Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat, Mana Lebih Seru?

5 Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat, Mana Lebih Seru?
Ilustrasi Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat (asianwiki.com)
Share Article

Drama Korea dan drama Barat sama-sama punya tempat tersendiri di hati penonton meski keduanya menawarkan pengalaman menonton yang berbeda. Mulai dari alur cerita, durasi episode, sampai cara membangun karakter, perbedaan drama Korea dan drama Barat bisa terasa sejak beberapa episode pertama. Hal ini yang membuat penonton sering penasaran, sebenarnya apa saja yang membedakan keduanya?

Buat penonton yang terbiasa menikmati keduanya, perbedaan ini mungkin sudah terasa tanpa disadari. Bukan sekadar bahasa atau negara asal, drama Korea dan drama Barat juga memiliki pendekatan berbeda dalam menyusun cerita, membangun karakter, hingga menentukan akhir kisah. Lantas, apa saja perbedaan Drama Korea dan Drama Barat yang paling mencolok? Yuk, simak berikut imi!

  1. 1. Masa penayangan dan jumlah episode

    The Bridgerton
    The Bridgerton (dok. Netflix/The Bridgerton)

    Drama Korea atau yang biasa disebut drakor, biasanya dirancang untuk selesai dalam satu musim dengan durasi 10 sampai 16 episode. Fokus cerita dan karakternya dibuat konsisten sejak awal tanpa banyak tambahan karakter baru hingga cerita benar-benar selesai. Meski begitu, tetap ada beberapa drama panjang seperti Miss Mermaid yang sukses menembus hingga 246 episode.

    Berbeda dari drakor, drama Barat berani membentangkan alurnya selama bertahun-tahun melewati banyak musim penayangan. Durasi yang panjang ini memberi ruang untuk memperkenalkan karakter dan alur baru yang sering kali mengubah dinamika cerita secara drastis. Rekor terpanjangnya bahkan dipegang oleh Gunsmoke yang berhasil mengudara sampai 635 episode.

  2. 2. Penggambaran tokoh wanita dan pria

    Ilustrasi Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat
    Ilustrasi Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat (asianwiki.com)

    Drama Korea cenderung menampilkan karakter perempuan yang gak melulu disorot dari segi fisik atau sensualitasnya, tapi pada citra "cewek baik-baik". Hal ini bisa kamu lihat pada sosok Sung Deok-sun (Reply 1988) yang tampil polos, ramah, dan apa adanya. Di sisi lain, karakter prianya sering digambarkan lebih sensitif dan gak ragu menunjukkan rasa sayang dalam hubungan pertemanan sesama pria atau disebut bromance. Pendekatan ini bikin dinamika hubungan di drakor terasa lebih manis dan emosional.

    Sementara itu, drama Barat lebih suka mengeksplorasi karakter perempuan yang kompleks dan punya banyak sisi. Contohnya adalah Beth Harmon (The Queen's Gambit) yang merupakan sosok jenius catur yang mandiri dan ambisius, tapi di satu sisi ia berjuang melawan kecanduan serta rasa kesepiannya. Nah, larakter pria di serial Barat biasanya tampil dengan maskulinitas klasik yang jarang mengumbar keintiman dalam persahabatan sesama pria. Alhasil, penggambaran karakter di drama Barat terasa lebih realistis dan penuh konflik personal.

  3. 3. Makanan dan unsur budaya dalam tiap-tiap drama

    Ilustrasi Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat
    Ilustrasi Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat (instagram.com/yoona_lim)

    Dalam drama Korea, momen makan bersama atau nongkrong di restoran sering menjadi bagian penting untuk mempererat hubungan antarkarakter. Hidangan lokal, cara makan, hingga etiket yang ditampilkan juga lekat dengan budaya Korea, sehingga terasa seperti bagian dari cerita, bukan sekadar latar. Misalnya hidangan seperti kimchi, samgyeopsal, hingga beragam banchan yang tersaji di meja kerap menjadi bagian dari adegan, begitu pula kebiasaan makan bersama dan etika menghormati orang yang lebih tua. Dari kebiasaan makan tersebut, penonton pun bisa melihat sisi lain dari emosi, hubungan, dan kepribadian para karakternya.

    Sementara itu, drama Barat cenderung menjadikan restoran atau tempat makan sebagai latar untuk mendukung jalannya adegan. Makanan yang muncul biasanya tidak terlalu ditonjolkan sebagai bagian dari pengenalan budaya tertentu, melainkan sekadar melengkapi situasi dalam cerita. Karena itu, unsur kuliner dalam serial Barat lebih sering berfungsi untuk mendukung alur dan interaksi karakter daripada memperkenalkan identitas budaya secara khusus.

  4. 4. Kelaziman memakai efek visual dan suara

    Ilustrasi Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat
    Ilustrasi Perbedaan Drama Korea dan Drama Barat (instagram.com/netlix)

    Dalam drama Korea, terutama genre romantis dan komedi ringan, efek suara dan visual sering digunakan untuk membuat adegan terasa lebih hidup. Suara-suara tertentu dari karakter, meski bukan bagian dari suara yang benar-benar terjadi dalam adegan, bisa ikut menegaskan gerakan, ekspresi, atau reaksi mereka, bahkan sesekali terasa seperti efek suara dalam kartun. Hal ini bisa kamu lihat dalam beberapa drama populer seperti Strong Woman Do Bong-soon hingga True Beauty.

    Adanya efek visual tambahan yang kerap muncul, menjadi penguat momen lucu, canggung, atau dramatis yang sedang dialami karakter. Memang gak semua drama Korea menggunakan teknik seperti ini, tapi penggunaannya cukup umum untuk memberikan sentuhan yang lebih ringan dan playful pada cerita. Sementara itu, drama Barat cenderung lebih menahan penggunaan efek suara dan visual semacam ini, terutama ketika ingin mempertahankan suasana yang realistis atau serius.

  5. 5. Soundtrack memegang peranan penting tapi dengan cara yang berbeda

    Soundtrack menjadi salah satu elemen yang membuat sebuah drama terasa lebih membekas, terutama ketika sebuah lagu melekat dengan adegan tertentu. Dalam drama Korea, OST sering dipakai untuk memperkuat emosi sekaligus membangun identitas serial, sehingga satu lagu saja bisa langsung mengingatkan penonton pada momen sedih, romantis, atau membahagiakan. Beberapa lagu bahkan ikut populer di luar dramanya, lho, misalnya lagu “Everytime” dari Chen dan Punch untuk Descendants of the Sun serta “Aloha” dari Jo Jung-suk dalam Hospital Playlist.

    Drama Barat memang memanfaatkan musik untuk menghidupkan suasana dan memperkuat cerita. Namun, soundtrack digunakan dengan cara yang amat efektif. Alhasil, mendengar kembali sebuah OST K-Drama sering kali terasa seperti membuka kembali kenangan pada adegan yang pernah membuat penonton ikut terbawa suasana.

    Sejatinya perbedaan drama Korea dan drama Barat bukan cuma soal negaranya saja, tapi tentang bagaimana setiap cerita dikemas hingga terasa dekat dengan penontonnya. Drama Korea punya daya tarik lewat cerita yang emosional, visual yang ekspresif, budaya yang kuat, dan soundtrack yang mudah menempel di kepala, sementara drama Barat menawarkan gaya yang lebih beragam dengan pendekatan yang sering kali berbeda. Jadi, kalau sedang bingung mau maraton yang mana, tinggal sesuaikan saja dengan suasana hati karena keduanya punya cara sendiri untuk bikin kita susah berhenti menekan tombol “next episode”!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More