4 Villain Super MCU yang Diubah Jadi Mengandalkan Teknologi

- MCU sering mengubah asal-usul villain dari versi komik menjadi manusia biasa yang mengandalkan teknologi agar lebih realistis dan mudah diterima penonton.
- Empat villain yang diubah jadi berbasis teknologi adalah Scorpion, Vulture, Taskmaster, dan Crossbones, masing-masing kehilangan unsur kekuatan super dari versi komiknya.
- Perubahan ini menunjukkan bahwa dalam MCU, teknologi bisa menjadi kekuatan besar yang menyaingi kemampuan super para pahlawan.
Marvel Cinematic Universe (MCU) merupakan semesta sinematik yang dikenal karena mengadaptasi komik superhero Marvel. Selama hampir dua dekade, mereka berhasil membuat genre superhero menjadi mainstream. MCU gak hanya mengadaptasi materi secara akurat dari komik. Bahkan, tak jarang mereka mengubah kisah asal atau kekuatan dari karakternya, termasuk karakter villain.
Adapun banyak penjahat super dari komik yang diubah menjadi manusia biasa yang mengandalkan teknologi canggih. Selain untuk membuatnya lebih bisa diterima oleh penonton awam, ia juga sesuai dengan gaya MCU yang mencoba membuat kisah superhero lebih realistis dan relatable. Lantas, siapa saja villain yang kekuatannya diubah dari manusia super menjadi teknologi canggih di MCU? Simak di bawah ini!
1. Scorpion

Setelah debut di Spider-Man: Homecoming (2017) sebagai antagonis minor, Mac Gargan (Michael Mando) akhirnya bakal kembali sebagai villain ikonik, Scorpion, dalam Spider-Man: Brand New Day (2026). Muncul pertama kali dalam komik The Amazing Spider-Man #19 (1964), Mac Gargan awalnya adalah detektif swasta yang dibayar oleh J. Jonah Jameson untuk menjalani eksperimen injeksi DNA kalajengking yang membuatnya mendapatkan kekuatan super dan indera kalajengking. Ia kemudian mempersenjatai diri dengan baju khusus dengan ekor prostetik yang memiliki racun layaknya ekor kalajengking.
Versi MCU agak berbeda, nih. Dikonfirmasi dalam website promosi Spider-Man: Brand New Day, bertajuk Spidey Tracker. Dijelaskan dalam deskripsi resmi kalau Mac Gargan tidak menjalani mutasi DNA, melainkan mengandalkan zirah mekanik super canggih dengan ekor prostetik seperti di versi komik. Dalam trailernya, ia terlihat dapat membuat Spider-Man kerepotan dengan ekor besarnya. Meskipun tidak memiliki kekuatan super, ada kemungkinan Mac Gargan akan menjadi inang Symbiote di MCU untuk film Spider-Man berikutnya, sih.
2. Vulture

Sebenarnya, saat debut Adrian Toomes sebagai Vulture di komik The Amazing Spider-Man #2 (1963), ia awalnya hanya bergantung pada teknologi bernama Flight Harness yang membuatnya bisa terbang. Namun, seiring waktu, kostum tersebut ternyata memaparkan radiasi yang membuatnya bermutasi, memberikan kekuatan dan ketahanan super. Bahkan, di usia yang udah gak muda, ia bisa mengimbangi kekuatan super Spider-Man.
Sementara di MCU, Adrian Toomes (Michael Keaton) hanyalah mandor yang kehilangan pekerjaan karena ulah superhero. Ia memutuskan untuk menjadi penjahat dengan menggunakan teknologi super canggih dari Chitauri. Timnya memodifikasi teknologi alien tersebut menjadi kostum terbang dan senjata laser yang mematikan, yang ia gunakan untuk melawan Spider-Man. Namun, saat Peter menghancurkan kostum terbang Vulture di akhir Spider-Man: Homecoming, Adrian menjadi tidak berkutik.
3. Taskmaster

Kenapa versi MCU Taskmaster (Olga Kurylenko) yang muncul dalam Black Widow (2021) banyak dibenci oleh penggemar komik? Rupanya, karakter tersebut mengalami perubahan drastis yang membuatnya kehilangan hal yang membuatnya spesial. Di MCU Taskmaster adalah anak perempuan General Dreykov, Antonia Dreykov, yang ditanami chip implan canggih untuk membantunya merekam dan menirukan gerakan lawan hanya dengan sekali lihat.
Padahal, dalam versi komik, Taskmaster jauh lebih hebat lagi. Ia memiliki ingatan fotografi yang membuatnya mampu menirukan gerakan yang pernah ia lihat secara persis. Ia gak perlu teknologi untuk bisa menirukan akurasi Hawkeye ataupun gaya bertarung Black Panther yang lincah. Ngomong-ngomong, Taskmaster di versi komik juga merupakan seorang laki-laki karismatik dengan karakter yang kuat, tidak seperti di MCU yang nyaris tidak memiliki dialog dan hanya beraksi sesuai perintah.
4. Crossbones

Crossbones merupakan salah satu villain ikonik Marvel dan menjadi musuh bebuyutan Captain America. Debut pada komik Captain America #360 (1989), ia memang diperkenalkan sebagai manusia biasa, tetapi ia ahli dalam bertempur dan bela diri. Namun, Crossbones akhirnya mendapatkan kekuatan super saat terpapar Terringen Mist di komik Thunderbolts #147 (2010). Kekuatan tersebut memberinya kemampuan untuk menembakkan laser dan api dari kepalanya.
Di MCU, Crossbones bergantung sepenuhnya pada sarung tangan super yang ia gunakan. Senjata tersebut memberinya pukulan super yang cukup kuat hingga bikin Captain America mental. Namun, senjata itu masih bukan tandingan Captain America. Crossbones dapat dilumpuhkan dengan mudah saat Captain America mulai serius. Gak hanya tidak memiliki kekuatan super, kemampuannya bertarung sebagai prajurit terlatih juga jauh lebih lemah dibandingkan dengan versi komik.
Meski tanpa kekuatan super, mereka masih sangat menantang dan dapat menandingi para superhero yang punya kekuatan super. Ini membuktikan bahwa teknologi juga menjadi kekuatan yang mengerikan di semesta komik, ya! Ngomong-ngomong, selain keempat karakter di atas, apakah masih ada lagi villain yang diubah di MCU?





















