5 Lagu Populer yang Dituduh Menjiplak Karya Musisi Lain

- Lagu populer sering dituduh menjiplak karya musisi lain karena kesamaan struktur chord, potongan melodi, dan feel lagunya.
- Kasus tuduhan menjiplak bisa berakhir damai dengan pembagian kredit penulisan lagu, seperti yang terjadi pada lagu "Creep" dari Radiohead.
- Era internet dan mashup cepat memicu perubahan kredit resmi, seperti yang terjadi pada lagu "good 4 u" milik Olivia Rodrigo.
Industri musik sering terasa seperti ruang kreativitas tanpa batas, tapi kenyataannya tidak selalu sesederhana itu. Banyak lagu populer yang jadi hit besar justru terseret kontroversi karena dianggap terlalu mirip dengan karya yang sudah ada sebelumnya. Kadang hanya progresi chord, kadang pola melodi, kadang juga feel lagunya yang dinilai terlalu dekat.
Menariknya, tuduhan menjiplak di dunia musik tidak selalu berujung perang terbuka. Ada yang diselesaikan secara damai, ada yang sampai ke pengadilan, dan ada juga yang berakhir dengan penambahan kredit penulis lagu. Berikut beberapa lagu populer yang sempat dituding menjiplak karya musisi lain, mulai dari Radiohead hingga Olivia Rodrigo.
1. “Creep” — Radiohead
Lagu “Creep” dari Radiohead adalah salah satu anthem paling ikonik era 90-an, dengan nuansa rapuh dan lirik penuh rasa minder. Vokalis Thom Yorke pernah menyebut lagu ini terinspirasi dari obsesi sepihaknya pada seseorang. Saat dirilis, lagunya meledak dan cepat dikenal luas di Inggris dan Amerika. Namun, kesuksesan itu langsung dibarengi masalah hukum.
Pencipta lagu “The Air That I Breathe” yang dipopulerkan oleh The Hollies menilai ada kesamaan struktur chord dan potongan melodi. Kasus ini berakhir damai dengan pembagian kredit penulisan lagu. Menariknya lagi, bertahun-tahun kemudian, lagu “Creep” juga jadi pusat tuduhan lain saat tim Lana Del Rey dinilai membuat lagu yang terlalu mirip, sehingga terjadi negosiasi royalti tertutup.
2. “Stay With Me” — Sam Smith
Balada emosional “Stay With Me” milik Sam Smith menjadi salah satu lagu paling populer pada 2014. Lagu ini menyapu berbagai penghargaan dan diputar di mana-mana. Namun, beberapa pendengar merasa bagian reff-nya terdengar familiar, seperti lagu klasik rock era sebelumnya.
Kemiripan itu mengarah ke “I Won't Back Down” dari Tom Petty. Pihak penerbit lagu Petty menghubungi tim Sam Smith, dan setelah dibandingkan, diakui memang ada kemiripan melodi. Tidak ada gugatan panjang, solusi yang dipilih adalah menambahkan nama penulis lagu asli, termasuk Jeff Lynne, ke kredit resmi. Kasusnya jadi contoh bahwa sengketa musik tidak selalu berakhir panas.
3. “good 4 u” — Olivia Rodrigo
Lagu pop-rock penuh energi “good 4 u” milik Olivia Rodrigo langsung meroket dan menjadi soundtrack patah hati generasi baru. Gaya musiknya yang galak dan sarkastik membuat banyak orang membandingkannya dengan rock alternatif era 2000-an. Perbandingan itu makin ramai setelah netizen membuat mashup viral.
Banyak yang menyorot kemiripan dengan “Misery Business” dari band Paramore. Akhirnya, Rodrigo dan timnya menambahkan Hayley Williams dan Josh Farro sebagai penulis lagu tambahan. Kasus ini menunjukkan bagaimana era internet dan mashup cepat bisa memicu perubahan kredit resmi.
4. “Stairway to Heaven” — Led Zeppelin
Intro gitar akustik “Stairway to Heaven” dari Led Zeppelin adalah salah satu pembuka lagu paling terkenal sepanjang masa. Namun, justru bagian intro inilah yang menjadi sumber kontroversi panjang. Banyak yang menilai pola petikannya sangat mirip dengan lagu instrumental lama.
Lagu yang dimaksud adalah “Taurus” milik band Spirit, ditulis oleh Randy California. Gugatan diajukan oleh ahli warisnya terhadap Jimmy Page dan Robert Plant. Setelah proses hukum bertahun-tahun dan naik banding, pengadilan akhirnya memenangkan Led Zeppelin. Meski begitu, perdebatan di kalangan fans tetap hidup sampai sekarang.
5. “Blurred Lines” — Robin Thicke ft. T.I. & Pharrell Williams
Hit besar “Blurred Lines” dari Robin Thicke, bersama T.I. dan Pharrell Williams, mendominasi tangga lagu dan klub di seluruh dunia. Nuansa funk dan pesta yang kental membuatnya langsung melekat di telinga. Namun, justru feel itulah yang memicu gugatan besar.
Keluarga Marvin Gaye menilai lagunya meniru groove dan nuansa “Got to Give It Up”. Pengadilan setuju bahwa ada kemiripan signifikan,dan para pembuat “Blurred Lines” diperintahkan membayar ganti rugi jutaan dolar. Kasus ini jadi salah satu putusan paling berpengaruh dalam hukum hak cipta musik modern, karena menilai bukan hanya melodi, tetapi juga rasa lagu.
Kontroversi plagiarisme lagu populer selalu menarik karena sering berada di wilayah abu-abu antara inspirasi dan penjiplakan. Kadang mirip karena referensi yang sama, kadang memang terlalu dekat untuk disebut kebetulan. Nah, menurutmu mana kasus yang paling sulit disebut kebetulan?


















