Lirik dan Makna Lagu If Only - LYKN, Berisi Penyesalan

- LYKN merilis lagu ballad terbaru berjudul “If Only” pada 23 April 2026, disambut antusias karena menjadi comeback dengan nuansa lembut setelah sebelumnya tampil energik lewat “No Way”.
- Lagu “If Only” menggambarkan penyesalan mendalam akibat kehilangan orang tercinta karena ucapan dan ego yang tak terkendali, menyoroti pentingnya menghargai hubungan sebelum semuanya terlambat.
- Tui Chayatorn berperan besar sebagai produser, penulis lagu, dan lyric director dalam produksi “If Only”, dibantu musisi Thailand lain serta didukung video musik emosional yang diperankan Mata Pattariayakorn.
Setelah merilis lagu super energik “No Way” pada bulan Februari, LYKN comeback dengan lagu ballad “If Only”. Single terbaru ini dirilis pada Kamis (23/4/2026).
Lagu terbaru dari boy group asal Thailand asuhan Riser Music ini disambut antusias penggemar. Pasalnya, mereka telah lama tidak merilis lagu dengan tempo pelan dan lembut. Berisikan lirik tentang penyesalan, berikut adalah lirik serta makna dari lagu “If Only” dari LYKN.
1. Lirik lagu If Only - LYKN
Pen phro chan eng
Thi tham hai rao tong phang hai rao sia jai
Lae pen chan eng
Thi ru wa tonni man khong cha sai pai
Phro wa chan yak kho
Yak hai long fang hai long khao jai
Wa thi chan tham nan man phlat pai
Thoe nan sia namta phro chan mak thao rai
Rong hai thoe dai fang
Kho mi okat hai chan dai kae tua kho sak khrang
Phro chan nan phoeng cha ru tua lang chak thi thoe lueak chak pai
Tha koet chan mai phut cha baep nan
Rao khong mai yaek chak kan baep ni
Thi thoe doen chak pai wan nan
Chan yang sia jai chon wan ni
Yak kho thi tae thoe khong mai yom klap ma
Tha koet chan mai phut cha baep nan
Rao khong yang rak kan yu muean kon muean doem thuk wan
Chan pen khon tham thoe sia jai
Chan mai khoei ru loei sak khrang
Chon wan ni nai wan thi thoe lueak chak pai
Luea khae khwam sia jai thi tong la
Just say sorry
Thammai phut mai dai chan ko mai khao jai
Thammai tua eng thueng khit wa man worth it
Thang thi man nan khot cha stupid
Wanna go back but it’s too late
Ton ni chan ru tua nai wan thi thoe chang hai
Yak cha yon wela klap pai
Phro wa chan yak kho
Yak hai long fang hai long khao jai
Wa thi chan tham nan man phlat pai
Thoe nan sia namta phro chan mak thao rai
Rong hai thoe dai fang
Kho mi okat hai chan dai kae tua kho sak khrang
Phro chan nan phoeng cha ru tua lang chak thi thoe lueak chak pai
Tha koet chan mai phut cha baep nan
Rao khong mai yaek chak kan baep ni
Thi thoe doen chak pai wan nan
Chan yang sia jai chon wan ni
Yak kho thi tae thoe khong mai yom klap ma
Tha koet chan mai phut cha baep nan
Rao khong yang rak kan yu muean kon muean doem thuk wan
Chan pen khon tham thoe sia jai
Chan mai khoei ru loei sak khrang
Chon wan ni nai wan thi thoe lueak chak pai
Luea khae khwam sia jai thi tong la
Tha koet chan mai phut cha baep nan
Rao khong mai yaek chak kan baep ni
Thi thoe doen chak pai wan nan
Chan yang sia jai chon wan ni
Yak kho thi tae thoe khong mai yom klap ma
Tha koet chan mai phut cha baep nan
Rao khong yang rak kan yu muean kon muean doem thuk wan
Chan pen khon tham thoe sia jai
Chan mai khoei ru loei sak khrang
Chon wan ni nai wan thi thoe lueak chak pai
Luea khae khwam sia jai thi tong la
2. Makna lagu If Only - LYKN

Lagu “If Only” dari LYKN menggambarkan penyesalan mendalam seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, akibat dari perkataan yang diucapkan tanpa dipikir terlebih dahulu. Liriknya menyoroti bagaimana kesalahan kecil seperti ucapan dan ego yang tidak terkendali berakibat pada berakhirnya sebuah hubungan. Inti emosi dalam lagu ini adalah bayangan tentang kemungkinan yang tidak pernah terjadi karena semuanya sudah terlambat.
Dari sudut orang yang ditinggalkan atau kehilangan, lagu ini juga memperlihatkan proses kesadaran yang terlambat. Saat sebuah hubungan terjalin, permintaan maaf tidak pernah bisa terucap sebab dianggap tidak penting. Namun, setelah merasa kehilangan, muncul keinginan untuk memperbaiki semuanya. Waktu yang tidak bisa diputar kembali menimbulkan rasa bersalah, rindu, dan keinginan kembali ke masa lalu bercampur menjadi satu, menciptakan sebuah luka emosional.
Secara keseluruhan “If Only” bukan hanya lagu romansa tentang patah hati, tapi sebuah refleksi untuk menghargai sebuah hubungan. Ucapan yang awalnya kita anggap biasa, bisa jadi sebagai pemicu keretakan hubungan yang akhirnya menciptakan sebuah penyesalan. Tidak semua hal bisa diperbaiki apalagi setelah orangnya telah pergi.
3. Tui Chayatorn ambil banyak bagian dalam proses produksi

Salah satu member LYKN yakni Tui Chayatorn berperan besar dalam proses produksi “If Only”. Ia bertindak sebagai produser yang mengatur konsep, mengarahkan sound dan feel lagu, hingga memastikan semua elemen seperti vokal, musik, dan aransemen menyatu. Ia juga merupakan penulis lagu yang menciptakan lirik dan melodinya. Tui Chayatorn juga merupakan asisten komposer yang membantu proses aransemen dan mengatur dinamika lagu. Di daftar tim produksi lagu, Tui Chayatorn juga tercatat sebagai lyric director yang bekerja untuk mengatur visualisasi teks lagu agar sesuai dengan nuansa lagu.
Dalam proses produksi ini Tui Chayatorn tidak melakukan sendiri. Ia dibantu oleh beberapa musisi Thailand salah satunya adalah Kangsom Tanatat. Selain itu, emosi lagu “If Only” didukung oleh musik videonya yang pas banget dengan nuansa lagu. Emosi kesedihan yang ada dilirik lagu berhasil tersampaikan oleh kehadiran aktris baru GMMTV Mata Pattariayakorn sebagai model musik video.
“If Only” dari LYKN mempunyai makna mendalam tentang menghargai seseorang dalam hubungan. Permintaan maaf bukan hal yang tidak penting, melainkan perkataan yang harus diucapkan agar penyesalan tidak hadir setelah terlambat. FYI, LYKN akan mengadakan konser LYKN DUSK AND DAWN WORLD TOUR IN JAKARTA pada 11 Juli 2026 dan tiketnya dijual mulai 1 Mei 2026.


















