Daftar Film Indonesia di Busan Film Festival 2026, Ada Laut Bercerita

Busan International Film Festival (BIFF) 2026 telah mengumumkan deretan film yang akan berkompetisi. Total ada 315 film dari 59 negara yang telah diseleksi, puluhan di antaranya bahkan world premiere dan international premier di festival film yang digelar di Busan, Korea Selatan tersebut.
Karya-karya sineas Indonesia kembali mendapat kepercayaan sekaligus membuktikan kualitasnya di BIFF 2026. Dari daftar film yang diumumkan, beberapa film telah resmi masuk untuk berkompetisi di kategori utama hingga beberapa kategori lainnya. Ada film apa saja?
1. IBUKU

poster film IBUKU (dok. Memorieslight Pictures) Film pertama yang berhasil masuk ke kategori utama BIFF 2026 ialah IBUKU yang disutradarai oleh Eddie Cahyono. Sutradara yang sebelumnya dikenal lewat film Siti ini kembali mengangkat tema perempuan dan hak asasi manusia, serta buruh dan juga sosial.
Film IBUKU bukan sekadar drama ibu dan anak, menceritakan seorang janda yang berusaha bertemu kembali dengan putrinya yang dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi, setelah dituduh membunuh majikannya. Namun, sang anak justru menolak untuk ditemui oleh ibunya karena belum bisa memaafkan pengkhianatan yang terjadi di masa lalu. Menariknya, film yang dibintangi oleh Christine Hakim ini tercatat di BIFF sebagai film kolaborasi Indonesia dan Jepang.
2. Laut Bercerita

still cut film Laut Bercerita (dok. Pal8 Pictures) Sebelum menyapa penonton di bioskop Indonesia, film Laut Bercerita akan lebih dulu melakukan world premiere di BIFF 2026. Film yang menampilkan Reza Rahadian, Eva Celia dan Dian Sastro ini juga terpilih untuk berkompetisi di kategori utama.
Laut Bercerita diangkat dari novel populer berjudul sama, yang kemudian divisualisasikan oleh sutradara Yosep Anggi Noen. Mengisahkan tentang mahasiswa sekaligus aktivis bernama Biru Laut, yang pada era Orde Baru diculik bersama rekan-rekannya karena memperjuangkan demokrasi.
3. Empat Musim Pertiwi

still cut film Empat Musim Pertiwi (dok. Miles Films) Film Christine Hakim lain yang berhasil masuk BIFF 2026 ialah Empat Musim Pertiwi. Ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini, film ini dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, dan juga Christine Hakim. Film ini lebih dulu akan tayang di Toronto International Festival 2026 pada September ini, sebelum akhirnya tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober.
Empat Musim Pertiwi mengikuti kisah Pertiwi, seorang perempuan yang pulang ke kampung halamannya setelah menjalani 20 tahun hukuman penjara akibat membunuh pria yang mencoba memperkosanya. Momen kepulangannya membawa kembali rasa trauma, konflik keluarga, stigma masyarakat dan masa lalu yang selama ini sempat ia lupakan. Empat Musim Pertiwi masuk dalam kategori A Window on Asian Cinema BIFF 2026.
4. αLPα

still cut film αLPα (dok. Jogja-NETPAC Asian Film Festivals) Dari kategori Wide Angle - Asian Short Film Competition, ada film pendek berjudul αLPα. Film berdurasi 19 menit ini disutradarai oleh Dhiwangkara Seta dengan Elang El Gibran dan Whani Darmawan sebagai pemeran utamanya. Film ini sebelumnya sudah sempat diputar di JAFF 2025 lalu.
αLPα menceritakan tentang vokalis punk bernama Banyu yang ditangkap dan dipaksa untuk masuk pusat rehabilitasi moral. Di sana ia bertemu dengan Deri, seorang ulama yang ternyata punya kaitan dengan masa lalunya. Filmnya mengikuti bagaimana Banyu berusaha untuk melawan sistem yang menahannya. Namun, jalan keluarnya ternyata ada pada orang yang paling gak pengin ia temui.
Selain itu, ada juga sineas Indonesia, Yulia Evina Bhara, yang terlibat dalam film karya sutradara asal Vietnam, Le Bao, dalam film berjudul Hearing yang turut masuk di kompetisi BIFF 2026.



















