekspansi Netflix di sektor studio dan streaming.
Namun situasi berubah ketika Paramount mengajukan proposal tandingan yang lebih agresif. Tawaran terbaru mereka mencapai 31 dolar AS per saham secara tunai, lebih tinggi dibanding proposal Netflix sebesar 27,75 dolar AS per saham yang hanya mencakup bisnis studio dan streaming.
CEO bersama Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menyatakan bahwa perusahaan memilih untuk tetap disiplin secara finansial.
"Transaksi yang kami negosiasikan akan menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan jalur yang jelas menuju persetujuan regulasi. Namun, kami selalu disiplin," jelas mereka seperti dilansir BBC, Jumat (27/2/2026).
Mereka menegaskan bahwa awalnya transaksi ini adalah "hal yang bagus untuk dimiliki" jika harganya tepat, bukan sesuatu yang wajib dikejar berapa pun nilainya. Ketika harga dianggap tak lagi menarik secara finansial, Netflix memilih mundur daripada memaksakan diri.
2. CEO WBD mengapresiasi proses negosiasi Netflix

Keputusan Netflix mundur menutup rangkaian negosiasi panjang yang diwarnai revisi penawaran dari kedua belah pihak. Meski tak berujung kesepakatan, CEO Warner Bros. Discovery, David Zaslav, menyampaikan apresiasi atas proses yang telah berjalan.
"Netflix adalah perusahaan yang hebat dan sepanjang proses ini, Ted, Greg, Spence dan semua pihak di sana menjadi mitra yang luar biasa bagi kami. Kami mendoakan yang terbaik untuk mereka ke depan," ujar Zaslav mengutip The Hollywood Reporter, Jumat (27/2/2026).
Zaslav juga menegaskan bahwa dewan direksi kini melihat merger dengan Paramount sebagai opsi yang menciptakan nilai besar bagi pemegang saham.
"Setelah dewan kami menyetujui perjanjian merger dengan Paramount, hal ini akan menciptakan nilai besar bagi pemegang saham kami. Kami antusias dengan potensi penggabungan Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery," katanya.
3. Namun, akuisisi Warner Bros. dengan Paramount belum final

Meski Paramount kini berada di posisi terdepan, prosesnya belum sepenuhnya selesai. Potensi merger ini masih harus melewati pengawasan regulator di Amerika Serikat dan Eropa.
Jaksa Agung California, Rob Bonta menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung. Ia menyebut industri hiburan sebagai sektor vital bagi ekonomi California dan memastikan bahwa penggabungan dua raksasa ini akan ditinjau secara ketat.
"Kedua raksasa Hollywood ini belum lolos pengawasan regulasi. Departemen Kehakiman California sedang melakukan investigasi terbuka, dan kami bermaksud untuk bersikap tegas dalam peninjauan kami," tulisnya dalam sebuah unggahan di media sosial.
Selain Departemen Kehakiman California, Paramount juga membutuhkan persetujuan dari regulator federal AS serta otoritas persaingan usaha di Eropa. Artinya, meski Netflix sudah mundur dari arena, pertarungan sesungguhnya kini berpindah ke meja regulator.










![[QUIZ] Member BTS yang Serasi Jadi Pasanganmu Berdasarkan Tipe Cowokmu](https://image.idntimes.com/post/20260226/1768358577_018e29584dc4673e7d43_89857d65-c02a-4f27-af66-487e2a086bfa.jpeg)






