Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Rekomendasi Film Thriller Morgan Oey, Terbaru Ghost in the Cell

3 Rekomendasi Film Thriller Morgan Oey, Terbaru Ghost in the Cell
Film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)
Intinya Sih
  • Morgan Oey dikenal sebagai aktor serbabisa yang kini fokus di genre thriller dan horor, setelah sebelumnya populer lewat film-film romantis sejak debutnya pada 2014.
  • Dalam film Will (2021), Morgan memerankan Andra yang berjuang bertahan hidup di hutan setelah kecelakaan, menggambarkan ketegangan fisik dan mental yang intens.
  • Film terbarunya Ghost in the Cell (2026) mengisahkan teror supranatural di penjara Labuhan Angsana, menampilkan Morgan sebagai Bimo yang menghadapi konflik antara kekerasan manusia dan ancaman mistis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memulai karirnya sebagai member dari boygroup SM*SH, Morgan Oey kini lebih dikenal sebagai seorang aktor. Debut layar lebar pertamanya adalah lewat film Assalamualaikum Beijing di tahun 2014 lalu. Meski pada awalnya ia lebih sering tampil di film dengan genre romantis, kini Morgan semakin menunjukkan range aktingnya yang luas dengan tampil di film dengan genre berbeda-beda.

Terbaru, ia akan kembali tampil di film garapan Joko Anwar, yaitu Ghost in the Cell. Film terbaru Morgan ini mengusung genre horor thriller, dengan balutan komedi. Terbaru ada Ghost in the Cell, berikut ini tiga rekomendasi film thriller yang dibintangi Morgan Oey.

1. Will (2021)

Film Will
Film Will (dok. Falcon Pictures/Will)

Morgan sempat terlibat dalam film trilogi thriller berjudul I, Will, Survive karya sutradara Anggy Umbara. Film ini terdiri dari tiga cerita pendek yang saling berhubungan. Morgan membintangi film kedua, yaitu Will yang menceritakan tentang Andra (Morgan Oey) yang mengalami kecelakaan saat bersepeda di tengah hutan. Andra, yang frustrasi dengan kondisi rumah tangganya bersama Vina (Anggika Bolsterli) yang semakin merenggang, memutuskan untuk mencari ketenangan dengan bersepeda di medan yang berbahaya.

Namun, takdir berkata lain. Andra jatuh dan mengalami patah tulang, terdampar di hutan yang sepi dan penuh bahaya. Dalam usahanya bertahan hidup, Andra harus menghadapi luka fisik dan tekanan mental yang luar biasa. Dia berjuang untuk tetap sadar dan mencari jalan keluar dari hutan yang mematikan. Film ini menyajikan ketegangan yang terus meningkat, menggambarkan betapa gigihnya usaha Andra untuk selamat dan kembali ke kehidupan normalnya.

2. Pengepungan di Bukit Duri (2025)

Film Pengepungan di Bukit Duri
Film Pengepungan di Bukit Duri (dok. Come and See Pictures/Pengepungan di Bukit Duri)

Pengepungan di Bukit Duri mengambil latar waktu 2027. Indonesia kala itu di ambang kehancuran imbas kebencian rasial yang berlarut-larut hampir dua dekade terakhir. Kisahnya mengikuti Edwin (Morgan Oey), seorang guru yang dalam beberapa tahun terakhir sudah gonta-ganti sekolah di Jakarta. Terbaru, ia pindah ke SMA Duri yang mayoritas diisi oleh murid-murid bandel dan sulit diatur. Namun, Edwin siap menerima itu semua karena ia memiliki misi personal.

Edwin selama ini pindah-pindah tempat mengajar karena sedang mencari keponakannya yang hilang, dan SMA Duri menjadi satu-satunya yang belum ia periksa. Alih-alih melakukan pendekatan personal, Edwin langsung mengambil langkah tegas ketika berhadapan dengan kenakalan murid di kelasnya, terutama Jefri (Omara N. Esteghlal). Di sisi lain, Edwin ternyata tidak menyadari bahwa keselamatannya kini dalam bahaya. Edwin ternyata diburu Jefri yang mengincar nyawanya.

3. Ghost in the Cell (2026)

Film Ghost in the Cell
Film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Ghost in the Cell berpusat di sebuah lapas bernama Labuhan Angsana. Di dalamnya, para napi harus menghadapi berbagai masalah setiap hari, mulai dari penindasan oleh pejabat lapas hingga konflik brutal antar tahanan. Hidup di sana sudah cukup berat. Tapi semuanya berubah saat seorang napi baru masuk ke dalam penjara. Sejak kedatangannya, satu per satu napi mulai mati dengan cara yang mengerikan.

Ternyata, diketahui ada sosok hantu yang menghantui lapas tersebut. Hantu ini tidak membunuh secara sembarangan. Ia menargetkan orang-orang dengan energi paling negatif, semakin jahat seseorang, semakin besar kemungkinan mereka menjadi korban berikutnya. Hal ini pun membuat para napi panik. Mereka yang biasanya hidup dengan kekerasan dan kebencian, kini terpaksa berubah. Para tahanan mulai berlomba-lomba melakukan kebaikan demi menjaga aura tetap positif agar tidak jadi target.

Konflik pun semakin kompleks. Di satu sisi mereka harus melawan rasa takut terhadap hantu, di sisi lain mereka juga masih menghadapi sistem penjara yang kejam. Satu-satunya cara bertahan hidup adalah dengan bersatu. Mereka harus melawan penindasan, sekaligus menghadapi teror supranatural yang mengancam nyawa mereka. Dalam film ini, Morgan berperan sebagai Bimo. Ia adalah salah satu narapidana yang menghadapi kejadian mistis di dalam penjara.

Meski pada awalnya sempat dianggap sebelah mata, kini Morgan semakin membuktikan jika kualitas aktingnya juga bisa diperhitungkan. Bahkan, lewat peran Edwin di Pengepungan di Bukit Duri, Morgan sukses masuk nominasi FFI 2025 untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik dan membawa penghargaan sebagai Aktor Utama Pilihan di Festival Film Tempo 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More