Perbedaan Drama Korea dan Jepang yang Kerap Disamakan

- Drama Korea umumnya memiliki 12–16 episode berdurasi 60–80 menit, sedangkan drama Jepang lebih ringkas dengan 8–11 episode selama sekitar 45–50 menit.
- Drakor mengangkat konflik emosional, rahasia keluarga, dan klimaks dramatis; dorama menyoroti perkembangan karakter individual dengan penyelesaian masalah yang lebih realistis serta reflektif.
- Romansa drakor cenderung manis dan konservatif, sementara dorama bisa lebih berani; drakor banyak mengadaptasi webtoon, sedangkan dorama memiliki tradisi adaptasi manga dan novel.
Bagi para pencinta tayangan Asia, drama Korea (drakor) dan drama Jepang (dorama) pastinya sudah tidak asing lagi. Keduanya kerap menjadi tayangan untuk mengisi waktu luang. Sesuai namanya, kedua tayangan tadi berasal dari negara yang berbeda.
Meskipun terlihat sama, drama Korea dan drama Jepang ternyata memiliki perbedaan, lho. Perbedaan ini mencakup aspek dari struktur episode hingga alur cerita di dalamnya. Simak perbedaan drama Korea dan drama Jepang di bawah ini, yuk!
1. Durasi dan jumlah episode

Spooky In Love (dok. tvN/Spooky In Love) Perbedaan pertama antara drama Korea dan drama Jepang adalah pada durasi dan jumlah episode. Umumnya, drama Korea dikemas dalam format 12-16 episode. Setiap episode berdurasi antara 60-80 menit. Struktur waktu yang terbilang panjang untuk mengeksplorasi karakter dan cerita.
Berbeda dengan drakor, drama Jepang hadir dengan format yang jauh lebih ringkas. Dorama biasanya hanya terdiri dari 8-11 episode dengan durasi sekitar 45-50 menit per episode. Karena keterbatasan waktu inilah alur penceritaan dorama bergerak sangat cepat.
2. Fokus cerita dan penyelesaian masalah

First Cry (dok. Nippon TV/First Cry) Dari segi tema, drama Korea sangat lihai dalam mengaduk emosi penonton. Konflik personal, rahasia keluarga, hingga persaingan yang intens jadi masalah yang sering diangkat. Sebelum mencapai resolusi, biasanya melibatkan konfrontasi emosional yang dramatis atau momen klimaks penuh ketegangan.
Di sisi lain, drama Jepang lebih berfokus pada karakter yang individualistis. Penonton diajak menyaksikan perkembangan karakter secara perlahan. Sementara penyelesaian masalah cenderung disampaikan secara realistis dan penuh perenungan.
3. Adegan romantis

Perfect Crown (dok. MBC Drama/Perfect Crown) Unsur romansa dalam drama Korea sering kali menjadi poin utama yang disajikan secara manis dan idealis. Adegan seperti tatapan mata yang intens, sentuhan fisik, hingga pencahayaan dirancang untuk membangun suasana romantis yang bikin penonton ikut terbawa perasaan.
Namun, adegan romantis dalam drama Korea masih menjaga nilai konservatif dalam masyarakat umum di Korea. Berbeda dengan drama Jepang yang tak ragu memasukkan adegan romantis yang cukup berani. Bahkan tak jarang masuk dalam kategori semiporno.
4. Adaptasi cerita

Dear Husband: The Perfect Wife’s Lie (dok. Nippon TV/Dear Husband: The Perfect Wife’s Lie) Dalam hal sumber ide cerita, industri kreatif Korea Selatan biasanya ditulis langsung oleh penulis skenario, seperti Kim Eun Sook, Park Ji Eun, hingga Hong Sisters. Namun, sebagian besar sumber cerita drakor berasal dari webtoon, termasuk Itaewon Class dan True Beauty.
Sementara itu, industri drama di Jepang memiliki tradisi panjang dalam mengadaptasi cerita dari manga dan novel. Mulai dari Alice in Borderland, Midnight Diner, Horimiya, hingga Koi WA Tsuzuku yo Doko Made mo. Drama Jepang memberikan kesan tontonan yang sangat khas karena sering kali mempertahankan sifat asli versi komiknya.
Perbedaan antara drama Korea dan Jepang di atas ternyata cukup banyak, ya? Keduanya memiliki keunggulan dan daya tarik masing-masing dalam memanjakan penonton. Kalau disuruh memilih, kamu lebih suka drama Korea atau drama Jepang, nih?






















