Review Film Malam 3 Yasinan, Horor dengan Drama Keluarga yang Menonjol

- Sinopsis Malam 3 Yasinan: Drama keluarga dengan rahasia tersembunyi di malam yasinan pertama.
- Review film Malam 3 Yasinan: Akting pemain timpang, drama menonjol, horor kurang menggigit.
- Klimaks yang kurang nendang: Tensi membangun tapi klimaksnya kurang memuaskan sebagai tontonan drama horor ringan.
Film horor kerap menjanjikan teriakan, ketegangan, dan emosi yang meledak-ledak. Namun, Malam 3 Yasinan keluaran Helroad Films dan Alkimia Production justru menghadirkan pengalaman yang sedikit berbeda.
Mengusung drama keluarga dengan balutan horor, film ini mencoba membangun ketegangan secara perlahan. Kamu penasaran dan masih bimbang buat nonton film ini? Cek ulasan singkat IDN Times berikut ini, siapa tahu bisa jadi bahan pertimbanganmu.
Sinopsis Malam 3 Yasinan
Di rumah megah keluarga Djoyodiredjo, Opa Hendra tinggal bersama anak-anaknya, Lily dan Ari. Kedua anaknya sudah berkeluarga. Namun, Ari memiliki dua istri, yaitu Lana dan Layla, yang bersaing soal warisan.
Samira terkejut saat mengetahui kematian mendadak saudari kembarnya, Sara. Ia pun kembali ke rumah untuk mencari fakta di balik kematian tersebut. Pada malam yasinan pertama, sebuah teror mengerikan muncul dan mengungkap rahasia kelam keluarga yang selama ini tersembunyi.
| Producer | Helfi C.H. Kardit, Janna Soekasah Joesoef, Amanda Gratiana, Wulan Guritno |
| Writer | Helfi Kardit, Fannyco Indrawan, Delbin Clyte |
| Age Rating | D 17+ (Dewasa) |
| Genre | Horor |
| Duration | 110 menit Minutes |
| Release Date | 8 Januari |
| Theme | Slash, horor, blood |
| Production House | Helroad Films, Alkimia Production |
| Where to Watch | Bioskop |
| Cast | Shalom Razade, Piet Pagau, Wulan Guritno, Amanda Gratiana, Farhan Rasyid, Hamish Daud, Janna Soekasah Joesoef, Baim Wong |
Trailer Malam 3 Yasinan
Cuplikan film Malam 3 Yasinan
Review film Malam 3 Yasinan
1. Akting pemain ada yang kuat, ada yang bikin bingung
Dari sisi akting, penampilan para pemainnya cukup timpang. Beberapa reaksi karakter di momen krusial justru terasa datar, bahkan saat situasinya seharusnya menegangkan atau emosional.
Ada adegan yang secara logika mestinya bikin panik atau histeris, tapi respons para karakternya terkesan terlalu tenang. Begitu juga dengan adegan sedih, beberapa kali pemain tampak mengernyit tanpa ada air mata jatuh. Di sisi lain, Wulan Guritno serasa jadi tulang punggung film ini. Karakternya terasa paling konsisten dan meyakinkan.
Sementara itu, dinamika antara Wulan dan Shaloom justru jadi salah satu hal yang cukup mencuri perhatian. Keduanya bukan sebagai ibu dan anak dalam film ini, tapi masih berada dalam keluarga yang sama. Kamu bisa terhibur oleh dalog-dialog mereka yang terasa hidup dan kadang menghibur, deh.
2. Dramanya lebih menonjol, horornya kurang menggigit
Film ini sebenarnya memulai cerita dengan drama keluarga yang cukup menjanjikan. Konflik awal terasa relevan dan mampu membangun rasa penasaran. Sayangnya, seiring berjalannya film, dialog-dialog tertentu terasa berlebihan dan justru mengurangi dampak emosionalnya.
Untuk ukuran film horor, unsur seramnya terasa kurang kuat. Alih-alih membuat penonton benar-benar tegang, beberapa bagian justru mengarah ke pola kejadian yang terasa familier dan mudah ditebak. Alhasil, nuansa horornya kurang membekas dan lebih terasa sebagai thriller ringan.
3. Klimaks yang kurang nendang
Dari segi tensi, Malam 3 Yasinan sebenarnya punya build up yang cukup rapi. Penonton dibuat menunggu dan bersiap untuk suatu jumpscare. Namun, rasa 'tunggu-tungguan' ini kadang terasa terlalu lama sehingga klimaksnya kurang nendang.
Secara keseluruhan, film ini masih bisa dinikmati sebagai tontonan drama horor ringan yang penuh misteri. Malam 3 Yasinan terasa lebih kuat sebagai drama keluarga ketimbang film horor.
Malam 3 Yasinan bisa kamu saksikan di bioskop pada 8 Januari 2026.



















