Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lirik lagu Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta - REVOICE JK
cuplikan MV Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta - REVOICE JKT48 (youtube.com/jkt48)

Proyek JKT48 REVOICE kembali mengeluarkan karya baru. Kali ini, mereka menyanyikan ulang lagu "Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta" dengan Aralie dan Lulu yang jadi vokalnya. Sebelumnya, Aralie sudah jadi bagian proyek pertama REVOICE lewat lagu "Jurus Rahasia Teleport", dan Lulu juga sudah menyanyikan lagu kedua yakni "Refrain Penuh Harapan".

Lulu dan Aralie gak hanya sekadar menyanyikan ulang lagu yang jadi bagian setlist Tunas di Balik Seragam Team T tersebut. Alih-alih mempertahankan energi idol-rock dari versi aslinya, versi REVOICE ini membawa nuansa baru dengan menyanyikan "Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta" ke arah ballad.

1. Lirik lagu Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta

cuplikan MV Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta - REVOICE JKT48 (youtube.com/jkt48)

Di bawah teduhnya pohon Elm

Membalik lembar puisi Rilke

Bibirmu sedang bergumam sendiri

Apa yang ada di hatimu kini

Sehingga membuatmu gelisah

Akankah semua 'kan tertiup angin?

Tanpa kau sadar di kejauhan

Ku ingin melindungi dirimu

Pandangan mata ini ’kan berikanmu kehangatan

Sang mentari

Diriku tak pantas jadi seorang pujangga cinta

Daripada menghias kata, lebih baik diam di sini

Diriku tak pantas jadi seorang pujangga cinta

Biarkan hati ini terus berdebar

Cukuplah menjadi bunga yang mekar

Memakai seragam warna biru

Lalu membetulkan ikatan pita

Kamu tersenyum dan mulai berlari

Yang kamu temukan di tempat itu

Pasti bukanlah sebuah jawaban

Jalanan yang disebut masa muda

Saat kau lewat di sebelahku

Tercium wangi aroma tubuhmu

Saat menoleh, ku melihat punggungmu yang disinari

Sang mentari

Hanya dengan kata, segalanya seakan menghilang

Sesuatu yang lebih berharga dari ungkapan perasaan

Hanya dengan kata, segalanya seakan menghilang

Biarlah perih terus terasa perih

Cukuplah jadi bunga yang kusuka

Diriku tak pantas jadi seorang pujangga cinta

Daripada menghias kata, lebih baik diam di sini

Diriku tak pantas jadi seorang pujangga cinta

Biarkan hati ini terus berdebar

Cukuplah menjadi bunga yang mekar

2. Merupakan lagu dari SKE48

cuplikan MV Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta - REVOICE JKT48 (youtube.com/jkt48)

Bagi fans JKT48, lagu ini tentu sudah tidak asing. "Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta" merupakan lagu dari SKE48 yang menjadi bagian dari setlist Seifuku no Me. Lagu yang aslinya dirilis pada 2010 itu memiliki judul Jepang "Koi wo Kataru Shijin ni Narenakute".

Lagu yang liriknya ditulis oleh Yasushi Akimoto ini kemudian disadur oleh JKT48 pada 2019. Kemudian lagunya dimasukkan menjadi bagian setlist Tunas di Balik Seragam dari Team T. Ini merupakan salah satu lagu yang populer di kalangan fans karena pernah meraih peringkat ketiga di Request Hour 2021.

3. Genre-nya diubah jadi ballad oleh REVOICE

cuplikan MV Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta - REVOICE JKT48 (youtube.com/jkt48)

Salah satu elemen yang menarik dari proyek vokal REVOICE adalah mereka selalu mengaransemen ulang lagu-lagu lawas dari JKT48 yang mereka nyanyikan. "Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta" sejatinya memiliki genre yang energik dan sarat riff gitar bernuansa rock. Tapi di versi REVOICE, Aralie dan Lulu berhasil membawakannya dengan nuansa yang sangat berbeda.

Billy Sibero kembali yang mengaransemen musik "Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta" dari REVOICE ini. Genrenya yang awalnya merupakan idol-rock kini diubah menjadi ballad, lebih tenang dan terasa cocok karena makna dari liriknya sendiri yang menyayat hati.

Kamu lebih suka "Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta" versi original atau versi REVOICE, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article