momen nonton Prambanan Jazz Festival 2026 (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Hari kedua adalah puncak dari segala emosi. Cuaca terasa lebih hangat dan penonton jauh lebih membeludak. Masalah klasik perkonseran muncul di hari kedua. Sinyal ponsel benar-benar hilang dan wifi di media lounge tidak bisa diandalkan sama sekali. Saya pun mengalami kesulitan untuk mengirimkan video liputan atau artikel. Bahkan untuk bertukar pesan di WhatsApp saja, sinyalnya tidak mampu.
Namun, keberuntungan datang saat saya tak sengaja berpapasan dengan Leya Princy di tengah momen menonton penampilan Kunto Aji. Meski sedang di jam bebasnya, ia sangat ramah dan bersedia diajak membuat konten singkat.
"Aku ngejar Margie Segers, aku emang udah ngoleksi vinyl-nya," ungkap Leya saat diwawancarai pada Sabtu (4/7/2026).
Waktu berlalu, suasana konser yang seru berubah jadi mencekam saat memasuki sesi penampilan NIKI. Terjadi deadlock alias kemacetan parah antara penonton Kahitna yang baru keluar dengan penonton NIKI yang merangsek masuk. Alur masuk-keluar yang hanya satu dari kiri, membuat area tengah menjadi sangat sesak dan pengap.
Saya yang berada di depan FOH akhirnya terjebak tak bisa bergerak dan berakhir berkenalan dengan orang asing di kanan-kiri. Dari situ, saya dan teman-teman baru ini bisa saling menjaga ruang gerak dan tas masing-masing. Kami memastikan tetap menikmati konser sambil tertawa-tawa. Rasanya sudah berteman lama, padahal baru kenal di sana.
Di akhir penampilan NIKI, suasana semakin padat sampai banyak penonton yang nyaris pingsan. Tim medis harus bolak-balik membawa kursi roda di tengah kerumunan yang sangat rapat. Mereka juga didampingi para penjaga yang ikut membelah lautan manusia untuk membawa penonton yang lemas beristirahat sebentar di FOH. Salut untuk tim yang berusaha bergerak cepat di tengah lapangan yang penuh tantangan.
Jujur, saya jadi tidak bisa terlalu menikmati suara merdu NIKI, karena lebih fokus berjuang untuk tetap bernapas. Di liputan hari kedua ini, saya baru bisa sampai ke hotel pukul 01.00 WIB dini hari dan tak sempat hapus riasan saking lemasnya.