Penonton Duduk di Area Festival, Promotor Prambanan Jazz: Kami Sudah Edukasi

- Prambanan Jazz Festival 2026 menuai sorotan karena banyak penonton duduk di area festival yang seharusnya untuk berdiri, mengganggu kenyamanan dan akses penonton lain.
- Promotor Rajawali Indonesia menegaskan sudah menyediakan zona khusus bagi penonton yang ingin duduk, namun literasi pengunjung dinilai rendah sehingga aturan sering diabaikan.
- Pihak penyelenggara menemukan beberapa penonton memindahkan kursi dari area belakang ke depan panggung, dan berjanji akan melakukan evaluasi untuk gelaran tahun berikutnya.
Yogyakarta, IDN Times - Pelaksanaan Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 menyisakan perdebatan hangat di media sosial mengenai perilaku penonton. Area Festival yang seharusnya diperuntukkan bagi penonton berdiri, justru dipenuhi oleh penonton yang menggelar tikar hingga kursi lipat.
Pihak promotor, Rajawali Indonesia, menyayangkan aksi sebagian penonton yang tidak mengindahkan aturan. Padahal, penyelenggara sudah membagi zona khusus bagi mereka yang ingin menonton dengan santai tanpa harus mengganggu kenyamanan massa di area panggung utama.
Berikut pernyataan promotor kepada awak media!
1. Banyak penonton yang menggunakan kursi lipat dan gelar tikar di depan area panggung

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan keluhan sejumlah pengunjung Prambanan Jazz Festival 2026. Mereka mengaku ruang geraknya terganggu karena ada penonton yang membawa kursi lipat hingga menggelar tikar di area depan panggung.
Tak sedikit yang menilai keberadaan tikar dan kursi lipat tersebut menghalangi akses menuju area yang masih kosong, terutama di sisi kanan panggung. Selain itu, beberapa pengunjung juga mengeluhkan penonton yang sudah menempati posisi sejak awal, tetapi memilih tetap duduk dan tidak menikmati penampilan musisi lain sambil menunggu idol favorit mereka tampil.
Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan dan atmosfer festival bagi penonton lainnya.
2. Anas Alimi Founder Prambanan Jazz Festival singgung minimnya literasi pengunjung

Terkait hal ini, promotor pun menegaskan bahwa mereka telah menyediakan area khusus bernama "Leyeh-leyeh" dan "Bungah" bagi penonton yang ingin menikmati musik sambil duduk. Namun, banyak pengunjung yang salah kaprah dan membawa peralatan santai mereka masuk ke barisan depan panggung utama yang merupakan area standing.
Pihak penyelenggara menilai edukasi yang diberikan lewat media sosial sering kali tidak dibaca secara mendalam oleh calon penonton.
"Jadi memang minimnya literasi. Kita sudah sangat jelas memberikan rule bagaimana yang boleh bawa kursi lipat tapi di mana tepatnya. Jadi kemudian banyak yang bawa kursi lipat tapi masuk di festival," ujar Anas dalam konferensi pers seusai gelaran Prambanan Jazz 2026 berakhir pada Senin (6/7/2026).
3. Anas ungkap ada saja trik nakal dari pengunjung

Meski pemeriksaan di gerbang masuk sudah dilakukan secara ketat untuk menyaring barang bawaan, promotor menemukan fakta unik di lapangan. Sebagian penonton kedapatan memindahkan fasilitas kursi dari area festival yang ada di belakangnya untuk kemudian digunakan di area super festival.
"Karena itu kan ada larangan tidak boleh bawa kursi, tapi kadang-kadang diberikan dari festival. Kami kan punya CCTV, (terlihat) oh ternyata dari sini," ungkapnya.
Seluruh kontroversi dan kritikan dari pengunjung pun menjadi perhatian dari Anas pribadi. Ia pun berkali-kali menegaskan akan melakukan evaluasi untuk Prambanan Jazz Festival 2027 yang akan digelar pada 2-4 Juli 2027 mendatang.




















