Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[⁠WANSUS] Seberapa Penting Peran Intimacy Coordinator dalam Produksi Film?

[⁠WANSUS] Seberapa Penting Peran Intimacy Coordinator dalam Produksi Film?
ilustrasi syuting film (pexels.com/Lê Minh)
Intinya Sih
  • Peran Intimacy Coordinator penting untuk menjaga keamanan, persetujuan, dan batasan aktor saat adegan intim tanpa mengganggu visi kreatif sutradara.
  • Adegan intim tak selalu bernuansa seksual; bisa mencakup kedekatan fisik atau emosional yang tetap memerlukan pengawasan profesional di lokasi syuting.
  • Proses pengawasan data rekaman dilakukan ketat melalui sistem distribusi terkontrol dan dokumen intimacy riders demi mencegah kebocoran serta menjamin perlindungan pemain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Adegan intim dalam film dan serial kerap menjadi bagian penting untuk membangun kedalaman cerita. Namun, proses pengambilan gambar adegan semacam ini menyimpan risiko yang tak bisa dianggap sepele mulai dari batas fisik pemain hingga potensi pelanggaran profesional.

Di sinilah peran Intimacy Coordinator menjadi krusial. Tak sekadar mendampingi adegan sensitif, mereka bertugas memastikan keamanan, persetujuan, serta batasan para aktor tetap terjaga tanpa mengganggu visi kreatif sutradara. Lantas, seberapa penting sebenarnya kehadiran Intimacy Coordinator dalam sebuah produksi? Berikut penjelasan Putri Ayudya, aktris yang juga merupakan Intimacy Coordinator.

1. Bukan cuma adegan sensual, intim punya konteks yang lebih luas

Putri Ayudya sebagai Umi Yana (instagram.com/_putriayudya)
Putri Ayudya sebagai Umi Yana (instagram.com/_putriayudya)

Bukan cuma adegan sensual, konteks intim dalam produksi film sebenarnya memiliki cakupan yang lebih luas. Istilah ini juga mencakup aktivitas seksual, ketelanjangan, dan kedekatan.

Kedekatan yang dimaksud pun tidak selalu bernuansa seksual. Adegan kekerasan, perkelahian jarak dekat, atau momen emosional yang mengharuskan dua karakter berada dalam jarak sangat dekat juga termasuk dalam ranah intim. Semua situasi tersebut tetap membutuhkan perhatian khusus karena melibatkan kontak fisik dan ruang personal para pemain.

Saat diwawancarai IDN Times pada Rabu (25/2/2026), Putri menjelaskan, "Adegannya bunuh-bunuhan. Tidak ada seksualitasnya, tapi saling tindih, cekek, pegang apa-apa. Ngomongnya dekat-dekat bange.t Kemudian lumayan merasa tidak safe, nih. Kami bisa dihadirkan di situ."

2. Wewenang Intimacy Coordinator di lokasi syuting

Putri Ayudya (instagram.com/_putriayudya)
Putri Ayudya (instagram.com/_putriayudya)

Dalam praktiknya, Intimacy Coordinator biasanya hadir langsung di lokasi saat adegan intim dilakukan. Adapun adegan tersebut dilakukan dengan jumlah kru seminimal mungkin dan hanya monitor sutradara yang dinyalakan. Intimacy Coordinator punya kewenangan tersendiri saat pengambilan adegan.

"Ketika terjadi adegan, kami bisa bilang 'cut' kalau ada adegan yang membahayakan. Tapi sekali lagi Intimacy Coordinator bukan Intimacy Director. Jadi kami gak boleh men-direct terkait dengan emosi. Itu udah ranahnya sutradara," lanjut Putri.

3. Hasil adegan akan tetap diawasi agar tidak tersebar tanpa pertanggungjawaban

Putri Ayudya (instagram.com/_putriayudya)
Putri Ayudya (instagram.com/_putriayudya)

Rekaman dari lokasi syuting pun idealnya langsung diserahkan ke editor melalui sistem distribusi yang terkontrol. Mekanismenya juga ketat, dengan proses serah terima yang jelas dan disertai tanda tangan dari setiap pihak yang memegang file.

"Data dimasukkan di dalam flash disk tertentu atau kartu tertentu yang kemudian nanti akan dikirim langsung ke editor kantor. Dan ada tanda tangannya untuk mengawasi peredaran datanya sehingga memperkecil kemungkinan data bocor, kalau data bocor ketahuan nih dari siapa saja," jelasnya.

Selain itu, tim produksi bersama Intimacy Coordinator menyusun dokumen intimacy riders yang merinci bagaimana adegan akan ditampilkan. Dokumen tersebut kemudian menjadi bagian resmi dari kontrak sebagai bentuk perlindungan dan kesepakatan bersama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More