Momen Berkesan di Konser LANY Jakarta 2026 Day 1, Mantul Bintang Lima!

Jakarta, IDN Times - Kalau ditanya bagaimana pengalaman menonton konser LANY bertajuk “SOFT: World Tour” di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (29/10/2026), jawaban saya tentunya menyenangkan dan mantul bintang lima. Ini bukan pertama kali saya menonton penampilan LANY di Jakarta. Seperti biasa, Paul dan Jake sukses menghadirkan malam yang penuh keseruan lewat aksi panggung mereka yang atraktif.
Tapi, ada satu hal yang terasa berbeda dari konser LANY kali ini. Setelah beberapa kali menyambangi Jakarta, Paul Klein dan Jake Goss terlihat semakin dekat dengan penggemar Indonesia. Di tengah-tengah penampilannya setelah membawakan sekitar sekitar tujuh lagu, Paul sempat mengungkapkan keinginannya untuk menyapa penonton menggunakan bahasa Indonesia. Saking niatnya, vokalis LANY tersebut sampai membawa selembar kertas contekan. Alhasil, momen tersebut pun jadi terasa seperti Paul sedang berpidato di hadapan ribuan penggemar Indonesia. Ngakak tapi juga bikin meleleh~
Belum lagi, di sepanjang penampilannya, LANY juga menghadirkan berbagai kejutan yang semakin memanjakan penonton. Pokoknya, kalau harus memberi rating, konser hari pertama LANY di Jakarta ini layak mendapatkan bintang lima.
1. Aksi panggung Paul Klein yang gak pernah gagal menghidupkan suasana

potret konser LANY di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (29/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Menurut saya, satu hal yang selalu menarik dari penampilan LANY adalah aksi panggung Paul Klein. Ia seolah punya cara tersendiri untuk membuat penonton ikut larut dalam musik. Saat bernyanyi, Paul gak hanya terpaku di satu titik, tapi terus bergerak mengikuti irama, menari dengan gaya khasnya, hingga menunjukkan gestur ekspresif saat memainkan berbagai instrumen. Energi Paul yang tampak lepas tersebut pun seolah menular ke penonton. Gak hanya bersemangat menyanyikan lagu-lagu galau, penonton juga ikut melompat bersama ketika LANY membawakan lagu-lagu upbeat mereka.
Kemeriahan konser juga semakin terasa berkat permainan drum Jake Goss yang membuat suasana venue kian membara. Sejak membuka penampilan dengan membawakan “Soft” hingga menutupnya lewat “XXL”, Paul dan Jake sukses menjaga energi penonton. Sepertinya, nyaris gak ada lagu yang dilewatkan tanpa sing along.
Pengalaman menonton konser LANY kali ini juga terasa berbeda karena di tengah-tengah penampilannya, Paul sempat tiba-tiba turun dari panggung utama dan berjalan menyusuri area festival sambil menyalami penonton. Awalnya, saya mengira ia hanya ingin menyapa penggemar lebih dekat. Namun, siapa sangka Paul terus berjalan hingga ke bagian belakang dan ternyata, LANY akan melanjutkan penampilan mereka dari sana. Jake pun tiba-tiba sudah berpindah saja dan bergabung bersama Paul.
Dari panggung tersebut, LANY membawakan beberapa lagu, termasuk “Act My Age”. Momen ini tentu menjadi kejutan tersendiri bagi penonton yang berada di area belakang karena bisa menikmati penampilan LANY dengan jarak yang lebih dekat. Meski begitu, perpindahan posisi tersebut gak mengurangi keseruan menonton.
Hanya saja, hal ini sempat membuat situasi di area festival berubah cukup drastis. Penonton berbondong-bondong mencari posisi terbaik untuk melihat Paul dan Jake dari dekat. Area yang sebelumnya masih memiliki ruang untuk bergerak dan melompat kecil perlahan terasa semakin sesak. Saya sendiri sempat merasa kurang nyaman karena harus berdempetan dengan penonton lain.
Situasi juga semakin mengkhawatirkan ketika terdengar teriakan bahwa ada penonton yang diduga pingsan di area festival, gak jauh dari tempat saya berdiri. Beberapa penonton langsung memberikan kode kepada Paul untuk meminta bantuan. Menyadari situasi tersebut, Paul pun segera menghentikan penampilannya.
“Stop, stop, stop. Kami membutuhkan bantuan,” kata Paul kepada petugas.
Petugas pun segera memberikan pertolongan. Sementara itu, beberapa penonton turut mengingatkan penonton lain agar memberikan ruang dengan berteriak, “Tolong mundur, tolong mundur.”
Setelah memastikan bantuan datang, Paul pun kembali mengingatkan penonton untuk saling menjaga satu sama lain.
“Oke, mari kita saling menjaga. Apa semuanya baik-baik saja? Kita lanjut, ya? Terima kasih sudah memberi tahu saya. Terima kasih. Kami ingin memastikan semua orang baik-baik saja. Semuanya baik-baik saja?” kata Paul sebelum melanjutkan penampilan berikutnya.
2. Fan service-nya mantul bintang lima!

potret konser LANY di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (29/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Paul Klein tampaknya tahu betul bagaimana cara mengambil hati penggemarnya. Lewat berbagai interaksi spontan dan menggemaskan, ia beberapa kali sukses membuat seisi venue berteriak histeris, mulai dari mencoba berbicara menggunakan bahasa Indonesia hingga memberikan kejutan yang gak disangka-sangka di atas panggung.
Salah satu momen yang cukup mencuri atensi terjadi ketika Paul tiba-tiba mengambil selembar kertas berisi contekan. Sambil membacanya, ia mulai menyapa penonton menggunakan bahasa Indonesia.
“Apa kabar Indonesia? Senang sekali bisa datang kembali. Sampai gak bisa ber-word-word. Pokoknya terima kasih, aku sayang kalian,” kata Paul, tetap dengan aksen khasnya.
Ucapan “Sampai gak bisa ber-word-word” sontak mengundang gelak tawa sekaligus teriakan penonton. Belum selesai dibuat gemas, Paul kembali menyebut istilah “Josjis” dan “Kicau mania”, bahkan, ia ikut memperagakan gerakan tangan yang identik dengan tren tersebut. Tingkahnya pun sukses membuat suasana venue semakin riuh.
Kejutan lainnya hadir ketika Paul Klein secara tak terduga memperkenalkan Lyodra sebagai guest star. Keduanya berduet membawakan lagu “Stuck” dengan perpaduan suara yang terdengar begitu harmonis. Gak cuma itu, Paul juga sempat mengajak seorang penonton naik ke atas panggung untuk mengikuti koreografi ikonik lagu “Prettiest Thing I’ve Ever Seen”. Momen tersebut tentu membuat banyak penggemar lain iri, tapi di sisi lain juga ikut bahagia melihat keberuntungannya.
3. Atmosfer konsernya bikin ketagihan

potret konser LANY di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (29/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Malam Jumat yang biasanya dilewati dengan rutinitas biasa, kali ini pun jadi terasa lebih berwarna. Bagaimana tidak? Ribuan penggemar berkumpul, bernyanyi sekeras mungkin, berteriak, hingga melompat bersama mengikuti irama lagu-lagu LANY favorit mereka.
Rasanya, gak peduli suara sebagus apa atau sekadar hafal bagian reff-nya saja, semua orang seperti punya kewajiban untuk ikut bernyanyi. Bahkan, sesekali suara penonton terdengar lebih ramai daripada suara dari atas panggung. Hihihi~
Momen ini terasa hampir di setiap lagu yang dibawakan LANY. Ketika Paul memainkan piano untuk mengiringi “I Don’t Wanna Love You Anymore”, misalnya, suasana yang awalnya riuh mendadak berubah lebih emosional. Penonton ikut menyanyikan setiap lirik dengan lantang, seolah sedang mencurahkan perasaan masing-masing lewat lagu tersebut.
Pada akhirnya, konser ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mendengarkan kembali lagu-lagu LANY secara langsung. Ada tawa, teriakan, hingga nyanyian yang bersahutan, entah itu terdengar merdu atau justru fals. Semua orang seolah bebas menikmati malam dengan cara mereka masing-masing. Berbagai keseruan tersebut pun seolah menciptakan momen yang bikin kecanduan dan sulit dilupakan.


















