Andrew Garfield di film The Amazing Spider-Man (dok. Sony Pictures Releasing/The Amazing Spider-Man)
Setelah era Spider-Man, Andy semakin banyak tampil dalam film drama dengan karakter yang menuntut pendekatan akting lebih serius. Ia membintangi 99 Homes pada 2014, kemudian memerankan pahlawan perang Desmond Doss dalam Hacksaw Ridge serta seorang pastor Yesuit dalam Silence, keduanya pada 2016. Bahkan, perannya sebagai Doss dalam Hacksaw Ridge membawanya meraih nominasi Academy Award pertamanya untuk kategori Aktor Terbaik.
Pada 2017, Garfield kembali menunjukkan sisi lain kemampuan aktingnya melalui Breathe garapan Andy Serkis. Dalam film tersebut, ia memerankan Robin Cavendish, seorang pria petualang yang mengalami kelumpuhan akibat polio. Setahun kemudian, ia membintangi film thriller bernuansa noir Under the Silver Lake karya David Robert Mitchell, memperlihatkan pilihannya untuk terus mengeksplorasi karakter dan genre yang beragam.
Tak sampai situ, pada 2020 lalu, Garfield berperan sebagai seorang influencer media sosial di film Mainstream, lalu sebagai Jim Bakker dalam The Eyes of Tammy Faye (2021), di mana saat syuting tersebut, ibunya meninggal karena kanker pankreas. Dalam sebuah wawancara, Andry kemudian berbicara tentang bagaimana ia mampu menyalurkan kesedihannya melalui peran berikutnya sebagai penulis naskah dan komposer Rent, Jonathan Larson, dalam Tick, Tick... Boom! (2021).
Pada 2022, Andy memerankan Jeb Pyre, seorang detektif Mormon dalam adaptasi buku nonfiksi karya Jon Krakauer, Under the Banner of Heaven. Ia lalu beradu peran dengan Florence Pugh dalam We Live in Time (2024). Dan tahun 2026, ia terjun dalam petualangan fantasi The Magic Faraway Tree sebuah adaptasi dari seri novel fantasi anak-anak karya Enid Blyton.