Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penjelasan Ending The Whisper Man, Siapa Pelaku Sebenarnya?
The Whisper Man (dok. Netflix/The Whisper Man)
  • Penculikan baru memaksa pensiunan Detektif Peter Willis kembali menghadapi Frank Carter, yang memakai isu “korban keenam” untuk memanipulasi dan meneror Peter dari penjara.
  • Jejak komunikasi Norman Collins dengan Frank Carter mengungkap rangkaian kejahatan, termasuk pembunuhan Dominic oleh Norman serta lokasi penguburan korban lama Tony Smith.
  • Peniru The Whisper Man adalah Francis Carter, putra Frank yang menculik demi pengakuan ayahnya; Francis akhirnya dibunuh Frank, sementara gadis bersweater biru adalah arwah Rebecca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Artikel ini mengandung spoiler bagi yang belum menonton The Whisper Man!

Diadaptasi dari novel thriller kriminal sukses karya Alex North, The Whisper Man menyajikan tontonan investigasi pembunuhan berantai yang sangat gelap, intens, dan berlapis. Film ini mengikuti Tom Kennedy (Adam Scott) dan putranya, Jake (Acston Luca Porto), yang mencari awal baru usai kematian sang istri.

Namun, mereka justru diteror dengan penculikan bermodus persis seperti yang dilakukan oleh The Whisper Man 20 tahun lalu. Padahal, pelaku aslinya, Frank Carter (Michael Keaton), sudah dipenjara oleh Detektif Peter Willis (Robert De Niro).

Pengemasan cerita novel ke dalam durasi 2 jam membuat ritme investigasinya berjalan sangat cepat. Tak heran jika penonton ditinggalkan dengan teka-teki yang mengganjal, mulai dari identitas sang copycat hingga motif kelam di balik klimaksnya.

Tenang, kamu tidak sendirian. Untuk membantu kamu menemukan jawabannya, mari kita bedah satu per satu misteri tersebut. Begini penjelasan ending The Whisper Man!

1. Misteri korban keenam sebagai permainan pikiran

The Whisper Man (dok. Netflix/The Whisper Man)

Sejak awal, Detektif Peter Willis yang sudah pensiun digambarkan tidak ingin berurusan lagi dengan Frank Carter. Ia terus dihantui oleh rasa bersalah karena belum berhasil menemukan mayat korban terakhir Frank di masa lalu, yaitu Tony Smith.

Penculikan sang cucu, Jake, memaksa Peter turun tangan untuk membantu Detektif Amanda Beck (Michelle Monaghan) menginterogasi Frank di penjara. Saat wawancara, Frank sengaja menyinggung "korban keenam" yang sebenarnya tidak membahas korban masa lalu, melainkan sebagai taktik manipulasi.

Ia memanfaatkan kasus penculikan dari sang peniru untuk memprovokasi Peter, sekaligus membuktikan bahwa terornya tetap hidup meski ia berada di balik jeruji besi. Permainan pikiran beracun inilah yang sejak awal membuat Peter enggan terlibat lagi dalam kasus tersebut.

2. Petunjuk utama lewat jalur komunikasi gelap

The Whisper Man (dok. Netflix/The Whisper Man)

Alur investigasi sempat terasa membingungkan karena melibatkan banyak pihak dari luar. Kunci terungkapnya identitas pelaku bermula dari Norman Collins (Hamish Linklater), seorang kolektor obsesif yang membayar narapidana bernama Victor agar pesannya sampai ke Frank.

Tujuan Norman adalah mendapatkan akses ke ruang bawah tanah yang disewa Dominic, tempat di mana mayat Tony Smith dikuburkan oleh Frank selama puluhan tahun. Sebagai imbalannya, Norman menghubungkan Frank dengan penirunya di luar penjara.

Namun, rantai komunikasi yang rumit ini justru berbuah blunder fatal bagi pihak penjahat. Keterlibatan Norman, termasuk tindakannya membunuh Dominic di ruang bawah tanah akibat perselisihan, malah meninggalkan jejak penting bagi kepolisian.

3. Terungkapnya identitas asli peniru The Whisper Man

The Whisper Man (dok. Netflix/The Whisper Man)

Berbekal jejak dari Norman, identitas sang peniru yang selama ini menjadi misteri akhirnya terungkap. Sempat muncul dugaan bahwa pelaku adalah komplotan rahasia Frank. Namun, hal itu menyisakan pertanyaan baru, mengapa komplotan ini baru beraksi lagi setelah puluhan tahun?

Dugaan itu akhirnya terpatahkan karena pelakunya ternyata adalah Francis Carter (Owen Teague), anak kandung Frank sendiri. Selama ini, ia bersembunyi di balik identitas George, seorang asisten guru berkebutuhan khusus di sekolah baru Jake.

Dalam filmnya, Francis digambarkan menyamai kekejaman sang ayah. Ia bahkan tega menghabisi dr. Sharmatz, pemilik rumah sekaligus mantan mentornya, demi mencuri identitas dan menggunakan rumah tersebut sebagai lokasi penyekapan tanpa dicurigai.

4. Motif psikologis di balik kedua pelaku utama

The Whisper Man (dok. Netflix/The Whisper Man)

Penonton sempat digiring untuk berasumsi bahwa Frank bekerja sama dan sengaja mengarahkan aksi penculikan yang dilakukan Francis. Padahal, Francis melakukan rentetan penculikan tersebut atas kehendaknya sendiri demi pengakuan dari sang ayah.

Fakta ini dipertegas ketika Francis justru tewas oleh Frank di dalam penjara. Alih-alih bangga melihat aksi sang anak, Frank justru merasa panggung dan julukan The Whisper Man miliknya mulai direbut. Terlebih pelakunya adalah Francis, anak yang sejak dulu ia anggap lemah, sekaligus sosok yang sebenarnya paling ingin ia habisi.

Niat membunuh darah dagingnya sendiri ini rupanya berakar dari trauma masa lalu Frank. Ia melihat Francis seperti pantulan masa kecilnya yang tidak berdaya saat disiksa sang ayah. Menurut analisis Peter, kebiasaan Frank menutupi wajah korban ciliknya sengaja dilakukan agar ia bisa membayangkan sedang menghabisi Francis.

Trauma lintas generasi inilah yang menciptakan sosok pembunuh sedingin Frank. Seram banget, kan?

5. Fakta sosok gadis bersweater biru

The Whisper Man (dok. Netflix/The Whisper Man)

Sepanjang cerita, Jake sering berinteraksi dengan teman imajiner berwujud gadis kecil bersweater biru. Penonton awalnya digiring mengira sosok itu adalah halusinasi Jake akibat trauma kehilangan sang ibu, atau justru salah satu arwah korban Frank di masa lalu.

Misteri ini terjawab lewat sentuhan supranatural ringan di akhir film. Saat melihat foto-foto lawas, Tom menemukan potret masa kecil mendiang istrinya, Rebecca, mengenakan sweater biru yang persis dengan deskripsi Jake. Sosok itu ternyata wujud arwah sang ibu yang setia menjaga dan menemani putranya, bahkan saat Jake disekap oleh Francis.

Sebagai kesimpulan, pelaku penculikan anak-anak di masa sekarang adalah Francis, yang meniru kejahatan Frank demi sebuah pengakuan, ironisnya, justru tewas di tangan sang ayah. Sementara kematian Dominic merupakan ulah Norman sang kolektor akibat tersudut oleh ejekan korban.

Terlepas dari adanya perombakan dari versi novelnya, The Whisper Man tetap sukses diadaptasi menjadi thriller psikologis dengan teka-teki kelam yang berlapis. Semoga rangkuman ini membantumu mengurai sisa misteri yang ada, sehingga pengalaman menontonmu jadi jauh lebih tuntas dan memuaskan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article