Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Momen Terbaik Ace di Serial One Piece, Tak Terlupakan!

7 Momen Terbaik Ace di Serial One Piece, Tak Terlupakan!
Ace, Sabo, Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti perjalanan emosional Portgas D. Ace di One Piece, dari masa kecil penuh luka hingga pengorbanan terakhirnya demi Luffy yang menggambarkan makna sejati persaudaraan.

  • Tujuh momen penting Ace mencakup ikatan sakazuki dengan Sabo dan Luffy, perjuangan melawan Jinbe, hingga penerimaan Whitebeard sebagai sosok ayah sejati yang memberinya arti keluarga.

  • Kisah Ace menunjukkan transformasi dari anak terbuang menjadi simbol keberanian dan kasih sayang, meninggalkan warisan semangat serta tekad yang terus hidup dalam perjalanan Luffy.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehadiran Portgas D Ace dalam serial One Piece memang terbilang sangat singkat jika kamu bandingkan dengan karakter utama lainnya. Namun, Oda Sensei berhasil meracik setiap momen kemunculannya dengan bobot emosional yang sangat dalam. Mulai dari masa lalunya yang kelam hingga sepak terjangnya sebagai komandan bajak laut hebat, jejak kakak angkat Luffy ini sukses mengikat hati para penggemar.

Bagi kamu yang rindu dengan sang tinju api, bernostalgia melihat rentetan adegan epiknya tentu akan mengaduk emosi tersendiri. Setiap fase perjalanannya perlahan mengupas tuntas sosok Ace yang sangat menjunjung tinggi arti keluarga dan rela menembus batas demi melindungi orang tersayang. Tanpa perlu berlama-lama, mari langsung kita ulas tujuh momen terbaik Ace yang paling membekas di ingatan berikut ini.

1. Momen pertukaran cawan sake yang menyatukan Ace, Sabo, dan Luffy menjadi keluarga

Ace, Sabo, Luffy
Ace, Sabo, Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)

Upacara sakazuki merupakan ritual berharga di dunia One Piece. Ace memulai momen bersejarah ini dengan mencuri minuman keras milik Dadan lalu menyatakan bahwa berbagi cawan membuat mereka sah menjadi saudara. Tindakan ini sangat menyentuh karena Ace akhirnya belajar menciptakan keluarganya sendiri di tengah kesepian dan penolakan dunia. Ikatan persaudaraan yang lahir dari cawan sake ini pula lah yang terus diperjuangkan oleh Luffy hingga akhir hayat Ace.

2. Aksi nekat Ace sewaktu kecil menyerbu markas Porchemy demi menyelamatkan Luffy

Luffy melawan Porchemy
Luffy melawan Porchemy (dok. Toei Animation/One Piece)

Sikap dingin Ace di awal pertemuan sekadar tembok pertahanan agar dia tidak mudah bergantung pada orang lain. Namun, tembok itu runtuh saat Porchemy menangkap dan menyiksa Luffy demi mencari tahu lokasi harta simpanan Ace. Melihat Luffy memilih bungkam demi melindunginya, Ace bersama Sabo nekat menyerbu markas bajak laut dewasa tersebut. Insiden brutal ini menjadi titik balik penting saat Ace mulai menganggap Luffy sebagai adik yang pantas untuk dilindungi.

3. Pertanyaan menyedihkan Ace kepada Garp tentang apakah dirinya pantas untuk dilahirkan

pernyataan Ace kepada Garp
pernyataan Ace kepada Garp (dok. Toei Animation/One Piece)

Masa kecil Ace penuh dengan krisis identitas akibat bayang-bayang kebencian dunia terhadap ayah kandungnya. Dia pernah bertanya secara langsung kepada Garp apakah kelahirannya di dunia ini adalah sebuah kesalahan. Momen dialog sunyi tanpa dramatisasi berlebihan racikan Oda Sensei ini terasa sangat menyayat hati karena Garp hanya menjawab bahwa Ace harus terus hidup untuk menemukan jawabannya. Luka batin inilah yang kelak membentuk watak keras Ace saat beranjak dewasa.

4. Pertarungan sengit menguras fisik selama lima hari tanpa pemenang melawan Jinbe

Ace melawan Jinbe
Ace melawan Jinbe (dok. Toei Animation/One Piece)

Pertemuan Portgas D. Ace dengan Jinbe berawal dari ambisi liarnya untuk menantang Whitebeard secara langsung. Jinbe yang setia pada Whitebeard mencoba menghentikan kapten muda sembrono tersebut hingga memicu pertarungan dahsyat selama lima hari berturut-turut. Duel yang berujung seri ini menjadi bukti nyata ketahanan fisik sekaligus keras kepalanya seorang Ace. Dia rela pingsan kehabisan tenaga daripada harus mundur menyerah begitu saja dari batas kemampuannya.

5. Momen Ace akhirnya menyerah dan menerima Whitebeard sebagai sosok ayah sejatinya

Ace dan Shirohige
Ace dan Shirohige (dok. Toei Animation/One Piece)

Setelah seratus kali percobaan pembunuhan yang selalu digagalkan dengan mudah, Ace akhirnya kehabisan tenaga dan bertekuk lutut di kapal Whitebeard. Menariknya, Whitebeard sama sekali tidak marah dan justru menawarkan tempat berlabuh bagi jiwa Ace yang selama ini tersesat. Keputusannya membakar bendera Spade Pirates dan mulai memanggil Whitebeard dengan sebutan ayah menjadi momen emosional penebusan masa lalu. Ace akhirnya sadar bahwa dirinya pantas dan berhak disayangi oleh sebuah keluarga.

6. Keputusan gegabah Ace memburu Blackbeard sendirian ke Pulau Banaro untuk balas dendam

Ace melawan Kurohige
Ace melawan Kurohige (dok. Toei Animation/One Piece)

Rasa hormat Ace yang terlampau tinggi kepada kru dan kaptennya justru membawa malapetaka besar. Saat Blackbeard melanggar aturan paling tabu dengan membunuh rekan satu kapalnya, Ace langsung memburu mantan anak buahnya itu ke Pulau Banaro tanpa memedulikan larangan Whitebeard. Pertarungan ini mengungkap kelemahan fatal Ace yang terbiasa bergantung pada daya hancur Logia miliknya. Kemampuan Blackbeard membatalkan kekuatan buah iblis, membuat Ace takluk dan memicu rantai peristiwa kelam di Marineford.

7. Pengorbanan tragis Ace menahan serangan mematikan demi melindungi nyawa Luffy

kematian Ace
kematian Ace (dok. Toei Animation/One Piece)

Puncak tragedi paling emosional dalam One Piece terjadi saat Ace memosisikan diri sebagai tameng hidup untuk menahan pukulan tinju magma Akainu yang mengincar Luffy. Sepanjang hidupnya Ace selalu merasa bahwa kelahirannya hanyalah beban, tetapi tindakan spontan ini murni dorongan insting seorang kakak yang ingin melindungi adik tercinta. Visual fatal dari Oda Sensei ini memaksa kamu merasakan kehilangan mendalam atas sosok pahlawan yang rela mati demi cinta persaudaraannya.

Deretan momen terbaik Ace sepanjang seri One Piece menjadi bukti nyata kehebatan Oda Sensei dalam meracik karakter pendukung dengan lapisan emosi yang sangat dalam. Walau jejak petualangannya harus terhenti lebih awal, warisan tekad dan api persaudaraan sang komandan terus menyala mendampingi setiap langkah Luffy hingga saat ini. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More