5 Permainan Battle Royale Paling Brutal dalam Anime, Ngeri!

- Beberapa anime mengubah konsep turnamen jadi battle royale hidup dan mati.
- Peserta dipaksa saling membunuh demi uang, kekuasaan, atau bertahan hidup.
- Permainan dalam daftar ini brutal sekaligus menguji moral dan psikologis para karakter.
Arc turnamen sudah menjadi salah satu ciri khas dalam sebuah seri anime, terutama shounen. Hampir setiap seri shounen memiliki arc turnamen yang menjadi ajang untuk memamerkan kekuatan para karakternya. Namun, ada beberapa anime yang justru membawa turnamen tersebut ke level yang lebih ekstrem.
Alih-alih menampilkan turnamen dengan aturan yang ketat, beberapa anime justru menghadirkan permainan battle royale yang memaksa para peserta untuk saling membunuh satu sama lain. Dari sekian permainan battle royale yang pernah muncul dalam anime, berikut lima yang paling brutal dalam anime. Simak ulasan berikut!
5. Killing Game (Danganronpa)

Berbeda dengan kebanyakan permainan battle royale, Killing Game lebih berfokus pada permainan psikologi ketimbang kekerasan. Para peserta tetap dipaksa untuk membunuh satu sama lain. Namun, Killing Game memiliki aturan yang membuat peserta tidak bisa sembarangan membunuh korbannya.
Alih-alih membunuh peserta lain secara terang-terangan, pembunuhan tidak boleh diketahui oleh peserta lain. Pasalnya, ketika pembunuhan terjadi, semua peserta akan dikumpulkan untuk menebak siapa pelakunya. Jika mereka berhasil menemukan pelakunya, pelaku akan dihukum dengan kematian yang tragis. Sebaliknya, jika peserta gagal menemukan pelaku, pelaku akan memenangkan permainan dan peserta yang tersisa akan dieksekusi.
4. Darwin's Game (Darwin's Game)

Darwin's Game sebenarnya lebih seperti aplikasi yang bisa menghasilkan uang. Hanya saja, nyawa jadi taruhannya. Seperti kebanyakan permainan battle royale, Darwin's Game juga memaksa para pesertanya untuk membunuh satu sama lain. Tidak ada arena dalam Darwin's Game sehingga peserta bisa bertarung di mana saja.
Ketika peserta satu berdekatan dengan peserta lain, salah satu peserta bisa menantang peserta lainnya sehingga mereka harus bertarung hingga mati. Siapa saja yang memenangkan pertarungan akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan menjadi uang. Karena tidak ada arena dalam permainan ini, para peserta bisa dibunuh kapan saja dan di mana saja.
3. Btooom! (Btooom!)

Pada awalnya, Btooom! hanyalah sebuah video game. Namun, permainan ini tiba-tiba berubah menjadi permainan sungguhan yang diikuti oleh orang sungguhan. Dengan menculik para pemain top dalam video game Btooom!, para peserta dilemparkan ke sebuah pulau terpencil.
Di sana, mereka dipaksa untuk membunuh satu sama lain dengan bermodalkan bom yang dikenal dengan BIM. Para peserta hanya memiliki dua pilihan: mati atau membunuh peserta lainnya. Pasalnya, satu-satunya cara untuk kembali ke rumah mereka hanyalah dengan menghabisi semua peserta lain dan mendapatkan kristal hijau.
2. Survival Game (Future Diary)

Sekilas, Survival Game mirip dengan Darwin's Game. Tidak ada arena dalam permainan ini sehingga para peserta bisa bertarung di mana saja. Bedanya, alih-alih mendapatkan uang, Survival Game memperebutkan takhta Dewa Ruang dan Waktu.
Dalam Survival Game, para peserta dibekali dengan diari yang dapat memprediksi masa depan. Dengan menggunakan alat tersebut, mereka bisa merancang strategi untuk membunuh peserta lain. Siapa saja yang berhasil bertahan hidup hingga akhir akan menggantikan Deus Ex Machina sebagai Dewa Ruang dan Waktu.
1. Culling Game (Jujutsu Kaisen)

Culling Game merupakan permainan battle royale yang diciptakan oleh Kenjaku, antagonis utama seri Jujutsu Kaisen. Culling Game sendiri diciptakan untuk mengubah semua umat manusia menjadi Penyihir Jujutsu. Seperti kebanyakan permainan battle royale, di sini para Penyihir Jujutsu juga dipaksa untuk membunuh satu sama lain.
Namun, Culling Game mungkin lebih rumit karena permainan ini bukan hanya tentang membunuh satu sama lain dan siapa yang bertahan hingga akhir. Peserta juga bisa menambahkan aturan baru sehingga semakin menyulitkan permainan untuk berakhir. Culling Game memang memiliki banyak cara untuk diakhiri, seperti membantai semua peserta atau membunuh Kenjaku. Namun, semuanya sulit dicapai mengingat aturan permainan yang sangat rumit.
Tak hanya kejam, kelima permainan di atas juga sangat menguji moralitas para pesertanya masing-masing. Di satu sisi, mereka mungkin tidak mau membunuh orang lain. Namun, di sisi lain, mereka akan mati jika tidak membunuh peserta lain. Jadi, bagaimana menurutmu? Kamu berani mengikuti salah satu dari kelima permainan dalam anime di atas?


















