Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil Dongker, Band Punk Asal Bandung Bikin Gigs Jadi Aksi Sosial

4 min read
Profil Dongker, Band Punk Asal Bandung Bikin Gigs Jadi Aksi Sosial
potret Dongker (Instagram.com/baladagehel)
  • Dongker, band punk Bandung yang terbentuk pada 2018 dari pertemanan mahasiswa FSRD ITB, dikenal lewat musik enerjik, distorsi kuat, dan lirik tentang keresahan sehari-hari.
  • Karier Dongker berkembang dari Demo 2019 hingga album Melankolia Radikal pada 2026, setelah single “Bertaruh Pada Api” pada 2022 memperluas pengenalan mereka.
  • Melalui pertunjukan Melankolia di Priok pada 10 Oktober 2026, Dongker menerima beras atau buku sebagai tiket dan mengumpulkan sekitar 3 ton beras serta 2.000 buku untuk warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musik gak melulu soal hiburan atau bersenang-senang di depan panggung. Di tengah berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di Indonesia, Dongker punya cara unik untuk menghadirkan sesuatu yang lebih bermakna lewat musik.

Bahkan, gak cuma soal sing along dan seru-seruan bareng, gigs tersebut sekaligus menjadi ruang untuk berbagi dan menumbuhkan solidaritas dengan masyarakat sekitar, lho. Lewat acara tersebut, Dongker berhasil mengumpulkan sekitar 3 ton beras dan 2.000 buku yang kemudian didonasikan untuk warga sekitar. Gokil!

Nah, buat yang penasaran, yuk kenalan lebih dekat sama Dongker lewat profilnya di bawah ini.

  1. 1. Profil Dongker

    Potret Dongker dalam unggahan akun Instagram @baladagehel, menampilkan para personel band berpose bersama.
    potret Dongker (Instagram.com/baladagehel)

    Dongker merupakan band punk asal Bandung yang terbentuk pada 2018 dari lingkungan pertemanan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka dikenal lewat musik punk rock yang enerjik, distorsi gitar yang kuat, serta lirik yang mengangkat keresahan dan pengalaman sehari-hari. Perpaduan tersebut lah yang kemudian menjadi ciri khas Dongker dalam membangun identitas mereka di skena musik independen Indonesia.

    Nama Dongker sendiri berasal dari singkatan Bodong Kekar. Mereka mulai memperkenalkan karya melalui Demo 2019, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dengan merilis sejumlah EP dan album. Sejak awal, Dongker konsisten menghadirkan musik punk rock yang enerjik dengan aransemen lugas.

    Selain karakter musiknya, Dongker juga memiliki identitas visual yang mudah dikenali. Arno Zarror, salah satu vokalis sekaligus gitarisnya, kerap tampil mengenakan balaclava atau penutup kepala saat berada di atas panggung.

    Dongker sendiri pernah memiliki empat personel, yakni Arno Zarror dan Delpi Suhariyanto pada vokal dan gitar, Bilal Ahmad pada bas, serta Dzikrie Arethusa pada drum. Namun seiring waktu, formasi mereka berubah menjadi tiga personel, yaitu Arno, Delpi, dan Dzikrie.

  2. 2. Perjalanan karier Dongker

    Potret Dongker dalam unggahan akun Instagram baladagehel, menampilkan sosok-sosok yang berpose ke arah kamera.
    potret Dongker (Instagram.com/baladagehel)

    Dongker mulai memperkenalkan karya mereka melalui Demo 2019, kemudian merilis EP Upaya Memaki pada 2019 dan Menghibur Domba di Atas Puing pada 2020. Rilisan-rilisan awal tersebut menjadi pijakan bagi Dongker untuk terus mengembangkan diskografi sekaligus memperluas jangkauan pendengarnya di skena musik independen.

    Titik balik dalam perjalanan Dongker pun terjadi pada 2022 lewat perilisan single “Bertaruh Pada Api”. Lagu ini menjadi salah satu karya yang membantu memperkenalkan nama mereka kepada pendengar yang lebih luas. Setelahnya, Dongker pun tak lantas puas. Mereka terus mengembangkan diskografi dengan menghadirkan lagu-lagu seperti “Sepenggal Sadar” dan “Tuhan di Reruntuh Kota” yang mengangkat beragam keresahan dan pengalaman hidup.

    Pada 2024, Dongker merilis album Ceriwis Necis hingga setahun kemudian, mereka berkolaborasi dengan Jason Ranti melalui album I Don’t Know and I Dongker, yang dirilis pada 2025. Setelahnya, perjalanan Dongker berlanjut lewat album Melankolia Radikal yang dirilis pada 28 Agustus 2026. Berisi 11 lagu, album tersebut lah yang menjadi landasan bagi rangkaian pertunjukan Melankolia yang mereka gelar di sejumlah tempat.

    Salah satu pertunjukan yang kemudian menyita perhatian adalah Melankolia di Priok di Plaza Kalibaru, Jakarta Utara, pada 10 Oktober 2026. Dalam acara tersebut, penonton dapat membawa beras atau buku sebagai pengganti tiket masuk. Konsep ini pun memperlihatkan sisi lain perjalanan Dongker dalam menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya berpusat pada musik, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar.

  3. 3. Daftar karya Dongker

    Potret Dongker yang dibagikan melalui unggahan akun Instagram @baladagehel dalam sebuah dokumentasi visual.
    potret Dongker (Instagram.com/baladagehel)

    Sepanjang perjalanan kariernya, Dongker telah merilis berbagai karya, mulai dari EP, album kompilasi, hingga album studio. Berikut daftar karya Dongker.

    Album studio

    • Ceriwis Necis (2024)
    • I Don’t Know and I Dongker (kolaborasi dengan Jason Ranti) (2025)
    • Melankolia Radikal (2026)

    Album kompilasi

    • Honey, Baby EP. (2021)
    • Collection 2019–2021 (2022)

    Single dan EP

    • Demo 2019 (2019)
    • Upaya Memaki (2019)
    • 7 Hari Menuju Semesta (2020)
    • Menghibur Domba di Atas Puing (2020)
    • “Bertaruh Pada Api” (2022)
    • “Sepenggal Sadar” (2022)
    • “Tuhan di Reruntuh Kota” (2023)
    • “Bertaruh Pada Api (Ftlframe Remix)” (2024)
    • “Berdendang di Neraka” feat. Toxic Dev! (2024)
    • “Merusak Kesenangan (Mote Soundsystem Remix)” (2024)
    • “Sepenggal Sadar (Mote Soundsystem Remix)” (2025)
    • “Salah Display” bersama Jason Ranti (2025)
    • “Aku Bosan” bersama Jason Ranti (2025)

    Itu dia profil Dongker beserta perjalanan karier dan daftar karyanya. Dari berbagai rilisan tersebut, karya Dongker mana yang sudah pernah kamu dengar atau menjadi favoritmu?

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More