Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Film Antologi Netflix yang Mungkin Belum Kamu Tonton

4 min read
6 Film Antologi Netflix yang Mungkin Belum Kamu Tonton
adegan dalam film The Wonderful Story of Henry Sugar and Three More (dok. Netflix/The Wonderful Story of Henry Sugar and Three More)
  • Netflix menawarkan enam film antologi lintas genre, dari western, anime, horor psikologis, hingga stop-motion, dengan tiap judul menyatukan beberapa cerita berbeda dalam satu film.
  • The Ballad of Buster Scruggs, The House, dan The Wonderful Story of Henry Sugar and Three More melibatkan sineas ternama serta meraih nominasi atau penghargaan bergengsi.
  • Flavors of Youth, Ghost Stories, dan The Follies mengangkat kenangan, ketakutan sehari-hari, serta tekanan hidup melalui cerita berlatar China, India, dan Mexico City.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Netflix cukup dikenal lewat serial antologi populernya, seperti Black Mirror, Love, Death & Robots, hingga Guillermo del Toro's Cabinet of Curiosities. Semuanya menyajikan cerita yang berbeda-beda dalam satu judul, sehingga penonton mendapat pengalaman menonton yang gak monoton. Format serupa juga bisa kamu temukan dalam sejumlah film antologi di platform ini.

Sayangnya, film antologi di Netflix gak selalu mendapat sorotan sebesar serialnya. Padahal, beberapa judul digarap oleh sutradara ternama dan sukses membawa pulang penghargaan bergengsi. Kalau kamu lagi cari tontonan baru, enam rekomendasi film antologi Netflix berikut bisa jadi pilihan.

  1. 1. The Ballad of Buster Scruggs (2018)

    adegan dalam film The Ballad of Buster Scruggs
    adegan dalam film The Ballad of Buster Scruggs (dok. Netflix/The Ballad of Buster Scruggs)

    The Ballad of Buster Scruggs menyajikan enam cerita yang sama-sama berlatar di wilayah perbatasan Amerika setelah Perang Saudara. Kisahnya beragam, mulai dari koboi yang gemar bernyanyi, perampok bank yang selalu bernasib sial, sampai penumpang kereta kuda yang terlibat percakapan filosofis.

    Joel dan Ethan Coen menulis, menyutradarai, memproduksi, sekaligus mengedit film ini. Keenam cerita tersebut sebenarnya ditulis secara terpisah selama sekitar 25 tahun sebelum akhirnya disatukan menjadi sebuah film antologi. Hasilnya, The Ballad of Buster Scruggs mendapat tiga nominasi Oscar untuk Skenario Adaptasi, Tata Kostum, dan Lagu Orisinal.

  2. 2. Flavors of Youth (2018)

    adegan dalam film Flavors of Youth
    adegan dalam film Flavors of Youth (dok. Netflix/Flavors of Youth)

    Flavors of Youth merupakan film anime antologi hasil kolaborasi studio Jepang CoMix Wave Films dan studio China Haoliners Animation League. Durasi 75 menitnya dibagi menjadi tiga cerita yang mengambil latar di Beijing, Guangzhou, dan Shanghai.

    Ketiganya sama-sama bicara soal kenangan dan masa muda, tapi lewat persoalan yang berbeda. Ada pria kantoran yang teringat pada mi beras buatan neneknya, kakak-adik yang menghadapi persaingan di industri mode, serta seorang arsitek yang kembali mengenang cinta pertamanya setelah menemukan kaset lama. Konsep keseluruhannya terinspirasi dari pepatah Cina tentang empat kebutuhan dasar manusia, yaitu sandang, pangan, papan, dan transportasi.

  3. 3. Ghost Stories (2020)

    adegan dalam film Ghost Stories
    adegan dalam film Ghost Stories (dok. Netflix/Ghost Stories)

    Seorang perawat mendatangi rumah tua untuk merawat seorang lansia, sementara tiga kisah lain membawa penonton pada situasi yang sama-sama ganjil dan mengganggu. Keempat segmen tersebut berdiri sendiri, tapi semuanya bermain di wilayah horor psikologis dan ketakutan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Zoya Akhtar, Anurag Kashyap, Dibakar Banerjee, dan Karan Johar menjadi empat sutradara di balik Ghost Stories. Judul ini merupakan bagian ketiga dari rangkaian film antologi setelah Bombay Talkies (2013) dan Lust Stories (2018), yang juga melibatkan keempat sineas tersebut. Yang bikin lebih menarik, film ini lebih banyak mengandalkan atmosfer daripada jumpscare seperti kebanyakan horor.

  4. 4. The House (2022)

    adegan dalam film The House
    adegan dalam film The House (dok. Netflix/The House)

    The House hadir sebagai film antologi stop-motion dengan tiga kisah yang berpusat pada satu rumah. Salah satu daya tariknya adalah penggunaan boneka kain kempa dan set miniatur yang dibuat dengan detail.

    Ketiga segmen tersebut berlangsung di zaman dan dunia yang berbeda. Bagian pertama mengikuti sebuah keluarga yang terobsesi dengan rumah mewah mereka, bagian kedua berfokus pada seekor tikus pengembang properti, sedangkan bagian terakhir menceritakan dunia yang dilanda banjir dengan kucing sebagai tokoh utamanya. Selain mendapat perhatian di berbagai ajang animasi, The House juga meraih Emmy untuk Outstanding Individual Achievement in Animation.

  5. 5. The Wonderful Story of Henry Sugar and Three More (2024)

    adegan dalam film The Wonderful Story of Henry Sugar and Three More
    adegan dalam film The Wonderful Story of Henry Sugar and Three More (dok. Netflix/The Wonderful Story of Henry Sugar and Three More)

    Wes Anderson mengadaptasi empat cerita karya Roald Dahl dalam satu paket antologi. Keempatnya adalah "The Wonderful Story of Henry Sugar", "The Swan", "The Rat Catcher", dan "Poison", dengan sejumlah aktor yang berganti-ganti peran di setiap bagian.

    Benedict Cumberbatch, Ralph Fiennes, Dev Patel, Ben Kingsley, dan Richard Ayoade termasuk dalam jajaran pemerannya. Meski merupakan adaptasi, gaya visual khas Wes Anderson tetap terasa kuat lewat komposisi simetris dan tata artistik berwarna muted pastel. Salah satu segmennya, "The Wonderful Story of Henry Sugar", bahkan memenangkan Oscar untuk Film Pendek Live Action Terbaik.

  6. 6. The Follies (2025)

    poster film The Follies
    poster film The Follies (dok. Netflix/The Follies)

    The Follies mengikuti enam perempuan di Mexico City yang menjalani hari penuh gejolak ketika tekanan dalam kehidupan mereka mulai mencapai batas. Masing-masing punya persoalan sendiri, tapi mereka terhubung oleh tema kegelisahan dan dorongan untuk lepas dari berbagai tuntutan di sekitar mereka.

    Film Meksiko ini ditulis dan disutradarai oleh Rodrigo García, putra penulis terkenal Gabriel García Márquez. Berlangsung dalam satu hari yang diguyur hujan, ceritanya memperlihatkan bagaimana masalah keluarga, pekerjaan, serta kehidupan sosial memengaruhi para tokohnya. Kalau kamu suka cerita yang lebih dekat dengan persoalan hidup sehari-hari, The Follies bisa jadi pilihan yang menarik.

    Film antologi selalu punya daya tarik tersendiri lewat beragam cerita yang disajikan dalam satu judul. Dari live-action hingga animasi, enam judul di atas bisa jadi alternatif tontonan saat kamu bosan dengan film konvensional. Yuk, pilih yang paling sesuai dengan seleramu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More