Makna Lagu Catch Me - MARBLES, Terinspirasi dari Permainan Petak Umpet

- MARBLES merilis single kedua "Catch Me" pada 12 Agustus 2026 di bawah A-List Entertainment, setelah memulai perjalanan musik melalui single debut "HOMPIMPA".
- "Catch Me" memakai permainan petak umpet sebagai metafora rasa suka: seorang perempuan malu menyatakan perasaan, lalu memberi sinyal agar orang yang disukainya mengejar dan menemukannya.
- Lagu ini ditulis Jebung bersama Anangga, sempat dibawakan sebagai opening act showcase Bernadya pada 25 Juli 2026, dan kini tersedia di platform streaming digital.
Setelah memulai perjalanan musiknya melalui single debut “HOMPIMPA”, MARBLES kembali menghadirkan karya terbaru. Girl group di bawah naungan A-List Entertainment tersebut resmi merilis single kedua bertajuk “Catch Me” pada Rabu (12/8/2026).
Berbeda dari lagu “HOMPIMPA” yang membawa sisi playful dan penuh percaya diri, “Catch Me” justru mengangkat permainan masa kecil petak umpet sebagai inspirasi untuk menggambarkan cerita tentang rasa suka, keraguan, hingga keinginan untuk dikejar oleh seseorang yang disukai. Berikut lirik dan makna lagu “Catch Me” dari MARBLES.
1. Lirik lagu Catch Me - MARBLES

potret MARBLES (instagram.com/marbles.sphere) Berikut lirik lagu “Catch Me” - MARBLES.
Catch me, catch me
C-c-catch me, catch me (tu, wa!)
Catch me, catch me
C-c-catch me, catch me (ga, pat!)
I’m a shy girl
But don’t make me bring out the fire
So tell me what you wanna do
Aku ‘dah cape menunggu
Kamu ngumpet melulu
Kita kapan ketemu
Aku yang mau kamu
Tapi ku malu malu
Don’t you wanna be mine
We’re running out of time
Can you make the stars align
Could you be my ride or die
Do you wanna see me shine?
I’m hoping you wanna be mine
We’re running out of time
Belum berhitung, kamu dah hilang
Aku linglung, kamu ada di mana?
2. Makna lagu Catch Me - MARBLES, terinspirasi dari permainan petak umpet

potret MARBLES (Instagram.com/marbles.sphere) Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima IDN Times, “Catch Me” terinspirasi dari permainan petak umpet yang digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan perasaan seseorang saat menyukai orang lain.
Dalam lagu ini, sosok perempuan digambarkan memiliki rasa suka, tetapi masih malu untuk mengambil langkah pertama. Alih-alih menyatakan perasaannya secara langsung, ia justru memberikan sinyal agar orang yang disukainya datang dan mengejarnya.
Konsep tersebut membuat permainan kejar-kejaran dalam petak umpet terasa relevan dengan dinamika hubungan romantis. Ada seseorang yang bersembunyi, sementara di sisi lain ada orang yang diharapkan datang untuk menemukannya.
Ide tersebut berasal dari Jebung yang terlibat sebagai salah satu songwriter “Catch Me”. Ia mengungkapkan bahwa konsep lagu ini muncul dari frasa “catch me” yang kemudian dipadukan dengan hitungan dalam permainan petak umpet.
“Tiba-tiba kepikiran ide ‘catch me, catch me’ dan hitungan ‘tu wa ga pat’ seperti lagi main petak umpet. I knew this would be so fun! Senang sekali akhirnya dengar MARBLES finally release this song.”
3. Ditulis oleh Jebung bersama Anangga

potret MARBLES (Instagram.com/marbles.sphere) Tidak hanya Jebung, single kedua MARBLES ini juga ditulis oleh Anangga, yang turut berkontribusi dalam mengembangkan konsep permainan petak umpet sebagai bagian dari cerita cinta dalam lagu tersebut.
Sebelumnya, lagu ini juga sempat dibawakan oleh MARBLES ketika menjadi opening act dalam showcase Bernadya “Semoga Hanya di Mimpi” yang telah digelar di Tennis Indoor Senayan pada 25 Juli 2026 lalu. Saat itu, “Catch Me” masih menjadi lagu yang belum dirilis secara resmi. Kini, lagu tersebut pun telah tersedia di berbagai platform streaming digital.











![[QUIZ] Tim JKT48 Mana yang Jadi Padus Sekolahmu pas Upacara 17 Agustus?](https://image.idntimes.com/post/20260812/1_1c347586-bae2-442d-92c0-53ed2014c7c5.jpg)










