Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Film Moana Live-Action: Tetap Seru, meski Dibayangi Animasinya
cuplikan film Moana (YouTube.com/Disney)
  • Film Moana live-action menghadirkan pengalaman seru dan hangat meski alur serta adegannya hampir sama dengan versi animasi, membuat penonton anak-anak dan penggemar lama tetap terhibur.
  • Visual film tampil indah dan magis berkat CGI yang dominan, namun batas antara animasi dan live-action terasa kabur sehingga beberapa adegan tampak kurang realistis.
  • Catherine Laga’aia tampil menjanjikan dalam debut layar lebarnya sebagai Moana, didukung chemistry kuat dengan Dwayne Johnson yang kembali memerankan Maui secara karismatik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jika ditanya bagaimana first impression saya saat menyaksikan film Moana versi live-action, jawabannya adalah menyenangkan. Ya, menyenangkan sekali rasanya dapat melihat film animasi yang sebelumnya diikuti sejak awal, kini dihidupkan kembali dalam format live-action.

Sepertinya, bukan hanya saya yang merasakan hal tersebut. Rekan media, tamu undangan, hingga anak-anak yang hadir dalam sesi special screening di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026), juga terlihat menikmati film ini.

Saking serunya, ketika lagu “How Far I’ll Go” kembali diperdengarkan, sejumlah penonton ikut bernyanyi pelan, seolah kembali mengingat kesan dari film animasinya. Lantas, apakah Moana versi live-action mampu menghadirkan pengalaman yang sama menyenangkannya?

Sinopsis Film Moana (2026)

Film Moana mengikuti kisah perjalanan Moana, seorang gadis muda dari pulau Motunui yang memiliki rasa penasaran besar terhadap lautan. Meski masyarakat di desanya dilarang untuk berlayar melewati batas karang, Moana justru merasa terpanggil untuk mengikuti jejak leluhurnya dan mencari jawaban tentang hubungannya dengan laut.

Ketika ancaman mulai mengganggu kehidupan di pulaunya, Moana pun memulai perjalanan berbahaya melintasi samudera untuk mengembalikan jantung dewi Te Fiti yang telah dicuri. Dalam petualangannya, ia bertemu dengan Maui, manusia setengah dewa dengan kekuatan luar biasa. Bersama Maui, Moana menghadapi berbagai tantangan di tengah lautan, menemukan keberanian dalam dirinya, serta memahami arti identitas, keluarga, dan warisan budayanya.

Moana
2026
4/5
Directed by Thomas Kail
ProducerBeau Flynn, Dany Garcia, Hiram Garcia, Dwayne Johnson
WriterJared Bush, Dana Ledoux Miller
Age RatingSU (All ages)
GenreAdventure, Fantasy
Duration115 menit Minutes
Release Date08-07-2026
ThemeKeberanian, penemuan jati diri, tanggung jawab
Production HouseWalt Disney Pictures
Where to WatchXXI, CGV, Cinepolis
CastCatherine Laga‘aia, Dwayne Johnson, Rena Owen, John Tui

Trailer Film Moana (2026)

1. Tetap seru dan menyenangkan, meski dibayangi versi orisinalnya

Selama 1 jam 55 menit, Moana live-action nyaris berjalan mengikuti jejak versi orisinalnya. Alur, adegan, hingga dialog banyak dipertahankan sehingga film ini terasa seperti menonton kembali cerita yang sama dalam format berbeda. Akibatnya, hampir tidak ada twist atau elemen baru yang mengejutkan penonton. Dari sudut pandang penonton dewasa, pendekatan seperti ini mungkin saja akan menimbulkan rasa bosan.

Meski begitu, menurut saya, Moana tetap mampu menghadirkan pengalaman menonton yang seru dan menyenangkan. Sebagai penggemar Moana sejak versi animasinya, menyaksikan petualangan yang selama ini hanya hadir dalam bentuk animasi kini diwujudkan lewat live-action memberikan pengalaman yang terasa berbeda.

Karena menyaksikan Moana dalam sesi special screening bersama penonton anak-anak, saya pun turut merasakan atmosfer hangat di dalam studio. Sepanjang film berlangsung, sejumlah anak terlihat antusias menebak adegan berikutnya, tertawa, hingga bersorak gembira setiap kali karakter favorit mereka muncul dalam versi live-action. Menurut saya, reaksi tersebut seolah mengingatkan bahwa sebenarnya keajaiban Moana masih mampu memikat generasi penonton baru.

Sama seperti beberapa anak, saya juga ikut merasakan kesenangan yang sama, terutama setiap kali karakter Heihei muncul. Ayam satu ini memang sudah kocak sejak versi animasinya, tetapi di versi live-action, tingkahnya terasa jauh lebih usil, ekspresif, tapi juga menggemaskan. Kehadirannya berkali-kali berhasil mencuri perhatian sekaligus menjadi penyegar di tengah petualangan Moana.

2. Visualnya magis, meski kebanyakan CGI

Salah satu elemen yang juga berkesan dari film Moana versi live-action ini, menurut saya, adalah visualnya. Lingkungan desa tempat tinggal Moana tergambar begitu indah dengan hamparan laut biru, serta lanskap tropis yang terasa hidup. Detail rumah-rumah, pepohonan, hingga suasana perkampungan berhasil membangun nuansa Motunui yang hangat.

Namun, tidak bisa dimungkiri, dominasi CGI membuat batas antara animasi dan live-action menjadi kurang tegas. Di beberapa adegan, film ini lebih terasa seperti versi animasi dengan aktor sungguhan daripada sebuah adaptasi live-action yang membangun dunia fantasi secara realistis. Padahal, kekuatan utama format live-action seharusnya terletak pada kemampuannya membuat dunia yang semula hanya ada dalam animasi terasa benar-benar nyata.

Kakamora menjadi salah satu contoh bagaimana CGI justru mengurangi kekuatan film ini sebagai live-action. Meski tampil menggemaskan, desain dan animasinya terasa seperti dipindahkan begitu saja dari film animasi tanpa banyak penyesuaian. Akibatnya, setiap kemunculan mereka justru lebih mengingatkan pada versi animasi ketimbang memperkuat kesan bahwa mereka benar-benar hidup di dunia nyata.

Meski begitu, secara keseluruhan kualitas efek visualnya tetap mampu mendukung petualangan Moana. Dominasi CGI memang tak terhindarkan mengingat banyak elemen fantasi dalam ceritanya, tetapi sebagian besar efek tersebut tetap berhasil menghadirkan dunia Moana yang megah dan magis di layar lebar.

3. Debut layar lebar Catherine Laga’aia yang menjanjikan

Salah satu kejutan paling menyenangkan dari Moana versi live-action juga datang dari penampilan Catherine Laga’aia. Meski ini merupakan debut layar lebarnya, ia berhasil memikul tanggung jawab besar untuk menghidupkan kembali karakter Moana yang ikonik dan telah memiliki basis penggemar kuat sejak versi animasinya.

Tak hanya akting, kualitas vokalnya juga patut diapresiasi. Sebagai karakter yang membawakan sejumlah lagu ikonik, Catherine berhasil menyanyikannya dengan baik tanpa kehilangan emosi yang menjadi ciri khas Moana. Penampilannya pun terasa meyakinkan, bukan sekadar berusaha meniru versi animasi.

Harus diakui bahwa pada babak awal, film ini terasa berjalan cukup lambat, bahkan sempat menimbulkan rasa bosan. Karena banyak mengikuti alur versi orisinal, beberapa adegan pembuka terasa kurang mampu membangun rasa penasaran, terutama bagi penonton yang sudah akrab dengan kisah Moana. Namun, atmosfer film mulai terasa hangat ketika Rena Owen hadir sebagai Gramma Tala dengan kisah-kisah leluhurnya.

Di sisi lain, Dwayne Johnson juga kembali menunjukkan pesonanya sebagai Maui. Karisma dan humornya masih menjadi daya tarik utama, sementara chemistry yang terbangun dengan Catherine terasa natural dan menghibur.

Salah satu adegan yang paling berkesan bagi saya adalah saat Dwayne Johnson membawakan lagu “You’re Welcome.” Dulu penonton hanya mengenalnya lewat suara di versi animasi, namun sekarang ia benar-benar hadir sebagai Maui dalam wujud live-action.

Meski ceritanya tidak menawarkan banyak hal baru, penampilan para pemain tetap menjadi salah satu alasan kenapa Moana live-action tetap layak disaksikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article