Lirik Lagu Hong Kong - The Weeknd, Lagu Spesial dari Tur Dunia

- The Weeknd membawakan lagu belum rilis berjudul "Hong Kong" pada malam pembuka konser di Kai Tak Stadium, Hong Kong, di hadapan puluhan ribu penonton.
- Lagu ini memakai sampel musik dan vokal asli Faye Wong dari "Seasonal Wind" (1993), dengan nuansa R&B, city pop, serta visual nostalgia Hong Kong era 1990-an hingga awal 2000-an.
- "Hong Kong" mengisahkan hubungan singkat yang kandas oleh keadaan, sekaligus menjadi lagu spesial kota ketiga The Weeknd setelah "Rio" dan "Tokyo" dalam tur dunianya.
The Weeknd bikin kejutan spesial untuk fansnya di Hong Kong. Pada malam pembuka rangkaian konsernya di sana, penyanyi asal Kanada ini membawakan sebuah lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya berjudul "Hong Kong". Momen ini tentunya menambah antusiasme puluhan ribu orang yang hadir di Kai Tak Stadium pada malam itu.
Hong Kong menjadi lagu spesial ketiga The Weeknd yang terinspirasi dari kota tempat ia konser. Sebelumnya, The Weeknd sempat membawakan lagu berjudul "Rio" dan juga "Tokyo" saat ia konser di Brasil dan Jepang. Menceritakan tentang apa lagu "Hong Kong" ini?
1. Lirik lagu Hong Kong - The Weeknd

The Weeknd (instagram.com/theweeknd) There was something in the air
I knew that in that moment
I would burn the world to keep you warm
But my life won't let me stay
So if we never speak again
At least we still have soul
And only God could separate us
On my skin, you left your mark the night you held me close
And in the morning, we turned to strangers
But don't you hesitate to call
I'm posted in Hong Kong
That time, the monsoon blew so emptily
As if everything in the world would vanish without a trace
You are like the monsoon, all plans to resist you are futile
And then, there’s nothing left but undying heartache
Still remember when we met
We barely knew each other, but that tеnsion never left
Now you'rе sleeping in my bed
A thing that never started already comes to an end
And I know God would separate us
Any time it felt this good, it ends in tragic song
I'm so used to weathering changes
So if you ever change your mind
I'm waiting in Hong Kong
That time, the monsoon blew so emptily
As if everything in the world would vanish without a trace
You are like the monsoon, all plans to resist you are futile
And then, there’s nothing left but undying heartache
2. Makna lirik lagu Hong Kong - The Weeknd

The Weeknd (instagram.com/theweeknd) Salah satu bagian menarik dari lagu ini adalah The Weeknd mengambil sample musik dan vokal dari lagu klasik berjudul "Seasonal Wind" milik Faye Wong. Lagu tersebut dirilis pertama kali pada 1993, menonjolkan nuansa R&B dan city pop. Ditunjang dengan visual bernuansa nostalgia Hong Kong era 90-an atau awal 2000-an, The Weeknd juga turut menyertakan sampel vokal asli dari suara Faye Wong yang menyanyikannya dengan bahasa Kanton.
Lagu "Hong Kong" bercerita tentang sebuah hubungan singkat yang meninggalkan kenangan jauh lebih besar daripada durasi hubungannya. Dua orang bertemu, saling menunjukkan ketertarikan, dekat, lalu berpisah karena keadaan yang tidak memungkinkan mereka untuk bersama. Liriknya menggambarkan sulitnya untuk mengetahui rintangan apa yang sebenarnya mereka berdua hadapi. Namun yang pasti, hubungan mereka harus berakhir sebelum sempat sama-sama merasakan saling cinta seutuhnya.
3. Lagu ketiga dari rangkaian lagu spesial tur konser dunia The Weeknd

The Weeknd (instagram.com/theweeknd) Selama menjalani tur dunia ke berbagai negara, The Weeknd tercatat sudah menciptakan lagu spesial untuk tiga kota yang menurut dia punya kesan spesial. Tiga lagu tersebut adalah "Rio", "Tokyo", dan terbaru adalah "Hong Kong".
Pada April lalu saat konser di Brasil, The Weeknd menyanyikan lagu berjudul "Rio" yang terinspirasi dari ibu kota Rio de Janeiro. Dalam penampilan tersebut, The Weeknd berduet dengan penyanyi asal Brasil, Anitta, sambil menunjukkan visual di layar besar berupa animasi garapan Takashi Miite.
Lalu pada September, The Weeknd kembali memainkan lagu spesial berikutnya yakni "Tokyo" saat konser di Jepang. Kali ini ia tampil bersama Yoko Takahashi. Lagu tersebut mengambil sampel dari lagu Takahashi yang berjudul "A Cruel Angel's Thesis". Lagu tersebut juga jadi lagu opening anime Neon Genesis Evangelion dirilis pada 1995 yang ikonik.
Sayangnya The Weeknd tidak membuat lagu tentang Jakarta waktu konser di Indonesia beberapa waktu lalu, ya.






















