"We have to do the work of people, not the work of politicians."
Kalimat dari Wim Wenders di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026 barusan terasa seperti kunci untuk memahami Ghost in the Cell (2026). Tayang di ajang bergengsi tersebut, film terbaru Joko Anwar ini seolah menjadi semacam teriakan kolektif yang dilempar ke layar lebar. Keras, liar, dan kadang terkesan berantakan.
Dikenal lewat Pintu Terlarang (2009), Pengabdi Setan (2017), hingga Impetigore (2019), Jokan kini seolah membuka keran air tanpa saringan. Ia mencampurkan horor, komedi, dan satire sosial dalam satu wadah yang terasa "los dol." Pertanyaannya, apakah semua chaos itu berhasil jadi tontonan yang utuh? Berikut ulasannya!
