"Masih banyak lagi yang bisa digali dari dunia yang telah kami bangun ini, dan saya sangat antusias untuk menunjukkannya kepada Anda. Ini baru permulaan," ucap Kang.
Perjalanan KPop Demon Hunters, dari Film hingga Rencana Tur Konser

- KPop Demon Hunters, animasi musikal garapan Sony Pictures Animation dan Netflix, dikembangkan selama sembilan tahun dengan riset budaya Korea mendalam serta teknologi Unreal Engine 5 untuk visual yang autentik.
- Film ini meraih kesuksesan global lewat gaya animasi stylish, lagu 'Golden' yang fenomenal, serta kemenangan besar di Oscar 2026 untuk Best Animated Feature dan Best Original Song.
- Setelah masuk The Criterion Collection dan diumumkan sekuelnya rilis 2029, Netflix tengah menyiapkan konser tur global KPop Demon Hunters pada 2027 guna menjaga antusiasme penggemar.
Menciptakan sebuah franchise atau intellectual property (IP) baru di industri perfilman saat ini bukanlah perkara mudah. Karena tidak ingin mengambil risiko yang terlalu tinggi, banyak sineas dan rumah produksi memilih bermain aman dengan mengembangkan IP yang sudah mapan, baik melalui sekuel, prekuel, maupun spin-off. Namun, strategi ini dapat memicu kejenuhan karena kualitas film terasa hanya mengandalkan popularitas franchise semata.
Mungkin sudah saatnya para sineas dan rumah produksi mempelajari fenomena yang terjadi dari film animasi musikal KPop Demon Hunters (2025). Digarap oleh Sony Pictures Animation dan dirilis di Netflix, ia hadir sebagai IP baru yang berani menawarkan konsep segar. Hasilnya, KPop Demon Hunters sukses menjadi salah satu film animasi terbaik dan terpopuler sepanjang 2025 sekaligus mengantarkannya menjadi pemenang di ajang Academy Awards 2026 atau Oscar 2026.
Yuk, simak perjalanan KPop Demon Hunters sebelum akhirnya berhasil mencuri hati dan para penonton dan KPopers!
1. Proses pembuatan KPop Demon Hunters memakan waktu sekitar 9 tahun

Pengembangan film animasi yang memadukan KPop dengan berbagai unsur mitologi Korea membuat proses produksi KPop Demon Hunters memakan waktu yang tidak sebentar. Dilansir Prestige, sutradara Maggie Kang mengungkapkan bahwa film ini dikembangkan selama kurang lebih sembilan tahun. Durasi tersebut bahkan melampaui beberapa proyek Sony Pictures Animation sebelumnya, seperti Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) dan The Mitchells vs. the Machines, yang masing-masing memerlukan waktu sekitar empat dan enam tahun.
Lamanya proses produksi ini dikarenakan riset mendalam yang dilakukan Kang dan timnya demi menjaga keautentikan budaya Korea. Selain itu, tim produksi juga memanfaatkan Unreal Engine 5, teknologi yang umum digunakan dalam pembuatan game, untuk mendukung sekaligus meningkatkan kualitas visual film agar terasa lebih hidup. Pengembangan cerita pun menjadi tantangan tersendiri karena mereka harus meramu narasi yang kuat tanpa mengorbankan keseimbangan antara aksi, fantasi, dan elemen musikal.
2. KPop Demon Hunters mencuri hati dengan visual yang stylish

Sony Pictures Animation tampaknya menyadari bahwa kekuatan utama Spider-Man: Into the Spider-Verse terletak pada gaya animasi yang ekspresif. Pendekatan tersebut kemudian diadaptasi ke dalam KPop Demon Hunters. Hal ini terlihat dari penggunaan warna-warna kontras, efek visual bernuansa komikal, serta pergerakan karakter yang dinamis sehingga bakal mengingatkanmu pada Spider-Man: Into the Spider-Verse.
Sebagai film animasi yang berpusat pada sekelompok girl band, KPop Deon Hunters banyak mengambil referensi dari anime, drakor, fotografi editorial, hingga MV untuk menciptakan gaya yang khas. Mereka juga melakukan penyesuaian dari segi tone dan nuansa supaya selaras dengan atmosfer panggung konser KPop. Di samping itu, unsur KPop diperkuat melalui koreografi dan gerakan dance ala idol dunia nyata yang dipadukan dengan adegan aksi secara epik.
3. Soundtrack ikonik membuat KPop Demon Hunters kian mendunia

Membahas KPop Demon Hunters rasanya kurang afdal tanpa menyinggung deretan soundtrack-nya yang begitu memorable. Sejak awal, film ini sudah menyuguhkan berbagai lagu KPop yang enerjik dan catchy, mulai dari "How It's Done" yang mengiringi aksi HUNTR/X saat bertarung melawan iblis di dalam pesawat hingga "Your Idol" yang dibawakan boy band Saja Boys untuk memengaruhi para pendengarnya. Namun, di antara semuanya, "Golden" menjadi lagu yang paling mencuri perhatian dan berkembang menjadi fenomena global.
Jika kamu masih ingat betapa fenomenalnya "Let It Go" dari Frozen (2013), "Golden" bisa dibilang berhasil mengulang tren tersebut pada era 2020-an. Hingga artikel ini ditulis, lagu tersebut telah meraih miliaran pemutaran di YouTube dan Spotify, bahkan sempat menempati posisi puncak di Billboard Hot 100. Popularitas tersebut tentu tidak terlepas dari peran KPopers yang secara aktif mempromosikan dan mempopulerkan "Golden" di berbagai platform media sosial.
4. KPop Demon Hunters menjalani penayangan terbatas demi masuk Oscar

Sejak debutnya di Netflix, KPop Demon Hunters telah mencetak berbagai prestasi dan rekor yang mengesankan. Ia mampu mengumpulkan sekitar 325,1 juta penayangan dalam 91 hari yang menjadikannya salah satu film terpopuler sepanjang masa di layanan streaming tersebut. Capaian ini membuatnya mampu mengungguli rekor yang sebelumnya dipegang Red Notice (2021) dan Squid Game Season 1 (2021).
Mempertimbangkan kelayakannya untuk masuk Oscar 2026, KPop Demon Hunters akhirnya menjalani limited theatrical di New York, Los Angeles, dan San Fransisco pada bulan Juni. Penayangannya kemudian diperluas ke 264 bioskop di Inggris pada 23—24 Agustus dalam format sing-along sebelum kembali ditayangkan secara terbatas pada akhir pekan Halloween. Sepanjang rangkaian penayangan tersebut, KPop Demon Hunters sukses meraup sekitar 24 juta dolar Amerika Serikat (Rp406 miliar) yang membuatnya sempat menempati puncak box office.
5. KPop Demon Hunters menunjukkan dominasinya di musim penghargaan

Sebagaimana lirik "Gonna be gonna be golden" dalam lagu ikoniknya, KPop Demon Hunters langsung memancarkan sinarnya selama musim penghargaan. Film ini sukses menyabet Best Animated Feature dan Best Song di Critic's Choice Awards 2026. KPop Demon Hunters kembali menunjukkan dominasinya dengan memenangkan dua kategori serupa di Golden Globes 2026.
Tak hanya di ranah film, "Golden" berhasil menjadi lagu KPop pertama yang membawa pulang piala Grammy. Prestasi mereka berlanjut dalam Annie Awards 2026, ajang penghargaan yang dikhususkan bagi film-film animasi, dengan raihan 10 kemenangan, termasuk Best Feature, Best Character Animation, dan Best Voice Acting untuk Arden Cho. Dengan deretan prestasi yang gemilang tersebut, KPop Demon Hunters semakin mantap melaju ke panggung Oscar 2026 melalui nominasi Best Animated Feature dan Best Original Song.
6. KPop Demon Hunters terpilih ke dalam The Criterion Collection

The Criterion Collection merupakan label prestisius yang mengumpulkan film-film penting dan berpengaruh dalam sejarah sinema dunia. Film-film yang masuk dalam label ini umumnya memiliki nilai artistik dan historis tinggi sehingga layak mendapat pengakuan dan terus dikenang oleh berbagai generasi. Bagi para sineas, The Criterion Collection bagaikan arsip bersejarah yang melestarikan karya-karya sinema terbaik dari berbagai abad dan periode waktu.
Kehadiran KPop Demon Hunters dalam The Criterion Collection menunjukkan bahwa film ini tidak hanya unggul dari segi komersial dan fandom. Lebih dari itu, ia menjadi bukti bersejarah sebagai karya orisinal yang mampu mendobrak batas industri melalui konsep yang jarang diusung film animasi lainnya. Bersama Marriage Story (2019), Pinocchio (2022), dan Frankenstein (2025), KPop Demon Hunters memperpanjang daftar film Netflix yang masuk ke The Criterion Collection dan mendapatkan rilisan fisik.
7. Menerima banyak dukungan, kisah HUNTR/X dipastikan berlanjut pada 2029

Menjelang pengumuman pemenang Oscar 2026, Netflix mengonfirmasi bahwa kisah Rumi, Mira, dan Zoey akan berlanjut berlanjut dalam sekuel KPop Demon Hunters. Maggie Kang dan Chris Appelhans kembali dipercaya untuk duduk di kursi sutradara. Sekuelnya ditargetkan rilis pada 2029 atau sekitar empat tahun setelah film pertamanya dirilis.
Kabar ini tentu saja memicu antusiasme di kalangan fans yang merasa tidak sabar menunggu kelanjutan KPop Demon Hunters. Film keduanya diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang masih menggantung, mulai dari nasib Jinu (Ahn Hyo-seop) setelah pertarungan terakhir hingga latar belakang Mira (May Hong) dan Zoey (Ji-young Yoo) yang belum dieksplorasi secara detail. Kang bahkan juga menjelaskan bahwa sekuel KPop Demon Hunters menjadi permulaan dari perjalanan panjang HUNTR/X.
8. KPop Demon Hunters memenangkan dua nominasi di ajang Oscar 2026

Sebagai ajang penghargaan paling prestisius sekaligus puncak dalam dunia perfilman, KPop Demon Hunters kembali menunjukkan taringnya di Oscar 2026. Ia sukses membawa pulang piala Best Animated Feature dengan mengungguli Arco, Elio, Little Amélie or the Character of Rain, dan Zootopia 2. KPop Demon Hunters memang sudah diprediksi sebagai kandidat terkuat karena performanya yang impresif sepanjang musim penghargaan.
KPop Demon Hunters juga menyabet trofi Best Original Song lewat "Golden" dan mengalahkan "Dear Me" (Diane Warren: Relentless), "I Lied to You" (Sinners), dan "Sweet Dreams of Joy" (Viva Verdi!). Berkat kemenangan ini, "Golden" tercatat sebagai lagu KPop pertama yang berhasil meraih piala di Oscar. EJAE bersama Ido dan Teddy Park juga menorehkan sejarah sebagai kreator asal Korea Selatan pertama yang memenangkan Best Original Song di ajang tersebut yang selama ini didominasi oleh musisi Barat.
9. Konser tur global KPop Demon Hunters memasuki tahap pembicaraan

Belum puas berjaya di layar streaming dan lebar, Netflix dilaporkan tengah mempertimbangkan konser tur global untuk KPop Demon Hunters layaknya yang dilakukan para anggota HUNTR/X dalam filmnya. Mengutip Bloomberg, pihak Netflix saat ini masih berada dalam tahap diskusi dengan promotor konser. Rencananya, konser akan dilaksanakan pada 2027 dalam rangka menjaga hype menjelang perilisan sekuel KPop Demon Hunters.
Hingga saat artikel ini ditulis, konsep utama konser tur global tersebut masih belum dijelaskan secara detail, mulai dari daftar lagu yang dibawakan hingga siapa saja penyanyi yang bakal tampil. Sejauh ini, EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami—pengisi suara nyanyian untuk Rumi, Mira, dan Zoey—yang pernah merasakan sensasi tampil secara langsung ketika membawakan "Golden" di acara Jimmy Kimmel Live!. Netflix juga dikabarkan telah menyiapkan opsi penggunaan hologram untuk membantu para performer serta memberikan fleksibilitas ketika konser tur.
Catatan perjalanan panjang KPop Demon Hunters ini kemungkinan masih akan terus bertambah di masa depan. Yang pasti, film ini sukses menjadi surat cinta yang mewakili para KPopers dan masyarakat Korea Selatan. Semoga kisah di balik proses pembuatan KPop Demon Hunters serta kesuksesannya dapat menginspirasi para kreator dan sineas Asia untuk terus menghadirkan karya orisinal terbaik ke panggung dunia.


















