Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lirik Padang Bulan - Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Lirik Padang Bulan - Syech bin Abdul Qodir Assegaf
ilustrasi kemegahan masjid (pexels.com/Pixabay)
Share Article

Belakangan ini, salawat "Padang Bulan" begitu populer di media sosial. Adalah Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dikenal publik sebagai salah satu pendakwah yang menjadikan salawat sebagai sarana menyebarkan nilai Islam.

Nah, salah satu yang sering dibawakan Habib Syech dalam berbagai kesempatan adalah "Padang Bulan", nih. Berikut ini liriknya. Check this out!

  1. 1. Lirik Padang Bulan

    Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
    ‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
    Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

    Padang bulan, padange koyo rino
    Rembulane sing ngawe-awe Ngelengake, ojo turu sore
    Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore

    Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
    ‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
    Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

    Jaman kepungkur, ono jaman jaman buntutan
    Esuk-esuk, rame rame luru ramalan
    Gambar kucing, dikira gambar macan
    Bengi diputer – bengi diputer, metu wong pinter

    Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
    ‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
    Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

    Kurang puas kurang puas, luru ramalan
    Wong ora waras wong ora waras, dadi takonan
    Kang ditakoni, ngguyu cekaka’an
    Jebul kang takon – jebul kang takon, wis ketularan

    Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
    ‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
    Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

    Lamun wong tuwo, lamun wong tuwo keliru mimpine
    Ngalamat bakal, ngalamat bakal getun mburine
    Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran
    Anak putune, rame rame rebutan warisan

    Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
    ‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
    Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

    Iki dino, ojo lali lungo ngaji
    Takon marang, Kyai Guru kang pinuji
    Enggal siro, ora gampang kebujuk syetan
    Insya Alloh, kito menang lan kabegjan

    Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
    ‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
    Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

  2. Terjemahan lirik Padang Bulan

    ilustrasi kemegahan masjid (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi kemegahan masjid (pexels.com/Pixabay)

    Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami
    Nabi Muhammad SAW
    Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal,
    sekekal kekuasaan Allah SWT

    Sinar bulan terangnya seperti fajar
    Bulannya menampakkan pesona
    Mengingatkan [kita agar] jangan tidur di sore hari

    Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami
    Nabi Muhammad SAW
    Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal,
    sekekal kekuasaan Allah SWT

    Zaman dulu, ada zaman buntutan (togel)
    Pagi-pagi ramai-ramai cari ramalan
    Gambar kucing dikira gambar macan
    Malam diundi, malam diundi, keluar orang pintar

    Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami
    Nabi Muhammad SAW
    Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal,
    sekekal kekuasaan Allah SWT

    Kurang puas, kurang puas, cari ramalan
    Orang gila, orang gila, ditanyakan
    Yang ditanyai, tertawa terbahak-bahak
    Ternyata yang nanya, sudah tertular

    Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami
    Nabi Muhammad SAW
    Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal,
    sekekal kekuasaan Allah SWT

    Kalau orangtua, salah mimpinya
    Pasti akan, pasti akan menyesal belakangan
    Kedua orangtua kembali pada Tuhan (meninggal)
    Anak cucunya, ramai-ramai berebut warisan

    Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami
    Nabi Muhammad SAW
    Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal,
    sekekal kekuasaan Allah SWT

    Kedua orangtua, di dalam kubur menghadapi kesusahan
    Karena melihat putra putrinya tak beribadah
    Yang diharapkan, yaitu turunnya rahmat
    Ternyata yang datang, tambahnya fitnah

    Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami
    Nabi Muhammad SAW
    Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal,
    sekekal kekuasaan Allah SWT

    Hari ini, jangan lupa berangkat ngaji
    Tanya kepada Tuan Guru yang terpuji
    Agar kamu, tidak mudah terbujuk setan
    Insya Allah, kita menang dan beruntung

    Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami
    Nabi Muhammad SAW
    Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal,
    sekekal kekuasaan Allah SWT

  3. Makna lagu Padang Bulan

    Orang yang sedang melaksanakan salat subuh (pixabay.com/sharonang)
    Orang yang sedang melaksanakan salat subuh (pixabay.com/sharonang)

    Melalui liriknya, kita mengetahui bahwa "Padang Bulan' berisi nasihat kepada masyarakat Indonesia supaya senantiasa menjunjung tinggi nilai gotong royong, solidaritas, dan persahabatan.

    Bukan itu saja, "Padang Bulan" juga turut serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada nilai-nilai spiritual dan ajakan untuk beribadah. Nah, terutama melalui liriknya yang berbunyi 'Ngelingake ojo podho turu sore'.

    Sarat dengan makna, tak heran bila "Padang Bulan" menjadi salah satu salawat yang populer, nih. Lagu ini berisi ajakan kepada masyarakat supaya lebih peduli terhadap nilai-nilai spiritual serta mengutamakan ibadah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More