Respons Filmmaker soal Viral Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting

- Kasus dugaan pelecehan seksual berkedok casting yang dialami A, remaja 17 tahun, memicu reaksi keras dari para filmmaker Indonesia di media sosial.
- Timo Tjahjanto mengecam pelaku sebagai pedofil dan menegaskan bahwa adegan intim tidak boleh dijadikan materi casting tanpa pengawasan Intimacy Coordinator.
- Fajar Nugros dan Gina S. Noer mengingatkan pentingnya prosedur casting yang transparan serta kewaspadaan calon pemeran terhadap praktik menyimpang.
Sejumlah filmmaker turut angkat bicara terkait kasus dugaan pelecehan seksual berkedok casting yang baru saja diungkap oleh korban inisial A di media sosial. Sebelumnya, A menceritakan bahwa ia telah menjadi korban pelecehan seksual oleh sutradara saat mengikuti proses casting film. Setelah dinyatakan lulus, A yang baru berusia 17 tahun, dipaksa untuk mengirimkan foto dengan pose “disiksa”. Karena merasa tidak nyaman, ia pun akhirnya menolak tawaran tersebut.
Ironisnya, meski sudah ditolak, pelaku tersebut tetap berusaha memanipulasi A dengan menjanjikan tarif di atas rata-rata, bahkan memberikan harga untuk setiap bagian tubuh A yang boleh disentuh.
Merespons dugaan pelecehan seksual yang menimpa A, para filmmaker pun mengecam tindakan pelaku. Sangking murkanya, Timo Tjahjanto bahkan terang-terangan menyebut sang pelaku sebagai pedofil. Berikut respons para filmmaker.
1. Timo Thjahjanto

Timo Tjahjanto ikut merespons kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh A melalui akun X miliknya. Saking murkanya, Timo menyebut tindakan pelaku terhadap A bukan lagi mencerminkan sikap sutradara, melainkan pedofil.
Sutradara yang telah menembus industri film Hollywood tersebut juga merespons pertanyaan netizen tentang apakah benar dalam casting untuk film yang mengandung adegan dewasa, calon pemeran diminta untuk berfoto seksi atau memperagakan adegan intim sebagai bagian dari penilaian?
Timo pun merespons bahwa hal tersebut tidak benar. Menurutnya, filmmaker profesional seharusnya memahami standar etika dan perlindungan aktor. Ia juga menekankan bahwa adegan intim tidak boleh dijadikan sebagai materi casting dan harus dilakukan dalam lingkungan kerja yang kondusif dengan didampingi oleh Intimacy Coordinator atau koordinator keintiman.
“Pas nanti masuk ranah reading/ blocking/ prep kaga ada yg namanya japri sama sutradara. ALWAYS di environment transparan & kondusif. ALWAYS adakan kehadiran Intimacy Coordinator, yang proper emang perempuan & kenapa perempuan, ya loe tau lah,” tulis Timo.
Timo juga menegaskan tidak ada casting adegan dewasa untuk anak usia belasan tahun.
2. Fajar Nugros

Senada dengan Timo Tjahjanto, Fajar Nugros, sutradara film Perempuan Pembawa Sial (2025) juga menegaskan bahwa proses casting bukanlah tugas sutradara, melainkan casting director.
Menurutnya, jika dalam praktiknya tim tersebut tiba-tiba menghilang dan meninggalkan calon pemeran berdua saja dengan pihak tertentu, maka hal itu patut dicurigai karena menyimpang dari prosedur yang transparan.
“Kalo via tim terus pada harinya timnya menghilang, meninggalkanmu berdua dengan pelaku, jangan-jangan itu komplotan. Emang settingan buat jebakan kayak yang udah-udah,” ungkap Fajar Nugros melalui akun X miliknya.
Fajar juga menjelaskan bahwa adegan intim pun juga memiliki standar dan prosedur khusus, dengan turut didampingi oleh Intimacy Coordinator.
3. Gina S. Noer

Meski tak banyak berkomentar, Gina S. Noer sutradara film Dua Hati Biru (2024) mengingatkan untuk berhati-hati saat mengikuti casting film.
“Please hari-hati kalau casting film,” tulis Gina di Instagram Story-nya sambil membagikan ulang unggahan tentang kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa A.
Itu dia sederet filmmaker yang ikut angkat bicara merespons kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa A. Di sisi lain, A yang sudah berani speak up juga menerima simpati dan banyak dukungan dari netizen.

















![[QUIZ] Berasal dari Klan Manakah Kamu di Jujutsu Kaisen?](https://image.idntimes.com/post/20260222/upload_a9b27840dcdf348b8e3f37a4fdeb6922_dd796a3b-6a9c-43e1-b226-7b006925e80f.jpg)
