Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Lagu Taylor Swift yang Relate buat Fase Quarter Life Crisis

Taylor Swift dalam musik video "cardigan" (dok. Republic Records/cardigan)
Taylor Swift dalam musik video "cardigan" (dok. Republic Records/cardigan)
Intinya sih...
  • "this is me trying" dari album folklore (2020) adalah anthem untuk mereka yang merasa tidak lagi "sehebat dulu". Lagu ini mengingatkan bahwa usaha sekecil apa pun tetap berarti.
  • "You’re On Your Own, Kid" dari album Midnights (2022) adalah surat untuk diri sendiri di masa dewasa. Lagu ini membawa pesan bahwa semua pengalaman akan membentukmu menjadi lebih kuat.
  • "Nothing New (feat. Phoebe Bridgers)" menangkap ketakutan akan kehilangan relevansi dan rasa takut karena tidak lagi menjadi seseorang yang spesial. Lagu ini membuat pendengarnya merasa tidak sendirian dalam rasa insecure.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki usia 20-an sering kali terasa seperti berdiri di persimpangan jalan. Di satu sisi, kamu punya banyak mimpi dan ambisi. Di sisi lain, realita mulai datang dengan tanggung jawab, ekspektasi, dan pertanyaan besar tentang masa depan. Fase inilah yang sering disebut sebagai quarter life crisis.

Di fase ini, overthinking datang tanpa diundang dan rasa “tertinggal” mulai menghantui. Menariknya, banyak lagu Taylor Swift yang terasa begitu dekat dengan pergulatan emosional di usia ini. Liriknya yang jujur dan reflektif seolah menjadi teman curhat saat kamu merasa kehilangan arah.

Bisa jadi teman yang mengerti dirimu, ini beberapa rekomendasi lagu Taylor Swift tentang quarter life crisis. Liriknya sepertimu memeluk erat dirimu, nih!

1. "this is me trying"

Taylor Swift di The Eras Tour Sydney, Australia
Taylor Swift di The Eras Tour Sydney, Australia (Instagram/TaylorSwift)

Lagu dari album folklore (2020) ini sering dianggap sebagai anthem untuk mereka yang merasa tidak lagi “sehebat dulu”. Lirik “I was so ahead of the curve, the curve became a sphere” sangat menggambarkan ketika ekspektasi masa lalu sangat berbanding terbalik dengan kondisi sekarang. Rasanya seperti kebingungan menentukan arah.

Namun, di balik rasa kecewa itu, lagu ini juga menyimpan pesan penting, yaitu tetap mencoba. Walaupun langkah kamu terasa lambat dan penuh keraguan, usaha sekecil apa pun tetap berarti. Lagu “this is me trying” menjadi pengingat bahwa bertahan dan terus berproses juga sebuah pencapaian, kok!

2. "You’re On Your Own, Kid"

Taylor Swift di The Eras Tour Sydney, Australia
Taylor Swift di The Eras Tour Sydney, Australia (Instagram/TaylorSwift)

Dirilis dalam album Midnights (2022), lagu ini seperti sebuah surat untuk diri sendiri di masa dewasa. Di lagu ini, Taylor Swift bercerita tentang perjalanan tumbuh, ambisi, kegagalan, hingga akhirnya menyadari bahwa hidup memang harus dijalani dengan kekuatan diri sendiri. Lirik “You’re on your own, kid. You always have been” terdengar pahit, tapi sangat jujur.

Buat kamu yang baru lulus kuliah, pindah kota, atau memulai karier pertama, lagu ini terasa sangat personal. Ada rasa sepi, tetapi juga ada keberanian yang tumbuh. "You're on Your Own, Kid" juga membawa pesan tersirat bahwa semua pengalaman yang baik ataupun buruk bakal membentuk dirimu menjadi lebih kuat.

3. "Nothing New (feat. Phoebe Bridgers)"

Taylor Swift dalam The Eras Tour
Taylor Swift dalam The Eras Tour (instagram.com/taylorswift)

“Nothing New” menangkap ketakutan akan kehilangan relevansi dan rasa takut karena tidak lagi menjadi seseorang yang spesial. Lagu ini membahas kecemasan tentang bertambahnya usia dan pertanyaan-pertanyaan, seperti “Apa aku masih cukup baik?” atau “Bagaimana kalau orang lain lebih hebat dariku?”

Di fase quarter life crisis, pikiran seperti ini sering muncul, apalagi ketika melihat pencapaian orang lain di media sosial. Taylor Swift dan Phoebe Bridgers menyuarakan keresahan itu dengan jujur, sehingga membuat pendengarnya merasa tidak sendirian dalam rasa insecure yang kadang sulit diungkapkan.

4. "The Archer"

Taylor Swift tampil di The Eras Tour
Taylor Swift tampil di The Eras Tour (instagram.com/taylorswift)

Lagu dari album Lover (2019) ini menyoroti sisi paling rapuh dari diri seseorang. “The Archer” berbicara tentang ketakutan akan ditinggalkan, rasa tidak aman, dan kebiasaan menyalahkan diri sendiri. Liriknya terasa seperti dialog internal yang sering muncul saat overthinking di malam hari.

Bagi kamu yang sedang mempertanyakan jati diri dan arah hidup, lagu ini terasa seperti cermin. Lewat lagu ini, Taylor Swift mengajak pendengarnya untuk berdamai dengan sisi rentan dalam diri kita sendiri, alih-alih terus menghakimi diri sendiri atas ketidaksempurnaan.

5. "mirrorball"

Taylor Swift tampil di The Eras Tour
Taylor Swift tampil di The Eras Tour (instagram.com/taylorswift)

“mirrorball” menggambarkan seseorang yang terus berusaha bersinar demi menyenangkan orang lain. Dalam konteks quarter life crisis, lagu ini sangat relate dengan tekanan dari lingkungan yang memaksa kamu untuk terlihat sukses, bahagia, dan baik-baik saja, meskipun sebenarnya kamu sedang lelah atau kebingungan.

Di lagu ini, Taylor Swift menyampaikan bahwa terkadang kita merasa harus terus beradaptasi agar tetap diterima. Padahal, sebenarnya tidak apa-apa jika sesekali kita berhenti dan menjadi diri sendiri tanpa harus memantulkan cahaya untuk siapa pun.

Quarter life crisis memang bukan fase yang mudah, tetapi bukan berarti kamu harus melaluinya sendirian. Lewat lirik-liriknya yang jujur dan emosional, Taylor Swift seolah mengingatkan bahwa kebingungan, kegagalan, dan rasa ragu adalah bagian dari proses tumbuh. Semangat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

6 Film Adaptasi Stephen King yang Mengecewakan Dibanding Novelnya

11 Feb 2026, 10:50 WIBHype