Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Putri Marino Rela Tak Ambil Proyek Lain demi Empat Musim Pertiwi, Why?
press conference perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Putri Marino menolak proyek lain untuk fokus membangun karakter Pertiwi dari nol bersama sutradara Kamila Andini dalam film Empat Musim Pertiwi.
  • Demi peran tersebut, Putri menjalani delapan workshop selama dua bulan, mencakup berkuda, bahasa isyarat, bahasa Jawa, mengendarai jeep, fighting, bernyanyi, puisi, dan elektronik.
  • Berkuda serta bahasa Jawa menjadi tantangan terberat bagi Putri; Empat Musim Pertiwi dijadwalkan tayang di bioskop pada 8 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Putri Marino akhirnya kembali ke layar lebar lewat film terbaru berjudul Empat Musim Pertiwi. Film ini sekaligus menjadi reuninya bersama Arya Saloka dan sutradara Kamila Andini setelah berkolaborasi dalam serial Gadis Kretek.

Di balik film tersebut, ternyata Putri melakukan persiapan yang cukup serius demi menghidupkan karakternya sebagai Pertiwi. Ia bahkan memutuskan untuk tidak mengambil proyek lain agar bisa fokus mendalami karakter tersebut dari nol.

Gak cuma itu, demi karakter Pertiwi tersebut, istri Chicco Jerikho itu juga harus menjalani delapan workshop berbeda selama dua bulan.

1. Putri Marino rela tak ambil project lain demi fokus ke film Empat Musim Pertiwi

press conference perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam sesi doorstop bersama awak media usai perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa (8/9/2026), Putri Marino mengungkap, ia memilih untuk tidak mengambil proyek lain setelah mendapat tawaran bermain di Empat Musim Pertiwi. Menurutnya, keputusan tersebut diperlukan agar ia bisa benar-benar fokus mengolah karakter Pertiwi bersama sutradara.

“Jadi waktu Kak Dini menawarkan film Empat Musim Pertiwi dan sepertinya akan jalan sebentar lagi, aku memutuskan untuk tidak mengambil project apa pun. Karena setelah baca script-nya, menurut aku, aku sebagai aktor harus menyiapkan ruangan yang luas, lapangan yang luas untuk Pertiwi ini tumbuh, untuk aku mengolah Pertiwi sama Kak Dini,” ungkap Putri Marino di hadapan awak media.

Aktris bernama asli Ni Luh Dharma Putri Marino tersebut merasa karakter Pertiwi tidak bisa dimainkan secara setengah-setengah. Oleh karena itu, ia memilih memulai proses persiapannya dari nol agar tidak ada hal lain yang mengganggu proses pendalaman karakternya.

“Menurut aku gak bisa main-main sama Pertiwi ini. Jadi emang aku persiapkan sematang mungkin. Aku mulai dari titik nol lagi tanpa gangguan apa pun. Jadi supaya Pertiwi bisa menjadi utuh yang seutuh-utuhnya,” lanjutnya.

2. Jalani delapan workshop berbeda, mulai dari berkuda hingga elektronik

press conference perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Keseriusan Putri Marino dalam mempersiapkan karakter Pertiwi juga terlihat dari berbagai workshop yang dijalaninya. Menurutnya, para pemain diberi waktu untuk mendalami karakter, berdiskusi, hingga mengikuti sejumlah pelatihan. Khusus Putri sebagai pemeran Pertiwi, ia harus mengikuti delapan workshop, mulai dari berkuda, bahasa isyarat, bahasa Jawa, mengendarai jeep, fighting, bernyanyi, membuat puisi, hingga elektronik, lho.

“Ada berkuda, ada bahasa isyarat, ada bahasa Jawa, naik jeep, fighting, nyanyi, bikin puisi terus elektronik. Berarti ada delapan. Emang dari Kak Dini dan Mas Ifa ngasih waktu dua bulan buat kita mendalami karakter, kita berdiskusi, workshop,” ungkap Putri Marino. Ia pun merasa proses tersebut tetap menyenangkan, karena waktu dua bulan dirasa cukup.

“Jadi emang dikasih waktu yang cukup, kita workshop dan menyenangkan,” lanjut Putri.

3. Berkuda dan belajar bahasa Jawa jadi tantangan terberat Putri Marino

press conference perilisan film poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Meski begitu, Putri Marino menegaskan, proses workshop dilakukan secara bertahap. Berkuda menjadi salah satu hal yang dipelajari lebih dulu karena ada panduan dalam proses latihannya.

“Yang dilakukan duluan adalah berkuda karena memang ada panduannya,” jelasnya.

Putri mengakui, dari sejumlah workshop yang diikutinya tersebut, berkuda dan belajar bahasa Jawa memang menjadi dua hal yang paling sulit baginya.

“Paling susah bahasa Jawa sama berkuda,” kata Putri sambil tersenyum.

Selain berbagai hal tersebut, film Empat Musim Pertiwi yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026 juga akan memperlihatkan sisi lain Putri Marino sebagai seorang aktor. Kamila Andini bahkan menggoda bahwa penonton dapat mendengar Putri bernyanyi dalam film tersebut.

“Kalau mau dengar Putri nyanyi, nonton Empat Musim Pertiwi,” pungkas sang sutradara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article