Pandangan Laura Basuki Soal Biarawati Terbuka usai Main Film Yohanna

Laura Basuki tertarik membintangi film Yohanna karena belum pernah memerankan biarawati dan ingin membantu sutradara menyoroti realita kehidupan anak-anak di Sumba.
Melalui riset mendalam, Laura memahami bahwa biarawati juga manusia yang bisa mengalami kegelisahan batin dan krisis iman, membuka pandangannya tentang sisi kemanusiaan mereka.
Film Yohanna menggambarkan perjalanan seorang biarawati muda menghadapi kerasnya realitas Sumba pasca bencana, sekaligus pergulatan iman yang terasa dekat dengan pengalaman hidup banyak orang.
Jakarta, IDN Times – Setelah tayang di berbagai festival film, akhirnya film Yohanna bakal segera tayang di Indonesia. Aktris Laura Basuki pun terpilih sebagai pemeran utama dalam film tersebut sebagai seorang biarawati bernama Yohanna.
Memerankan karakter Yohanna ternyata turut membuka pandangannya tentang biarawati. Terlebih lagi, aktris kelahiran 1988 itu juga turut berbincang secara langsung dengan biarawati untuk keperluan riset pendalaman karakter. Begini cerita pengalaman Laura Basuki saat main film Yohanna!
1. Laura Basuki tertarik main film Yohanna karena belum pernah perankan karakter biarawati

Saat bercerita mengenai tawaran peran, Laura Basuki mengaku bahwa dirinya memilih terlibat sebagai pemain karena belum pernah memerankan karakter biarawati seperti Yohanna. Waktu pertama kali berdiskusi soal perannya, Laura menyebut saat itu naskah film belum sepenuhnya selesai.
Bagi Laura, film Yohanna memiliki cerita yang terbilang menarik. Apalagi, keterlibatannya dalam film ini juga diikuti dengan keinginan membantu sutradara, Razka Robby Ertanto, untuk menyampaikan realita sebenarnya yang terjadi di Sumba, Nusa Tenggara Timur.
"Aku tertarik karena aku belum pernah mainin karakter ini sebelumnya. Walaupun syutingnya di Sumba yang kita tau alamnya pasti indah, yang di-capture di sini bukan cuma alam saja, tapi realita yang terjadi di sana. Di mana anak-anak kecil banyak yang berjuang untuk bertahan hidup juga dengan bekerja, ikut joki kuda, segala macam," ungkap Laura, saat dijumpai eksklusif di Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026) lalu.
2. Karakter Yohanna buka perspektif Laura Basuki soal biarawati

Karakter biarawati yang diperankan dalam film Yohanna ternyata turut membekas dan membuka perspektif Laura. Setelah memainkan karakter tersebut, ia jadi memahami bahwa tidak ada orang yang 100 persen seperti malaikat, bahkan biarawati sekalipun. Pasalnya, Laura menyebut biarawati juga manusia yang dapat merasakan kegoyahan batin sampai mempertanyakan keimanan sendiri.
"Kalau di pikiran kita, pasti seorang biarawati itu adalah manusia suci tanpa dosa, tapi ternyata memang biarawati itu juga manusia. Mereka juga bisa merasakan kegoyahan batin, mempertanyakan keimanan, dan di keadaan yang terdesak bisa mengambil keputusan-keputusan yang mungkin bertentangan dengan apa yang mereka yakini," tambah Laura.
Demi mendalami karakternya, Laura sampai mengobrol secara langsung dengan biarawati, menonton video-video interview biarawati dan pastor untuk mengetahui lebih dekat tentang mereka. Dari situlah, Laura memahami bahwa sebenarnya sosok Yohanna bukan karakter yang sengaja didramatisasi untuk kepentingan film, tapi memang sejatinya gambaran tersebut benar-benar ada.
3. Bagi Laura, film ini sangat dekat dengan pengalaman hidup banyak orang

Sebelumnya melalui siaran pers, Laura sudah pernah menjelaskan bahwa film Yohanna sejatinya dapat terasa sangat dekat dengan pengalaman hidup banyak orang. Karakter Yohanna yang diperankannya pun memberikan banyak pelajaran hidup.
"Yang membuat saya sangat terhubung dengan Yohanna adalah karena pergulatan yang ia alami sebenarnya sangat manusiawi. Kita semua pernah berada di titik mempertanyakan hidup, keyakinan, bahkan diri sendiri. Saya percaya film ini akan terasa dekat bagi banyak orang," ujar aktris yang dinobatkan sebagai Best Actress di Asian Film Festival 2025 berkat penampilannya dalam film Yohanna.
Senada dengan itu, Razka selaku sutradara juga memastikan bahwa film Yohanna bukan tentang agama tertentu. Menurutnya, karakter Yohanna dalam film ini turut mengalami apa yang semua orang pernah rasakan.
Film Yohanna mengisahkan biarawati muda bernama Yohanna yang dikirim ke Sumba untuk menjalankan misi kemanusiaan pasca bencana Badai Tropis Seroja. Saat truk berisi donasi yang ia bawa dicuri, misi yang tampak sederhana itu membawanya masuk ke dalam realitas Sumba yang keras, kemiskinan yang mencengkeram, aparat yang korup, dan anak-anak yang terpaksa bekerja di usia yang seharusnya mereka habiskan untuk bermain.
Di tengah kenyataan yang berat, Yohanna juga harus berhadapan dengan krisis keyakinan dan identitas dirinya sebagai biarawati. Lewat sudut pandang karakter Yohanna, penonton diajak untuk menyelami perjalanan batin yang dekat dan relevan bagi kehidupan banyak orang.
Selain Laura Basuki, film ini juga menghadirkan Jajang C. Noer. Kirana Grasela, dan Iqua Tahlequa, serta melibatkan anak-anak Sumba sebagai bagian dari cerita. Yohanna dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.

















