Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aruma Rilis Bulan Separuh, Ayah Minta Maaf setelah Mendengar Lagunya
Potret Aruma untuk EP terbarunya, Dan Ternyata Aku Cukup (dok. Sony Music Entertainment Indonesia)
  • "Bulan Separuh" menjadi track penting dalam EP terbaru Aruma, Dan Ternyata Aku Cukup, yang mengisahkan perjalanan personalnya menemukan rasa cukup dalam diri.

  • Lagu ini menggambarkan masa ketika Aruma merasa tidak pernah cukup, sebelum menyadari dirinya tetap utuh seperti bulan meski dipandang berbeda.

  • Cerita lagu dilatarbelakangi dari hubungan Aruma dan ayahnya yang pernah berada di masa kurang baik; setelah mendengar lagu ini, sang ayah meminta maaf dan hubungan mereka kini telah membaik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – "Bulan Separuh" menjadi salah satu track dari Aruma yang ada dalam EP terbarunya bertajuk Dan Ternyata Aku Cukup. Lagu ini memiliki peran penting dalam keseluruhan cerita EP-nya, karena menjadi penopang bagi track-track lain yang menggambarkan perjalanan personal Aruma menemukan rasa cukup dalam dirinya.

Menariknya, "Bulan Separuh" pun menjadi lagu yang personal bagi Aruma, selain "Semoga Nanti". Bahkan lagu ini turut memiliki latar belakang yang berkaitan dengan hubungan Aruma dan sang ayah. Ini dia makna dan lirik lagu "Bulan Separuh" dari Aruma.

1. Lirik lagu Bulan Separuh dari Aruma

Potret Aruma untuk EP terbarunya, Dan Ternyata Aku Cukup (dok. Sony Music Entertainment Indonesia)

Terima kasih
Selama ini
Kau buatku
Tangguh
Tak kau puji
Rancanganku
Tapi aku
Kebanggaanmu

Kan ku temukan caraku
Tanpa caramu

Lihatlah aku si bulan separuh
Cahayaku tak pernah utuh
Di matamu
Ku tak pernah cukup

Lihat aku menjadi bulan penuh
Dan sepenuhnya usahaku
Tanpa kamu
Semogaku mampu

Jalan ini sudah milikku
Akan aku tempuh

Biarkanku
Lukis sesuka hati
Tanpa tanganmu
Yang menahanku

Lihatlah aku si bulan separuh
Cahayaku tak pernah utuh
Di matamu
Ku tak pernah cukup

Lihat aku menjadi bulan penuh
Dan sepenuhnya usahaku
Tanpa kamu
Semogaku mampu

Jalan ini sudah milikku
Biarkanku lukis sesuka hati
Tanpa tanganmu
Yang menahanku

Semoga suatu saat nanti
Kau lihatku penuh

2. Bulan Separuh gambarkan perasaan Aruma dulu saat merasa tidak cukup

Potret Aruma dijumpai saat intimate session di Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Berbicara mengenai makna lagu, Aruma menjadikan "Bulan Separuh" sebagai gambaran dari perasaan yang pernah dirasakannya. Ia mengaku sempat merasa seperti bulan separuh, karena luka batin yang membuatnya tidak cukup bagi orang di sekitarnya.

"Itu adalah analogiku bagaimana aku menjalani hidup kemarin-kemarin tuh rasanya selalu gak pernah cukup karena ada inner wounds di diriku yang aku selalu ngerasa seterang apa pun aku bercahaya dan seterang apa pun aku berusaha untuk tampil dan gimana caranya aku menjadi utuh gak pernah cukup untuk seseorang," ucapnya dalam intimate session di Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Namun, pandangan tersebut perlahan berubah. Aruma kini menyadari bahwa seperti bulan yang sebenarnya selalu utuh meski terlihat dalam bentuk berbeda, dirinya juga tidak pernah benar-benar menjadi 'bulan separuh'.

"Layaknya bulan kalau misalkan kita lihat, sebenarnya dia selalu penuh, selalu utuh. Bentuknya selalu bulat, dia gak pernah terpotong menjadi separuh. Tapi gimana cara manusia memandangnya berbeda-beda, dia bisa jadi sabit, dia bisa jadi separuh," imbuhnya.

3. Hubungan dengan ayahnya jadi latar belakang cerita Bulan Separuh

Potret Aruma dijumpai saat intimate session di Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Tak banyak yang tahu, "Bulan Separuh" memiliki latar belakang kisah yang berkaitan dengan hubungan Aruma dan ayahnya di masa lalu. Kala itu, keduanya sempat berada di fase kurang baik sampai Aruma merasa dirinya tidak pernah cukup di mata sang ayah. Walau begitu, hubungan mereka saat ini sudah membaik.

"Sebenarnya itu adalah hubunganku dengan ayahku. Sangat personal. Aku merasa gak pernah cukup, itu karena aku dan papaku pernah ada di fase tidak baik, dan merasa aku gak bisa cukup di matanya," ujar solois 23 tahun itu.

Setelah mendengarkan lagu tersebut, ayahnya kemudian menghubungi Aruma dan meminta maaf atas fase yang pernah mereka lalui. Pesan dari ayah pun menyadarkan Aruma bahwa sebenarnya ia sudah merasa cukup selama ini.

"Ternyata selama ini aku cukup dan aku sudah gak merasa bulan separuh lagi," tutupnya.

Selain "Bulan Separuh", EP Dan Ternyata Aku Cukup dari Aruma juga memuat track lainnya seperti "Pura-Pura Hidup Lagi" dan "Jalan Buntu" yang sudah dirilis lebih dulu, serta "Senyum Pada Sepi", hingga "Semoga Nanti". EP ini bisa didengarkan mulai 3 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article