Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film yang Dilarang Tayang di Inggris, Kontroversial Banget!

5 Film yang Dilarang Tayang di Inggris, Kontroversial Banget!
Love Camp 7 (dok. Olympic Film/Love Camp 7)
Intinya Sih
  • BBFC di Inggris berperan menentukan kelayakan film untuk tayang, termasuk menolak beberapa judul karena dianggap melampaui batas kekerasan dan eksploitasi seksual.
  • Lima film seperti The Texas Vibrator Massacre hingga Love Camp 7 dilarang karena mengandung adegan ekstrem, eksploitasi seksual, serta penyajian yang tidak menghormati konteks sejarah.
  • Film dokumenter To Kill a War Machine ditarik izinnya setelah isu politik terkait Palestine Action membuat BBFC mencabut klasifikasi demi mencegah potensi pelanggaran hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Setiap negara memiliki aturan sensor yang berbeda dalam menentukan apakah sebuah film layak ditayangkan kepada publik. Di Inggris, keputusan tersebut berada di tangan British Board of Film Classification (BBFC), lembaga yang bertugas menilai dan mengklasifikasikan film berdasarkan isi serta dampaknya bagi penonton. Tak jarang, ada film yang hanya diminta memangkas beberapa adegan agar bisa dirilis.

Namun, ada pula yang dianggap terlalu bermasalah hingga ditolak sepenuhnya. Menariknya, tidak semua film dalam daftar ini dilarang ditayangkan karena adegan sadis semata. Beberapa justru memicu perdebatan panjang karena mengangkat tema yang sangat sensitif dan kontroversial. Berikut lima film yang hingga kini masih dikenal sebagai karya yang dilarang tayang di Inggris.

1. The Texas Vibrator Massacre (2008)

The Texas Vibrator Massacre
The Texas Vibrator Massacre (Dok. Punx Production/The Texas Vibrator Massacre)

Judul film ini jelas terinspirasi dari film horor legendaris The Texas Chain Saw Massacre yang sukses mengubah wajah genre slasher pada era 1970-an. Sayangnya, alih-alih menghadirkan horor yang menegangkan, film garapan Rob Rotten justru memadukan unsur pornografi eksplisit dengan adegan kekerasan yang sangat ekstrem.

Kombinasi tersebut membuat film ini langsung menuai kecaman sejak pertama kali dirilis. BBFC menilai bahwa film ini tidak hanya menampilkan seks dan kekerasan, tetapi juga mengeksploitasi kekerasan seksual sebagai hiburan. Karena dianggap melampaui batas yang dapat diterima, lembaga sensor tersebut langsung menolak memberikan klasifikasi.

Akibatnya, The Texas Vibrator Massacre tidak pernah mendapatkan izin edar resmi di Inggris dan hingga kini tetap masuk dalam daftar film yang dilarang.

2. The Gestapo's Last Orgy (1977)

The Gestapo's Last Orgy
The Gestapo's Last Orgy (dok. Cine Lu/The Gestapo's Last Orgy)

Film karya Cesare Canevari ini mengambil latar kamp konsentrasi Nazi, tetapi menyajikannya dengan pendekatan eksploitasi yang menuai banyak kritik. Alih-alih menjadi kisah sejarah yang menggugah, film ini dipenuhi adegan pemerkosaan, penyiksaan, kekerasan brutal, dan unsur seksual yang dianggap sangat berlebihan.

Banyak penonton maupun kritikus menilai film ini lebih mengejar sensasi daripada menyampaikan pesan. BBFC sempat mempertimbangkan kemungkinan memotong sejumlah adegan agar film ini bisa ditayangkan. Namun, setelah menilai keseluruhan isi film, mereka menyimpulkan bahwa hampir seluruh alur dipenuhi kekerasan seksual sehingga penyuntingan tidak akan menyelesaikan masalah.

3. Women in Cellblock 9 (1977)

Women in Cellblock 9
Women in Cellblock 9 (dok. Elite Film/Women in Cellblock 9)

Sutradara Jesús Franco dikenal melalui sejumlah film horor kultus yang cukup populer di kalangan pencinta genre eksploitasi. Namun, Women in Cellblock 9 menjadi salah satu karya yang paling menuai kontroversi. Berlatar di sebuah penjara di hutan Amerika Selatan, film ini dipenuhi adegan ketelanjangan, kekerasan, penyiksaan, dan eksploitasi seksual yang berlangsung hampir sepanjang cerita.

Kontroversinya semakin besar setelah diketahui bahwa salah satu pemeran perempuan masih berusia 16 tahun saat proses produksi berlangsung. Fakta tersebut membuat BBFC menganggap pemotongan adegan saja tidak cukup untuk membuat film ini layak tayang. Film ini akhirnya ditolak secara permanen dan tidak pernah memperoleh izin edar resmi di Inggris.

4. Love Camp 7 (1969)

Love Camp 7
Love Camp 7 (Dok. Olympic Film/Love Camp 7)

Film bertema kamp konsentrasi Nazi memang menjadi salah satu subgenre eksploitasi yang paling banyak menuai kecaman. Love Camp 7 termasuk salah satu pelopornya dengan menghadirkan cerita yang mencampurkan kekerasan, penyiksaan, dan eksploitasi seksual dalam latar Perang Dunia II. Banyak pihak menganggap film ini tidak menghormati tragedi sejarah dan justru menjadikannya sebagai bahan hiburan yang tidak pantas.

Saat era video nasties pada tahun 1980-an, Love Camp 7 masuk dalam daftar film yang dianggap berbahaya. Bahkan hingga beberapa dekade kemudian, BBFC tetap menolak memberikan klasifikasi untuk versi tanpa sensor. Meski sempat dirilis di beberapa negara dengan aturan berbeda, film ini masih belum bisa diputar secara legal di Inggris karena dinilai mengandung materi yang tidak dapat diterima.

5. To Kill a War Machine (2025)

To Kill a War Machine
To Kill a War Machine (Rainbow Collective/To Kill a War Machine)

Berbeda dari film-film lain dalam daftar ini, To Kill a War Machine bukanlah film horor ataupun eksploitasi. Film dokumenter garapan Hannan Majid dan Richard York ini mengangkat aktivitas kelompok Palestine Action yang melakukan aksi terhadap pabrik-pabrik senjata sebagai bentuk protes terhadap konflik di Gaza. Kehadirannya memicu perdebatan luas karena membahas isu politik yang masih sangat sensitif.

Awalnya, film ini telah dijadwalkan tayang di bioskop Inggris dan bahkan sudah memperoleh klasifikasi usia. Namun, setelah pemerintah Inggris menetapkan Palestine Action sebagai organisasi teroris, BBFC mencabut klasifikasi tersebut karena khawatir penayangannya berpotensi melanggar hukum.

Akibat keputusan itu, film dokumenter ini sulit diakses secara resmi dan menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana faktor politik juga bisa memengaruhi nasib sebuah film.

Daftar ini menunjukkan bahwa keputusan sensor sering kali memicu perdebatan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat. Dari kelima film tersebut, menurutmu mana yang paling kontroversial dan paling membuat penasaran?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More