Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Maliq & D'Essentials Rekam Ulang Lagu Penasaran dengan Rhoma Irama

4 min read
Cerita Maliq & D'Essentials Rekam Ulang Lagu Penasaran dengan Rhoma Irama
Maliq & D'Essentials rilis album terbaru, Kabar Gembira (dok. Istimewa)
  • Maliq & D'Essentials merekam ulang “Penasaran” karya Rhoma Irama untuk album ke-10, Kabar Gembira, setelah membawakannya bersama sang legenda di Pestapora 2025 dan memperoleh izin.
  • Kolaborasi dengan Rhoma Irama merupakan impian lama band. Angga dan personel lain mendapat inspirasi dari kisah hidup serta nilai Rhoma, di luar pengalaman bermusik bersama.
  • Proses mempelajari “Penasaran” selama sekitar tiga hingga empat bulan mengubah pandangan Angga: dangdut memiliki kedalaman, nilai kehidupan, perjuangan, dan inovasi. Album dijadwalkan rilis 11 November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Maliq & D'Essentials menghadirkan kembali lagu legendaris "Penasaran" karya Rhoma Irama dalam album studio terbaru mereka, Kabar Gembira. Lagu tersebut menjadi salah satu kolaborasi lintas generasi yang menghiasi album ke-10 MALIQ & D'Essentials.

Keputusan untuk merekam ulang "Penasaran" ternyata berawal dari kolaborasi mereka dengan Rhoma Irama di festival musik Pestapora 2025. Pengalaman membawakan lagu tersebut membuat Angga dan kawan-kawan merasa lagu itu layak diabadikan dalam rekaman album, meski proses mempelajarinya sempat menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana kisah kolaborasi dua penyanyi dengan genre berbeda ini?

  1. 1. Kolaborasi dengan Rhoma Irama sudah lama jadi impian Maliq & D'Essentials

    Lebih sedikit lagu romantis dan cinta-cintaan.jpg
    Konferensi pers album Maliq & D'essentials "Kabar Gembira" di ASHTA District 8, Jakarta, Kamis (29/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Drummer Maliq & D'Essentials, Widi Puradiredja, mengatakan kolaborasi bersama Rhoma Irama telah menjadi impian mereka sejak lama. Kesempatan tersebut akhirnya terwujud ketika mereka tampil bersama di festival musik Pestapora 2025. Saat membawakan "Penasaran" untuk pertama kalinya, Widi langsung menyadari bahwa lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

    "2025 kita bawain lagu ini, pas di studio, 'Gila, enak banget nih lagu dibawain!' Wah, ini susah banget tapi lagunya ya waktu itu," kenang Widi saat ditemui di ASHTA District 8, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

    Meski sempat kesulitan memainkannya, pengalaman tersebut justru membuat Maliq & D'Essentials semakin tertarik membawa "Penasaran" ke dalam album Kabar Gembira. Mereka kemudian sepakat untuk merekam ulang lagu tersebut setelah mendapatkan izin dari Rhoma Irama.

    "Begitu habis manggung, 'Ini harus masuk ke album sih, kita rekam lah gimana caranya, kita izin.' Alhamdulillah diizinin," ujar Widi.

  2. 2. Maliq & D'Essentials banyak belajar dari Rhoma Irama

    Kolaborasi dengan Bilal Indrajaya hingga Rhoma Irama.jpg
    Konferensi pers album Maliq & D'essentials "Kabar Gembira" di ASHTA District 8, Jakarta, Kamis (29/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Ketika ditanya mengenai pesan khusus dari Rhoma Irama kepada Maliq & D'Essentials, Angga Puradiredja mengaku tidak mendapat pesan tertentu. Alih-alih membahas musik secara khusus, mereka justru lebih sering berdiskusi mengenai kehidupan dan perjalanan panjang Rhoma Irama sebagai seorang musisi.

    "Sama Pak Haji (Rhoma) lebih banyak diskusi kehidupan aja sama sejarah-sejarah perjalanan hidupnya dia yang kita dengarnya semacam menginspirasi, memvalidasi, mengaminkan bahwa kita sampai hari ini udah ada di jalan yang benar," jelas Angga.

    Menurut Angga, sosok Rhoma Irama memberikan energi yang jauh lebih besar daripada sekadar kolaborasi di atas panggung. Ia melihat ada nilai-nilai yang bisa dipelajari dari Rhoma sebagai musisi senior sekaligus sosok yang telah melewati perjalanan panjang dalam industri musik.

    "Value-value dia (Rhoma Irama) sebagai musisi senior, orang tua kita, bahkan bisa kakek juga ya, itu dia bisa menggambarkan semua tuh beyond dari hanya sekadar main musik aja, gitu," ucap Angga.

    Pengalaman tersebut semakin terasa ketika Maliq & D'Essentials harus mempelajari "Penasaran" untuk penampilan di Pestapora 2025. Angga membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk memahami lagu tersebut sebelum festival berlangsung. Dari proses tersebut, Angga justru semakin memahami alasan Rhoma Irama bisa menjadi sosok sebesar sekarang.

    "Gua langsung berpikir, 'Kenapa Rhoma adalah Rhoma, ya?' Terbukti karena bahwa Rhoma memang sebesar itu dengan lagunya," ujar Angga.

  3. 3. Setelah bertemu Rhoma, Angga sadar kalau dangdut bukan musik main-main

    Angga pun sadar kalau genre dangdut bukan sekadar musik main-main.jpg
    Konferensi pers album Maliq & D'essentials "Kabar Gembira" di ASHTA District 8, Jakarta, Kamis (29/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Proses mempelajari "Penasaran" juga membuat Angga mengubah pandangannya terhadap musik dangdut. Ia mengaku sebelumnya sempat memiliki persepsi bahwa lagu dangdut identik dengan sesuatu yang ringan dan menghibur. Namun, setelah benar-benar mempelajari karya Rhoma Irama, Angga menemukan kedalaman lain di dalamnya.

    "Gua baru menyadari bahwa ternyata lagu dangdut itu bukan lagu main-main. Selama ini menurut gua ada sedikit salah persepsi bahwa ini lagu (dangdut) humor banget, lagu lucu-lucuan. Tapi sebenernya setelah gua pelajarin, enggak seperti itu," tegas Angga.

    Angga juga melihat adanya kesamaan prinsip antara Rhoma Irama dan Maliq & D'Essentials. Menurutnya, karya-karya mereka sama-sama memiliki nilai kehidupan, perjuangan, hingga keberanian untuk melakukan inovasi.

    "Dan itu gua rasa ada sedikit banyak kesamaannya sama Maliq. Pada saat kita memberikan sama teman-teman suatu hal yang festive, yang seru, yang romance, tapi sebenernya di belakang itu, latar belakang pembuatan itu sangat dalam," pungkasnya.

    Selain "Penasaran" bersama Rhoma Irama, album Kabar Gembira juga menghadirkan kolaborasi Maliq & D'Essentials dengan Bilal Indrajaya melalui lagu "Nyali" serta band Perunggu lewat "Pigura." Album studio ke-10 MALIQ & D’Essentials tersebut dijadwalkan rilis pada 11 November 2026 di berbagai platform musik digital.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More