Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Lagu Taylor Swift Bukan tentang Percintaan, Maknanya Dalam!

cuplikan MV 'Shake It Off' - Taylor Swift
cuplikan MV 'Shake It Off' - Taylor Swift (YouTube.com/Taylor Swift)
Intinya sih...
  • "Shake It Off" adalah simbol kepercayaan diri dan pesan untuk tidak terlalu memikirkan opini orang lain.
  • "Mean" membawa pesan tentang ketahanan mental dan bahwa suara negatif tidak akan menentukan masa depan seseorang.
  • "Karma" menggambarkan konsep sebab-akibat dalam hidup dan perayaan kedewasaan emosional.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Taylor Swift sering dikenal sebagai penulis lagu cinta yang jujur dan emosional. Namun, kalau ditelusuri lebih jauh, katalog musiknya jauh lebih luas dari sekadar urusan asmara. Swift juga banyak menulis tentang persahabatan, kritik sosial, hingga perjalanan hidupnya sendiri.

Justru lewat lagu-lagu non romantis inilah sisi Swift yang paling berani dan reflektif sering muncul. Ada yang penuh semangat, ada yang menyindir, dan ada pula yang terasa sangat personal. Berikut tujuh lagu populer Taylor Swift yang sama sekali tidak berfokus pada percintaan, tapi tetap ikonik dan relevan sampai sekarang.

1. “Shake It Off”

“Shake It Off” adalah bentuk perlawanan Taylor Swift terhadap rumor dan gosip yang terus mengikutinya. Lagu ini lahir dari rasa lelah menghadapi komentar publik yang selalu merasa tahu tentang hidupnya. Alih-alih melawan dengan kemarahan, Swift memilih sikap cuek dan menari di atas kritik.

Dengan lirik sederhana dan beat ceria, lagu ini jadi simbol kepercayaan diri. Pesannya jelas, yakni tidak semua opini orang lain layak dipikirkan. “Shake It Off” mengajarkan bahwa terkadang cara terbaik bertahan adalah dengan terus bergerak maju.

2. “Mean”

“Mean” lahir dari pengalaman Taylor Swift menghadapi orang-orang dan kritikus yang meremehkannya di awal karier. Lagu ini menjadi bentuk perlawanan terhadap komentar pedas yang tidak membangun dan sering kali terasa personal. Alih-alih membalas dengan kemarahan, Taylor memilih nada ceria dan lirik penuh sindiran.

Di balik kesan ringan, “Mean” membawa pesan tentang ketahanan mental dan kepercayaan diri. Swift menegaskan bahwa suara negatif tidak akan menentukan masa depan seseorang. Lagu ini terasa seperti pengingat bahwa kesuksesan adalah jawaban terbaik atas ejekan.

3. “Karma”

Di lagu “Karma”, Taylor bermain dengan konsep sebab-akibat dalam hidup. Lagu ini bukan tentang balas dendam romantis, melainkan tentang kepercayaan bahwa energi yang kita berikan akan kembali dengan caranya sendiri. Swift menggambarkan karma sebagai sesuatu yang tenang, bukan penuh amarah.

Nuansa lagu ini terasa santai tapi penuh sindiran. Swift tidak terlihat marah, justru tampak menikmati posisi aman karena ia tahu dirinya tidak perlu membalas apa pun. “Karma” terdengar seperti perayaan kedewasaan emosional.

4. “22”

Meski judulnya spesifik soal usia, “22” sebenarnya menggambarkan fase hidup yang lebih universal. Lagu ini menangkap perasaan bebas, bingung, bahagia, dan lelah dalam satu waktu. Tidak ada kisah cinta mendalam, yang ada hanya euforia menjalani hidup bersama teman-teman.

Lagu “22” terasa sangat relatable bagi siapa pun yang sedang berada di masa transisi hidup. Lagu ini merayakan kebebasan tanpa arah yang jelas, tapi tetap penuh kenangan. Taylor seolah mengatakan bahwa tidak apa-apa jika hidup terasa berantakan sesekali.

5. “Look What You Made Me Do”

Lagu ini menandai transformasi besar dalam citra Taylor Swift. “Look What You Made Me Do” bukan tentang cinta, melainkan tentang pengkhianatan, reputasi, dan kemarahan yang terpendam. Swift dengan sadar mematikan versi lama dirinya dan lahir kembali dengan persona baru.

Nuansa gelap dan lirik tajam membuat lagu ini terasa seperti pernyataan perang terhadap industri dan media. Swift tidak lagi meminta pengertian, melainkan mengambil alih narasi. Lagu ini menunjukkan kontrol penuh atas identitasnya sendiri.

6. “You Need To Calm Down”

Lewat lagu ini, Taylor Swift menyentil budaya kebencian di media sosial dan standar ganda terhadap perempuan. Ia juga secara terbuka menunjukkan dukungannya terhadap komunitas LGBTQ+. Pesan yang dibawa terasa santai, tapi isinya cukup tajam.

Dengan nada ceria dan lirik satir, pesan lagu ini terasa tegas tapi tidak menggurui. Swift mengajak pendengar untuk berhenti menyebar energi negatif. “You Need To Calm Down” adalah contoh bagaimana kritik sosial bisa dikemas secara fun.

7. “The Man”

“The Man” adalah kritik langsung terhadap ketimpangan gender dalam industri dan masyarakat. Taylor Swift membayangkan bagaimana hidupnya akan dinilai jika ia adalah seorang pria. Dari kesuksesan karier hingga kehidupan pribadi, semuanya akan dipersepsikan berbeda.

Liriknya lugas, jujur, dan penuh frustrasi yang relatable. Swift mempertanyakan mengapa kesuksesan perempuan sering diperlakukan berbeda. “The Man” menjadi salah satu lagu paling kuat dalam diskografi Swift soal kesetaraan.

Lewat lagu-lagu ini, Taylor Swift membuktikan bahwa ia bukan hanya penulis lagu cinta, tapi juga pengamat sosial yang tajam. Dari kritik publik hingga pencarian jati diri, lagu-lagu non-romantisnya justru terasa semakin relevan seiring waktu. Dari tujuh lagu ini, mana yang paling menggambarkan fase hidupmu saat ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Meme Hal Nyebelin tentang Kerabat Jauh

02 Feb 2026, 20:33 WIBHype