Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Sebenarnya Teknis Pengambilan Adegan Intimate di Film?

Bagaimana Sebenarnya Teknis Pengambilan Adegan Intimate di Film?
Still cut film Gowok: Kamasutra Jawa (dok. MVP Pictures/Gowok: Kamasutra Jawa)
Intinya Sih
  • Proses syuting adegan dewasa diawali dengan intimate session yang dipandu intimacy coordinator untuk memastikan kenyamanan dan batasan setiap aktor serta kru yang terlibat.
  • Pemain dapat menggunakan body double dan alat pelindung agar tidak terjadi kontak langsung, sementara detail adegan diatur jelas dalam kontrak produksi film.
  • Saat pengambilan gambar, hanya kru penting yang boleh berada di lokasi dengan monitor dimatikan demi menjaga privasi dan etika sesuai aturan produksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Dalam memproduksi film yang menyuguhkan adegan dewasa, kehadiran intimacy coordinator menjadi aspek penting. Pasalnya, intimacy coordinator ini diharapkan bisa memberikan rasa nyaman, serta menegaskan batasan yang boleh dilakukan saat syuting adegan-adegan intimate.

Melalui wawancara khusus bersama IDN Times di program #COD (Cerita Orang Dalam), Satria Kurnianto, director of photography film Gowok: kamasutra Jawa sempat membagikan proses teknis bagaimana cara pengambilan gambar adegan dewasa atau intimate saat produksi film. Sebelum syuting, ternyata aktor dan kru harus melewati intimate session terlebih dahulu.

Table of Content

1. Sebelum syuting adegan dewasa, ada intimate session yang didampingi oleh coach atau intimacy coordinator

1. Sebelum syuting adegan dewasa, ada intimate session yang didampingi oleh coach atau intimacy coordinator

Gowok: Kamasutra Jawa
Still cut film Gowok: Kamasutra Jawa (Instagram.com/hanungbramantyo)

Sebelum syuting di mulai, aktor dan kru, seperti sutradara, director of photography, dan beberapa orang sound harus menghadiri intimate session terlebih dahulu. Di sesi tersebut, mereka akan dijembatani oleh intimacy coordinator.

"Jadi intimate session itu juga ada workshop-nya sendiri, terus di situ ada pendampingnya juga untuk menjembatani kita berdua antara yang di-shoot sama yang mau di-shoot. Dan sutradara juga harus tahu itu. Oh, ini dia risih kalau begini. Jadi, kita ngambilnya begini, nanti aku tutupin begini," ungkap Satria Kurnianto pada wawancara yang dilakukan pada 19 Juni 2025 lalu melalui Zoom bersama IDN Times.

2. Ada body double dan gak skin to skin ke area tubuh private

Gowok: Kamasutra Jawa
Still cut film Gowok: Kamasutra Jawa (Instagram.com/hanungbramantyo)

Lewat workshop tersebut, para pemain bisa menyampaikan batasan mereka, agar merasa nyaman ketika syuting. Bahkan, saat beradegan dewasa, para pemain memakai alat khusus, supaya bagian tubuh private mereka tidak langsung bersentuhan.

"Misalnya ada dua orang, Kamanjaya dan Ratri, ketika mereka beradegan dewasa itu diganjel, biar gak bersentuhan alat vitalnya. Itu kan ada aturannya," ujar director of photography dari film Gowok: Kamasutra Jawa (2025) ini.

Sebelum syuting di mulai, seberapa dalam adegan intimate yang akan diproduksi dan disajikan juga harus dijelaskan secara detail di dalam kontrak. Menurut Satrio, hal ini kontrak harus ada agar kru film juga bisa menyesuaikan seberapa jauh mereka bisa mengeksplor adegan intimate tersebut.

"Dan itu ada di kontrak, bahwa aku gak mau begini-begini. Oke, jadi kita juga gak seolah-olah mengeksploitasi mereka," lanjutnya.

Selain itu, para pemain juga berhak menggunakan body double dalam melakukan adegan intimate. Satria mengungkap, "Ada beberapa (pakai body double). Makanya itu ada ilusi, tipu muslihat. Itu kan tipuan lensa, tipuan kamera, tipuan gerak."

Maka dari itu, tugas director of photography adalah membuat penggunaan body double terlihat nyata dengan tipuan kamera. Mulai dari mengambil gambar sambil terhalang objek lain, disorot dari kejauhan, atau membuat lensanya sedikit blur.

3. Di dalam lokasi syuting, semua monitor harus mati dan cuma ada beberapa kru penting saja

Gowok: Kamasutra Jawa
Still cut film Gowok: Kamasutra Jawa (dok. MVP Pictures/Gowok: Kamasutra Jawa)

Ketika syuting dilakukan, monitor di dalam ruangan harus dimatikan, lho. Selain itu, hanya kru-kru tertentu yang boleh berada di dalam ruangan dan mereka harus mengikuti intimate session dulu.

"Nanti yang ada di ruangan itu biasanya cuma aku, sutradara, sudah. Semua monitor dimatiin, gak boleh ada yang lihat. (Sama orang) sound biasanya kan ada beberapa yang harus di situ," lanjutnya.

Menurut Satria Kurnianto, kalau kru produksi melanggar aturan atau perjanjian yang sudah disetujui, mereka berpotensi terkena undang-undang. "Ada etikanya kayak gitu dan itu masuk di riders-nya. Kalau kita melanggar itu, ya kita kena undang-undang," tegasnya.

Ternyata banyak hal yang harus diperhatikan saat syuting adegan dewasa atau intimate di sebuah film ya dan memang tidak bisa sembarangan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More