Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Musisi yang Pernah Suarakan Kritik Pada Grammy, BTS hingga The Weeknd
The Weeknd dan BTS (instagram.com/theweeknd | instagram.com/ime_indonesia)
  • BTS memutuskan tidak mengajukan karya untuk Grammy 2027 setelah kategori Best Asian Pop diperkenalkan, karena menilai musik seharusnya tidak dibatasi wilayah, bahasa, atau asal negara.
  • The Weeknd memboikot Grammy usai tidak mendapat nominasi pada 2021 meski sukses besar, lalu kembali tampil pada Grammy 2025 dengan medley lagu “Cry For Me” dan “Timeless”.
  • Frank Ocean menolak mengajukan Blonde dan tampil di Grammy, sedangkan Drake mencabut nominasi 2022 serta tidak mengirim karya pada 2026 karena mengkritik sistem penilaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa yang gak kenal Grammy Awards? Ajang penghargaan musik ini dianggap jadi puncak bergengsi dalam karier bermusik musisi. Walau begitu, tak semua musisi menjadikannya sebagai tujuan utama. Sejumlah artis papan atas justru memilih mengambil jarak dari ajang tersebut, mulai dari menolak mengirimkan karya, menarik nominasi, hingga memboikot The Recording Academy karena menilai sistem penilaiannya tidak lagi relevan.

Terbaru, grup KPop BTS menjadi sorotan setelah memutuskan tidak mengajukan karya mereka ke Grammy Awards 2027. Keputusan tersebut menambah daftar musisi dunia yang pernah secara terbuka menyuarakan kritik terhadap Grammy. Siapa saja mereka?

1. The Weeknd

Potret The Weeknd (instagram.com/theweeknd)

Setelah menjadi salah satu musisi paling sukses pada 2020 lewat album After Hours dan lagu "Blinding Lights", The Weeknd justru tidak memperoleh satu pun nominasi di Grammy Awards 2021. Keputusan tersebut memicu kritik besar terhadap transparansi sistem penilaian Grammy. Sebagai bentuk protes, The Weeknd mengumumkan tidak akan lagi mengirimkan karya-karyanya ke Grammy Awards. Ia bahkan meminta label rekamannya untuk tidak mendaftarkan musiknya ke The Recording Academy di masa mendatang.

Kendati demikian, sang musisi mengakhiri masa boikotnya dengan kembali ke panggung Grammy pada 2025 lalu. Bahkan, ia membawakan lagu barunya yang tengah dipromosikan dalam album Hurry Up Tomorrow. Penampilannya membawakan lagu "Cry For Me" dan "Timeless" secara medley pun viral di media sosial.

2. Frank Ocean

Frank Ocean (instagram.com/itsfrankocean)

Frank Ocean juga menjadi salah satu musisi yang secara terbuka menolak mengikuti Grammy Awards. Ia memilih tidak mengajukan album Blonde untuk dipertimbangkan dalam Grammy 2017. Padahal, album tersebut mendapat pujian luas dari kritikus dan penggemar saat masa perilisannya.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Frank Ocean mengatakan bahwa The Recording Academy memiliki sejarah panjang, tetapi menurutnya tidak lagi merepresentasikan orang-orang dari latar belakang seperti dirinya. Ia juga pernah menolak tawaran tampil di panggung Grammy karena menganggap institusi tersebut kurang mampu mengakomodasi perkembangan musik modern. Meski begitu, hingga kini tidak diketahui apakah pelantun lagu "Thinkin Bout You" ini masih memboikot Grammy atau tidak.

3. Drake

Drake (instagram.com/champagnepapi)

Nah, sedikit berbeda dalam kasus yang dialami Drake. Ia sebenarnya sempat mengajukan album Certified Lover Boy dan lagu "Way 2 Sexy" ke Grammy Awards 2022. Karya-karyanya ini pun akhirnya sempat memperoleh nominasi. Namun, Drake kemudian meminta agar kedua nominasinya dicabut.

Keputusan tersebut dianggap sebagai kelanjutan dari kritiknya terhadap sistem Grammy yang menurutnya sering kali tidak konsisten. Ia juga menilai ajang ini terlalu subjektif dalam menentukan nominasi maupun pemenang. Keputusan ini pun masih berlaku hingga saat ini, diketahui Drake tidak mengirimkan karyanya di Grammy 2026.

4. BTS

BTS (instagram.com/bts.bighitofficial)

Pada 29 Juli 2026, ketujuh member BTS mengumumkan tidak akan mengajukan karya mereka untuk Grammy Awards 2027. Keputusan itu muncul setelah Grammy memperkenalkan kategori Best Asian Pop. Para anggota menilai hal ini kurang tepat, karena mengelompokkan musisi berdasarkan wilayah, bukan kualitas karya.

Melalui pernyataan di media sosial pribadi masing-masing anggota, BTS menegaskan bahwa musik seharusnya dinilai tanpa dibatasi bahasa atau asal negara. Keputusan tersebut pun menuai dukungan luas dari penggemar dan sejumlah pelaku industri musik yang turut mempertanyakan sistem kategorisasi baru Grammy.

Keempat musisi tersebut memiliki alasan yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya mereka mempertanyakan sistem penghargaan Grammy Awards. Di sisi lain, pihak The Recording Academy dan CEO Grammy juga beberapa kali memberikan tanggapan terhadap kritik maupun aksi boikot dari sejumlah musisi. Perdebatan ini pun kerap menjadi sorotan publik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article