Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lirik Lagu Nak - Iwan Fals

Lirik Lagu Nak - Iwan Fals
potret Iwan Fals (instagram.com/iwanfals)
Share Article

Nak merupakan salah satu lagu hits dari musisi legendaris Iwan Fals. Lagu tersebut masuk ke dalam album Sugali yang dirilis pada tahun 1984 silam yang didistribusikan oleh label Musica Studio dan dibuat bersama dengan musisi Chilung Ramali. Sementara lirik lagu Nak baru dipublikasikan pada tanggal 19 Mei 2011.

Seperti apa liriknya? Nah, langsung simak saja lirik lagu Nak yang dinyanyikan Iwan Fals di bawah ini.

  1. 1. Lirik lagu Nak

    Verse 1

    Jauh jalan yang harus kau tempuh
    Mungkin samar bahkan mungkin gelap
    Tajam kerikil setiap saat menunggu
    Engkau lewat dengan kaki yang tak bersepatu

    Duduk sini Nak dekat pada bapak
    Jangan kau ganggu ibumu
    Turunlah lekas dari pangkuannya
    Engkau lelaki kelak sendiri

    Verse 2

    Nak dengarlah bicara bapakmu
    Yang kenyang akan hidup terang dan redup
    Letakkan dahulu mainan itu
    Duduk dekat bapak sabar mendengar

    Kau anak harapanku yang lahir di jaman gersang
    Segala sesuatu hanya ada karena uang
    Ya ... ya ... ya ... ya ...
    Kau anak dambaanku yang besar di kancah perang
    Kau harus kuat yakin pasti menang

    Sekolah biasa saja jangan pintar-pintar percuma
    Latihlah bibirmu agar pandai berkicau
    Sebab mereka sangat perlu kicau yang merdu
    Sekolah buatmu hanya perlu untuk titel
    Pedulu titel didapat atau titel mu'jizat
    Ya ... ya ... ya ... ya ...

    Sekolah buatmu hanya perlu untuk gengsi
    Agar mudah bergaul tentu banyak relasi
    Jadi penjilat yang paling tepat
    Karirmu cepat uang tentu dapat
    Jadilah Dorna jangan jadi Bima
    Sebab seorang Dorna punya lidah sejuta
    O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .

    Hidup sudah susah jangan dibikin susah
    Cari saja senang walau banyak hutang
    Munafik sedikit jangan terlalu jujur
    Sebab orang jujur hanya ada di komik
    Pilihlah jalan yang mulus tak banyak batu
    Sebab batu-batu bikin jalanmu terhambat
    Ya ... ya ... ya ... ya ...
    Pilihlah jalan yang bagus tak ada paku
    Sebab paku itu sakit apalagi yang berkarat

    Jadilah kancil jangan buaya
    Sebab seekor kancil sadar akan bahaya
    Jadilah bandit berkedok jagoan
    Agar semua sangka engkau seorang pahlawan
    Jadilah bunglon jangan sapi
    Sebab seekor bunglon pandai baca situasi
    Jadilah karet jangan besi
    Sebab yang namanya karet tahan kondisi

    Anakku aku nyanyikan lagu
    Waktu ayah tak tahan lagi menahan murka

    Lagu Nak menggambarkan kisah Iwan Fals bersama dengan mendiang putra sulungnya, Galang Rambu Anarki. Lirik lagu Nak menceritakan tentang seorang Ayah muda dan anak laki-lakinya. 

    Lirik tersebut menggambarkan nasihat seorang ayah kepada anaknya tentang perjalanan hidup yang sulit dan penuh tantangan. Ayah memberikan nasihat tentang berbagai hal, termasuk kebijaksanaan dalam menghadapi kesulitan, pentingnya pendidikan, dan bagaimana bersikap dalam dunia yang keras.

    Ayah mengajarkan anaknya untuk tetap tegar dan tidak terpengaruh oleh kerikil tajam di jalan hidup, bahkan ketika jalan terasa jauh dan gelap. Dia menekankan pentingnya kesabaran dan mendengarkan nasihatnya, karena dia ingin anaknya menjadi kuat dan tangguh di masa depan.

    Namun, dia juga memberikan nasihat yang sedikit kontroversial, seperti menjadi penjilat yang pandai bergaul atau menjadi munafik sedikit untuk meraih kesuksesan. Meskipun demikian, dia menekankan bahwa kehidupan telah sulit, dan kadang-kadang kita perlu membuat kompromi untuk bertahan dan mencapai tujuan kita.

    Di akhir lirik, ayah menyatakan bahwa dia menyanyikan lagu ini karena dia tidak dapat menahan kemarahannya lebih lama lagi. Hal ini menunjukkan bahwa nasihat-nasihat tersebut mungkin datang dari kekhawatiran dan frustrasi ayah terhadap dunia yang keras yang anaknya akan hadapi.

    Itu dia lirik lagu Nak yang dipopulerkan oleh Iwan Fals lengkap dengan maknanya.

    Penulis: Hanna Aprelia Elfrida Saragih 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More