Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lebih Dekat dengan Musik Film Miles Films lewat Pameran di Lokananta

suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta
suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta, Surakarta, Senin (26/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya sih...
  • Backdrop yang penuh makna dan filosofi
  • Menyusuri lini masa 30 tahun musik film Miles Films
  • Menikmati karya Miles Films dengan cara berbeda
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times – Menyenangkan sekali rasanya bisa menghadiri peresmian pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta, Surakarta, pada Senin (26/1/2026). Sejak tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, saya melihat antusiasme yang tinggi dari semua orang yang memenuhi area peresmian pameran tersebut.

Bagaimana tidak? Acara yang digelar secara outdoor ini sempat beberapa kali diguyur hujan. Namun, menariknya, semangat para tamu undangan sama sekali tak berkurang. Bahkan, Sherina Munaf yang turut hadir, memilih untuk tetap bertahan di bawah guyuran hujan yang turun secara perlahan saat perwakilan pemerintah setempat menyampaikan kata sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk menjajal langsung pameran musik film dari Miles Films ini sebelum resmi dibuka untuk umum, lho. Pameran tersebut ternyata bukan sekadar memperdengarkan kembali musik-musik film ikonik dari Miles Films, tetapi juga membangkitkan ingatan kolektif lewat arsip, visual, hingga cerita di balik proses kreatif pembuatannya. Tak hanya itu, berbagai instalasi yang ditampilkan juga terasa unik dan menarik karena dirancang untuk memanjakan pengunjung. Penggemar Miles Films pasti akan terkesan!

1. Backdrop yang penuh makna dan filosofi

suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta
suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta, Surakarta, Senin (26/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Merayakan tiga dekade perjalanan kreatifnya, rumah produksi Miles Films menggelar acara Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”. Acara tersebut merupakan sebuah ekshibisi yang mengajak publik untuk menyelami hubungan erat antara musik dan film dalam karya-karya Miles Films.

Sejak tiba area di Lokananta, pengunjung akan langsung disambut oleh backdrop putih yang langsung mencuri perhatian. Backdrop tersebut menampilkan potongan gambar film-film ikonik Miles Films, lengkap dengan potongan dialognya, serta menampilkan desain berupa beberapa lubang yang tampak mencolok. Tidak hanya dibuat untuk keperluan estetika, desain ini juga mengandung makna dan filosofi tersendiri, lho

Sigit D. Pratama, Founder & Lead Spatial Designer .this/PLAY, menjelaskan, lubang-lubang yang mengintip tersebut menjadi simbol ajakan bagi pengunjung untuk melihat sisi lain musik film Miles Films yang belum pernah terlihat sebelumnya.

2. Menyusuri lini masa 30 tahun musik film Miles Films

suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta
suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta, Surakarta, Senin (26/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” diselenggarakan di Ruang Pamer Temporer Lokananta. Begitu memasuki ruang pertama, pengunjung langsung disambut dengan pengalaman unik yang merangkum bagaimana musik menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan visual dari sebuah film yang utuh.

Di area ini, ditampilkan ringkasan perjalanan film-film Miles Films dari tahun ke tahun. Setiap judul film dilengkapi sebuah tombol interaktif, yang ketika ditekan akan memutar musik-musik ikonik yang telah melekat dan menjadi identitas dari film tersebut.

Menariknya, tidak semua tombol langsung berisi audio. Hal ini sengaja dirancang untuk menyesuaikan konsep pameran, yaitu bertumbuh dan bertambah. Oleh sebab itu, selama pameran berlangsung, mulai 27 Januari 2026 hingga 30 September 2026, konten akan terus dilengkapi dan berkembang secara bertahap.

Saat bergeser ke ruangan di sebelahnya, pengunjung akan menemukan sebuah area bernama Memorabilia. Ruang ini menghidupkan kembali ingatan tentang musik dan film Miles Films lewat beragam koleksi yang dipamerkan, mulai dari DVD, kaset, hingga poster-poster film dan musik yang telah mengisi layar dan perjalanan kreatif Miles Films selama bertahun-tahun.

Bagi penggemar yang ikut tumbuh bersama musik dan film Miles Films, ruang ini pasti akan terasa seperti ruang core memory, yang hangat dan penuh dengan kenangan nostalgia.

3. Menikmati karya Miles Films dengan cara berbeda

suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta
suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta, Surakarta, Senin (26/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Pameran musik ini juga menghadirkan pengalaman unik untuk menikmati karya-karya Miles Films dengan cara yang berbeda lewat sebuah instalasi interaktif yang terletak di sebelah ruang Memorabilia. Ruangan ini dipenuhi cuplikan film-film hits Miles Films yang diproyeksikan di setiap sudut, sehingga menciptakan pengalaman visual yang imersif.

Sementara itu, pada bagian tengah ruangan, tergantung beberapa perangkat audio berupa headphone yang memutar musik-musik film Miles Films. Musik dari headphone inilah yang mengajak pengunjung merasakan bagaimana sebuah lagu dari satu film tetap bisa terasa menyatu dan relevan ketika dipadukan dengan visual film lainnya.

Saat itu, saya juga menjajal pengalaman ini dan merasakan langsung bagaimana jadinya ketika lagu “Lihatlah Lebih Dekat” dari Petualangan Sherina menjadi soundtrack film Laskar Pelangi. Alhasil, bukan hanya terasa menyatu, tetapi perpaduan keduanya juga langsung membangkitkan emosi dan membuat mata saya jadi sedikit berkaca-kaca.

4. Ada simulasi studio rekaman yang memanjakan pengunjung

suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta
suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta, Surakarta, Senin (26/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Pameran ini juga memanjakan pengunjung lewat sebuah ruangan unik bertuliskan “ON AIR”. Yups! Ruang ini dirancang khusus untuk menghadirkan simulasi pengalaman bernyanyi di dalam studio rekaman.

Beda dari yang lain, gak heran kalau ruangan ini menjadi salah satu favorit tamu undangan hingga menciptakan antrean panjang. Tawa, nyanyian, hingga potongan soundtrack dari film-film Miles Films terus terdengar silih berganti di ruangan ini.

5. Melihat lebih dekat bagaimana proses kreatif di balik pembuatan musik film Miles Films

suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta
suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta, Surakarta, Senin (26/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Gak cuma memperdengarkan kembali musik-musik film yang telah menjadi ikonik, Miles Films juga mengajak pengunjung untuk melihat lebih dekat proses kreatif di balik pembuatannya lewat sebuah ruang khusus di Ruang Pamer Temporer Lokananta.

Ruangan tersebut menampilkan cuplikan film yang dipadukan dengan berbagai medium, mulai dari balok-balok kecil hingga pijakan kayu. Instalasi ini menggambarkan bahwa musik dalam film-film Miles Films tidak hanya lahir dari sound effect digital, tetapi juga dari eksplorasi bunyi menggunakan medium sederhana.

Contohnya, saat cuplikan film Pendekar Tongkat Emas (2014) ditampilkan, pengunjung bisa melempar potongan balok yang tersedia dan seketika, bunyi yang dihasilkan akan langsung terhubung dengan adegan film tersebut.

Di sudut lainnya, tersedia tiga perangkat audio yang menampilkan cuplikan film Miles Films dengan treatment berbeda. Pengunjung diajak membandingkan bagaimana vibes sebuah adegan ketika belum diberi scoring hingga setelah dilengkapi musik dan soundtrack. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa musik memiliki peran yang sangat penting dalam membangun emosi sebuah film.

6. Seru-seruan bersama musik dan film Miles Films yang kental dengan nuansa lokal

suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta
suasana pameran “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Lokananta, Surakarta, Senin (26/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Terakhir, pameran ini juga menghadirkan sebuah ruangan khusus yang menampilkan cuplikan film-film Miles Films yang melekat dengan kental dengan nuansa musik lokal. Di ruangan ini, penonton diajak menikmati suasana yang lebih cair, dengan bergoyang bersama sambil mendengarkan musik lokal yang mengalun dari layar.

Saat saya berkunjung, ruangan ini sudah ramai dipenuhi oleh orang-orang yang larut bersenang-senang mengikuti irama musik dari film Athirah yang disutradarai oleh Riri Riza. Saat itu, suasananya terasa hangat dan penuh energi.

Pada akhirnya, pameran ini bukan sekadar mengajak pengunjung untuk mendengarkan ulang musik film dari Miles Films, tetapi juga membuktikan bahwa nada dan gambar telah membentuk identitas estetika dari rumah produksi tersebut.

Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” resmi dibuka untuk umum mulai 27 Januari hingga 30 September 2026 di Lokananta, Surakarta. Tiketnya bisa dibeli melalui tautan pada akun Instagram resmi Lokananta, @lokanantabloc, dengan harga mulai Rp40.000 untuk weekdays dan Rp45.000 untuk weekend.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More

Lebih Dekat dengan Musik Film Miles Films lewat Pameran di Lokananta

27 Jan 2026, 07:57 WIBHype